Headline

Bupati Rudy Ditahan KPK

Diposting pada 15/02/2018, 00:00 WIT
DITAHAN: Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan resmi ditahan KPK di Jakarta, Senin (12/2/18). Rudy terkait kasus proyek di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat tahun 2016.FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
DITAHAN: Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan resmi ditahan KPK di Jakarta, Senin (12/2/18). Rudy terkait kasus proyek di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat tahun 2016.FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JAKARTA – Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan menjadi kepala daerah kedua di Maluku Utara yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Rudy langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di kantor KPK kemarin (12/2). Sebelum Bupati Rudy, ada mantan Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua yang lebih dulu dijebloskan ke penjara oleh komisi antirasuah tersebut.
Penahanan terhadap Rudy dilakukan setelah penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadapnya sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bupati dua periode itu menjadi tersangka ke-11 dalam megakorupsi tersebut. "Ditahan selama 20 hari pertama," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada awak media kemarin.
Bupati Rudy diperiksa sejak siang hingga malam hari kemarin. Ia keluar dari kantor KPK sekitar pukul 19.45 WIB, mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Saat keluar, politisi PDIP itu dikawal petugas KPK.
Saat diwawancarai, Rudy tak banyak bicara. Ia hanya berkomentar pendek membantah dugaan suap sebesar Rp 63 miliar yang dialamatkan kepadanya. Bantahannya ini sama dengan keterangannya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta beberapa waktu lalu saat menjadi saksi. "Enggak, saya enggak terima itu. Politik itu," kata Rudy saat menuju mobil KPK.
Berdasarkan data KPK, Rudy diduga menerima suap dari Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amrah H. I. Mustary sebanyak Rp 6,3 miliar. Atas dugaan itu dia ditetapkan sebagai tersangka. Dengan alasan yang sama dia dijadikan tahanan oleh KPK.
Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andrianti menjelaskan, Rudy ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK. Guna kebutuhan penyidikan, kemarin KPK juga memanggil pemilik CV Multi Wahana Usaha Imran S. Djumadil untuk dimintai keterangan sebagai saksi bagi Rudy. Pemeriksaan serupa terhadap saksi lainnya akan terus dilakukan KPK sepanjang penyidik membutuhkan data.
Dalam kasus yang menyeret Rudy, KPK sudah menetapkan sebelas tersangka. Rudy adalah salah satunya. Dari sebelas tersangka enam di antaranya sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Sedangkan lima lainnya masih terus diproses. KPK concern menangani kasus tersebut lantaran tindak pidana korupsi yang dilakukan tidak hanya merugikan negara. Melainkan turut menghambat perkembangan dan pembangunan di daerah.
Atas perbuatannya, Rudy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebelumnya, nama Rudy Erawan pernah disebut dalam persidangan Amran. Dalam persidangan Amran, Rudy disebut menerima uang hingga sebesar Rp 6,1 miliar dalam beberapa tahap.
Keterangan tersebut diungkapkan oleh anak buah Amran, Imran S. Djumadil, saat menjadi saksi di persidangan. Imran mengaku pernah memberikan uang sebesar Rp 3 miliar kepada Rudy terkait jabatan Rudy sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan di Maluku Utara kala itu.
Menurut Imran, pemberian selanjutnya adalah sebesar Rp 2,6 miliar. Berdasarkan keterangan Imran, uang itu diminta Rudy melalui Amran untuk dana optimalisasi DPR. Sementara pemberian terakhir oleh Imran dilakukan melalui transfer sebesar Rp 500 juta yang disebut sebagai dana kampanye.
Selain pemberian itu, Imran menyebut bahwa Rudy pernah meminta bantuan kepada Amran untuk menutup biaya transportasi kader PDI Perjuangan yang akan hadir dalam acara partai di Jakarta. Imran yang kemudian mencarikan dana itu menghubungi dua orang pengusaha yakni Abdul Khoir dan Alfred. Uang Rp 200 juta yang diterima dari kedua pengusaha itu kemudian diserahkan Imran kepada keponakan Rudy yang bernama Ernest.
Sementara itu, penahanan Rudy membawa emosi tersendiri bagi warga Haltim. Selama dua tahun masa kepemimpinannya, Rudy dianggap cukup berhasil membangun kebupaten tersebut. Tokoh masyarakat Hi. Sahdan Jaelan menuturkan keprihatinannya atas masalah hukum yang menimpa sang bupati.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan Rudy tidak lain untuk membangun Haltim agar lebih maju. Sahdan juga menguatkan keluarga Rudy agar sabar menjalani cobaan tersebut. ”Mudah-mudahan Pak Bupati kuat dan sabar jalani proses hukumnya," tuturnya.
Sahdan mengungkapkan, sejak Rudy masih menjabat sebagai wakil bupati mendampingi Bupati Welhelmus Tahalele, ia sudah berusaha sebaik mungkin membangun Haltim. Pusat kota Haltim yang dulunya dikenal sebagai daerah penuh rawa itu berhasil diubahnya menjadi lebih layak dihuni. Belum lagi dari segi infrastruktur maupun program lain seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis yang saat ini telah dinikmati masyarakat Haltim. "Jadi kami prihatin dengan masalah hukum yang dihadapi Pak Bupati," katanya.
Dia menambahkan, Rudy merupakan bupati yang selalu bersikap dermawan dan mengayomi warganya. Selama menjabat sebagai kepala daerah ia dinilai selalu memperhatikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. "Yang patut diberikan diapresiasi adalah keharmonisannya dengan Wakil Bupati selama menjalankan roda pemerintahan dalam dua periode ini," tukasnya.
Keprihatinan juga datang dari tokoh pemuda Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba Rusli Thaib. Dia menuturkan, Rudy merupakan pemimpin yang dicintai masyarakat, khususnya para pemuda. "Bupati selalu mendukung setiap kegiatan kepemudaan selama menjabat sebagai bupati. Bagi kami Bupati Rudy Erawan adalah sosok orang baik," katanya.
Salah satu bentuk komitmennya bersama wakil bupati untuk mencerdaskan putra putri Haltim adalah menggratiskan biaya pendidikan, juga membangun fasilitas olahraga demi pengembangan minat para pemuda di bidang olahraga. "Yang pastinya Pak Bupati sangat berjasa bagi Haltim yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,"tandasnya.(ado/jpg/kum/kai)

 

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan