Berita Terbaru

84 Rekanan Terancam di Blacklist

Diposting pada 13/02/2018, 15:01 WIT
Ilustrasi
Ilustrasi

TERNATE -  Temuan kerugian negara yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu sebesar Rp 80,3 miliar yang hingga kini belum ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, sebagian temuan itu “disumbangkan” oleh rekanan atau pihak ke tiga.
    Dari data yang dihimpun ada 84 rekanan yang pekerjaan proyeknya menjadi temuan BPK dan total nilai kerugian Negara yang belum dikembalikan mencapai Rp 4,2 miliar. Nama-nama rekanan yang belum melakukan pengembalian itu kini masuk dalam daftar merah perusahaan yang bermasalah pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Ternate. Perusahaan itu akan blacklist dan tidak diikut sertakan dalam lelang proyek tahun ini, jika belum menyelesaikan temuan.” Data yang kami terima ini dari Inspektorat,”kata Kepala ULP Ariyandi Arief kemarin (12/2).
    Dia menerangkan, rekanan yang merugikan daerah itu sebagian besar menangani proyek fisik, namun ada lainnya yang menangani proyek pengadaan peralatan kantor yang melakat pada sejumlah SKPD seperti PUPR, Sekretariat Daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BPBD, Dinas Pariwisata, Dispora, serta Disperkim.” Sesuai kesepakatan awal, mereka tidak bisa ikut tender jika tidak menyelesaikan temuan. Ada sebagian temuan bawaan dari tahun 2005 hingga 2015,”terangnya.
    Terpisah Ketua Komisi III Anas U Malik menegaakan akan memanggil ULP dan Inspektorat untuk mendesak agar kedua SKPD ini segera menindaklanjuti rekanan yang belum mengembalikan kerugian Negara. Politisi golkar ini juga mendesak bagi rekanan yang tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan temuan Negara maka segera di blacklist.” Mereka ini harusnya di blacklist saja, apalagi temuan dari tahun 2005,”tegasnya.
    Anas berjanji, setelah melakukan RDP dengan ULP dan Inspektorat, komisi III akan turut memantau langsung, jangan sampai ada  rekanan bermasalah tapi masih diikutkan dalam lelang proyek.” Kami akan pantau pada leleang kali ini. Kami harap wali kota tegas. Rekanan nakal itu, tak perlu lagi dipercaya untuk mengerjakan proyek,”pungkasnya.(cr-05/rul)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer