Sabtu, 25 Mei 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Legu Gam Terancam tak Dilaksanakan

Legu Gam Terancam tak Dilaksanakan

Diposting pada 28/02/2018, 12:14 WIT
Legu Gam/Dok.MP
Legu Gam/Dok.MP

TERNATE – Legu Gam merupakan salah satu event tertua di Maluku Utara yang masuk dalam kalender event nasional Kementerian Pariwisata.

Sejak pertama kali dihelat pada 2007 silam oleh Sultan Mudaffar Sjah, pesta rakyat tersebut menyedot banyak perhatian sehingga berdampak pada kunjungan wisatawan di Ternate yang terus meningkat.

Pameran budaya lokal, adat hingga hingga tarian menjadi event yang paling dinanti oleh semua kalangan. Belakangan event tertua di Malut tersebut terancam dihapus dalam kalender even nasional Kementerian. Penyebabnya, dualisme kepanitiaan  yang hingga sampai saat ini belum ada titik temu.

Hal itu termaktum dalam surat dari Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata I. Surat tersebut menegaskan 2 poin. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Malut sebagai  tindak lanjut dari surat yang dikirim oleh Sultan Ternate Syarifuddin Sjah perihal keberataan dan peninjauan kembali terhadap surat dari Dinas pariwisata Malut.

Di poin pertama surat tersebut menjelaskan berdasarkan kesepakatan dalam rapat yang dihadiri oleh Kadispar Malut, Kadispar Kota Ternate, Kadispar Halmahera Barat dan Sekertaris Dispar Kota Tidore Kepulauan bersama ketua tim pelaksanana CoE dan PIC CoE wilayah Malut dan Kepala Bidang area IV Asdep Pemasaran I Regional III bahwa, Kementerian Pariwisata memberikan batas waktu kepada pihak-pihak tersebut berembuk kembali dan menyampaikan hasil kesepakatan penyelenggara festival Legu Gam, paling lambat Senin (19/2). Namun, hingga sampai Senin (26/2) pihaknya tidak menerima informasi apapun baik melalui WhatsApp atau surat.
Sementara di poin kedua menjelaskan, mengingat waktu pelaksanaan event yang semakin mendesak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan timbul di kemudian hari, maka Kementerian Pariwisata akan mengalihkan dukungan dari festival Legu Gam 2018 ke event promosi wisata Malut lainnya.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate Samin Marsaoly menyatakan,  surat tersebut ditujukan kepada Pemprov untuk segera mengusulkan event pengganti Legu Gam.  Hal itu kata Samin, Legu Gam sendiri telah terdaftar sebagai event nasional yang dianggarkan oleh Kementerian Pariwisata.

”Karena ini terkait dengan penyerapan anggaran makanya mereka meminta harus ada even lokal lainnya yang bisa menggantikannya,” jelas Samin via ponsel kemarin (27/2).
Menurut Samin surat tersebut merupakan imbasnya dari dualisme kepanitiaan Legu Gam yang belum diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan.

Dikatakannya, salah satu event yang masuk dalam kategori layak diusulkan ke Kementerian melalui Pemprov ialah festival perahu kora-kora. Sebab lanjut Samin, festival kora-kora juga merupakan event tertua yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemkot Ternate yang bisa mendongkrak kunjungan wisata.

”Kami berharap Pemprov bisa melihat karaktereistik event, lamanya event serta dampaknya dan festival kora-kora termasuk event tertua, jadi dari Pemkot berharap festival kora-kora yang diusulkan,” tandasnya. (ikh/jfr)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan