Senin, 17 Juni 2019

 Headline
MALUT POST / / Pengelolaan DD dan ADD Sidangoli Gam Bermasalah

Pengelolaan DD dan ADD Sidangoli Gam Bermasalah

Diposting pada 12/02/2018, 14:15 WIT
Ilustrasi Dana Desa
Ilustrasi Dana Desa

JAILOLO – Pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Sidangoli Gam Kecamatan Jailolo Selatan 2017 sebagian besarnya tidak bisa dipertanggung jawabkan kepala desa (kades) Usman Gani. Diantaranya, pembangunan masjid Rp 50 juta dari ADD yang tidak dikerjakan tetapi laporannya ada. Selain itu, dana hibah Rp 10 juta dari Adam Marsaoly penggunaannya tidak jelas, pungutan atas setoran beras raskin yang merugikan masyarakat.”Ini tidak jelas pengelolaannya,”kata Koordinator Forum Sihida Ngori Kahar A kepada wartawan, Jumat (9/2).

       Masalah lainnya adalah penggelapan honor penjaga benteng dalam kurun waktu 4 tahun dengan nilai Rp 28 juta, pembangunan saluran air di RT 04 dengan volume 90 meter Rp 90 juta hanya  dikerjakan 30 meter, serta kegiatan saluran air di RT 01 dalam pelaksanaanya hanya peningkatan. Selain itu, renovasi gedung kesenian di RT 02 dengan volume 645 x 300 M2 anggaran Rp 143 juta lebih melalui  DD. Faktanya hanya dikerjakan 4 x 6 meter dan berukuran sangat kecil. Zakat mal 2014 hingga 2017 Rp 65 juta tidak jelas penggunaannya.”Dari sejumlah masalah ini kami menduga kades telah menyelewengkan DD dan ADD sehingga merugikan masyarakat. Makanya, kami mendesak bupati agar segera memberhentikan kades dari jabatannya,”tegasnya.  

       Sementara kades Usman Gani yang dikonfirmasi membantah tudingan tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan itu adalah fitnah. Untuk pembangunan masjid itu hanya Rp 4.750.000 bukan Rp 50 juta."Setelah anggaran dicairkan, panitia langsung menyerahkannya ke salah satu toko dengan nama mandiri agar saat membangun sudah gampang membeli barang-barang yang diperlukan. Tetapi karena tidak disetujui warga makanya anggaran itu ditarik kembali dan dimasukkan ke rekening desa berdasarkan bukti-bukti penarikan. Bukti ini juga sudah diserahkan ke Inspektorat dan DPM-PD Halbar sebagi bukti penarikan pada agustus 2017,"jelasnya.

       Sementara terkait bantuan Rp 10 juta dari Adam Marsaoly itu bukti penggunaannya hingga kini masih ada mulai dari pemakai tenda, kursi dan belanja bahan bangunan masjid. "Yang jelas DD dari 2015, 2016 dan 2017 semua dikerjakan. Karena kalau salah satu item tidak dikerjakan, kami akan diperiksa,”ucapnya.(aji/met)

Share
Berita Terkait

Sehari, Empat Tewas di Jalan

12/03/2018, 12:37 WIT

Jokowi Menang Telak di Desa Danny

18/04/2019, 13:04 WIT

Danyonif RK 732/Banau Berganti

07/12/2018, 12:50 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan