Berita Terbaru

Setelah Undangan Beredar Pun Kerabat Masih tak Percaya

Diposting pada 15/02/2018, 00:00 WIT
SAH: Syahril “Ilon” Harun dan Masriya Iskandar memamerkan buku nikah sebagai bukti telah resminya mereka menjadi sepasang suami istri, Minggu (11/2). DOK PRIBADI
SAH: Syahril “Ilon” Harun dan Masriya Iskandar memamerkan buku nikah sebagai bukti telah resminya mereka menjadi sepasang suami istri, Minggu (11/2). DOK PRIBADI

Kisah Cinta Syahril “Ilon” Harun dan Masriya Iskandar yang Viral

Siapa sangka, kepergian sang ibu untuk selama-lamanya justru mempertemukan Syahril Harun dengan jodohnya. Gadis cantik bernama Masriya Iskandar berhasil memikat hatinya pada pandangan pertama. Meski banyak pihak meragukan, keduanya berhasil melewati ujian cinta hingga ke kursi pelaminan.

ABD YAHYA ABDULLAH, Ternate

Syahril Harun tak bisa berhenti tersenyum. Maklum saja, baru Minggu (11/2) kemarin ia melepas masa lajangnya. Gadis pujaan hatinya, Masriya Iskandar, akhirnya resmi menjadi istrinya. ”Kami dekat sekitar 8 bulan sebelum saya melamar dia,” ungkap pria yang akrab disapa Ilon itu kepada Malut Post, Senin (12/2).
Saat ditemui di seputaran Takoma, Ternate Tengah, Ilon memang tengah didampingi Masriya. Pernikahan keduanya menjadi viral lantaran perbedaan fisik antara keduanya yang dipandang mencolok.
Masriya yang akrab disapa Sri memiliki tinggi badan 150 cm. sementara sumianya hanya setinggi 90 cm. Kondisi Ilon inilah yang membuat masyarakat terkesan dengan sikap Sri yang menerima pria tersebut apa adanya.
Tak hanya perbedaan tinggi badan, usia keduanya pun terpaut jauh. Ilon yang kelahiran 15 Agustus 1987 sudah berumur 31 tahun lebih. Sementara istrinya baru 18 tahun. Tak ayal, Sri dianggap berani, lantaran menerima pinangan pria yang jauh lebih tua darinya.
Meski begitu, segala perbedaan tersebut tak menghentikan langkah mereka untuk bersatu. Ilon menuturkan, ia pertama kali bertemu Sri saat mendatangi rumah duka tempat sang ibu disemayamkan di Desa Samo, Kecamatan Gane Barat Utara, Halmahera Selatan. Sejak hari pertama kematian ibu Ilon, Sri selalu datang ke rumah duka untuk liliyan. Ilon yang sudah terlanjur suka baru berani mengungkapkan perasaannya pada malam ke-10 kepergian ibunya. ”Saya kenal hati semenjak dia sering datang ke rumah duka. Tapi baru pada malam ke-10 saya kuatkan hati untuk ungkapkan perasaan saya,” tuturnya.
Pertama kali nembak, Ilon sempat ditolak Sri. Sri, si gadis desa yang bahkan belum tamat SMA itu curiga Ilon adalah seorang playboy pria yang memiliki banyak pacar. ”Awalnya saya cuma bilang terima kasih atas jawabannya, saya tidak bisa memaksa dia untuk terima cinta saya. Tapi saya sampaikan juga bahwa dengan keadaan fisik seperti saya ini, mana ada cewek yang mau sama saya,” kisah putra tunggal pasangan Harun Ismail dan Ratna Ali ini.
Beberapa menit setelah memberikan kata-kata pamungkasnya, Ilon pamit. Tak disangka, Sri langsung berubah pikiran. ”Dia mengatakan dia terima cinta saya,” sambung Ilon.
Giliran Ilon yang syok. Ia tak yakin gadis kelas 3 SMA itu mau bersamanya. Ilon bahkan kembali menanyakan keseriusan Sri. ”Dia bilang sejak melihat saya sudah ada perasaan sayang, karena kedewasaan saya. Tapi saya tanya lagi, apakah dia benar-benar cinta saya karena Allah? Sebab dengan kekurangan fisik saya, dan bukan juga seorang PNS, apa yang disukai dari saya? Akhirnya dia sampai bersumpah dia terima saya karena Allah,” kata pria yang bekerja sebagai pengelola //digital printing// ini.
Tak hanya menerima Ilon menjadi orang dekatnya, Sri juga rupanya sudah tak sabar ingin segera dipersunting lelaki idamannya. Ia bahkan rela menunda ujian nasionalnya yang harus diikuti tahun ini demi bisa menikah. Akhirnya, delapan bulan setelah menjalin hubungan baik, 4 Februari lalu Ilon berlutut dan melamar Sri.
Persoalan berikutnya adalah menyatukan persepsi dua keluarga besar. Keluarga Ilon tak percaya Sri menerima lamaran Ilon, keluarga Sri kala itu tak rela sulung dari enam bersaudara ini menikah dengan Ilon. ”Hal biasa itu. Saya sempat dengar keluarganya ngomong ke dia, masih ada pria lain yang lebih pantas dijadikan suami. Katanya dengan kondisi fisik begini, saya tak akan mampu menghidupi istri saya. Karena di kampung, seorang lelaki harus pandai memanjat kelapa,” ujar Ilon.
Namun bukan Ilon namanya jika meragukan takdir Tuhan. Bahkan ketika keluarga calon mempelai perempuan meminta uang antar belanja sebesar Rp 10 juta, Ilon langsung menyanggupinya. ”Saya juga katakan masih ada pekerjaan lain yang bisa saya kerjakan untuk menafkahi Sri,” sambungnya.
Setelah segala tetek bengek lamaran diselesaikan, Ahad kemarin Ilon dan Sri resmi menjadi suami istri.
Sementara Sri menuturkan, meski saat ini ia mengorbankan sekolahnya untuk pernikahan tersebut, ia memastikan akan tetap melanjutkan pendidikannya 2019 nanti. ”Nanti mau ikut ujian 2019,” katanya.
Dia membenarkan, awalnya sempat menolak Ilon lantaran dikiranya pria itu adalah seorang pengobral cinta. Namun setelah kedekatan mereka, ia mengaku makin cinta karena sifatnya yang penyayang dan dewasa. ”Saya yakin dia adalah jodoh saya,” ungkap wanita kelahiran 2 Februari 2000 ini.
Sri menuturkan, menjelang hari lamarannya, banyak hasutan yang masuk dari orang-orang di sekitarnya agar lamaran tersebut ditolak. Bahkan ada tetangga yang mengatakan sudah berencana menjodohkan dirinya dengan anak mereka. ”Tapi saya sudah mantap. Saya bilang, saya sama Kak Syahril saja. Mungkin ini sudah jalan takdir kami,” tuturnya.
Putri pasangan Iskandar Jainal dan Sumiyati Samsudin itu membuktikan, keterbatasan fisik tak menjadi penghalang Ilon mendapatkan jodohnya. ”Sekarang dia sudah sah jadi suami saya, dan saya terima dia apa adanya, bukan karena ada apanya,” katanya mantap.
Lucunya, saat undangan pernikahan Ilon dan Sri diedarkan, sebagian kerabat masih tak percaya Ilon akan menikah. ”Mereka bilang ke saya, mana ada perempuan yang mau sama kamu? Saya hanya jawab, yang penting sudah diundang, jangan kecewa jika pernikahan saya benar ya," kata Ilon seraya tertawa lepas.(cr-05/kai)

 

Share

E-Paper

Berita Populer