Rabu, 12 Desember 2018

 Headline

Jemput AHM, Bupati Morotai Dibidik Panwaslu

Diposting pada 02/03/2018, 13:32 WIT
PENJEMPUTAN: Bupati Pulau Morotai Benny Laos (berkacamata) saat menjemput calon gubernur Malut Ahmad Hidayat Mus (kemeja putih) dalam rangkaian kampanye AHM di Morotai, Senin (26/2) SAMSUDIN CHALIL/MALUT POST
PENJEMPUTAN: Bupati Pulau Morotai Benny Laos (berkacamata) saat menjemput calon gubernur Malut Ahmad Hidayat Mus (kemeja putih) dalam rangkaian kampanye AHM di Morotai, Senin (26/2) SAMSUDIN CHALIL/MALUT POST

DARUBA – Pelanggaran dalam kampanye Pemilihan Gubernur putaran pertama mulai terdeteksi penyelenggara. Insiden di Kabupaten Pulau Morotai menjadi temuan perdana Panitia Pengawas Pemilu. Dimana Bupati Benny Laos diketahui melakukan penjemputan terhadap Ahmad Hidayat Mus (AHM) salah satu kandidat saat AHM mendapat giliran kampanye di Morotai.
Sayangnya, hingga kini Benny masih tak menggubris panggilan Panwaslu untuk melakukan klarifikasi. Bupati Morotai ini juga diketahui belum memasukkan surat cuti untuk terlibat dalam kampanye.
Penjemputan terhadap calon gubernur dari Partai Golkar terjadi Senin (26/2) lalu ketika AHM tiba di Bandara Leo Wattimena Morotai dari Ternate. Saat menjemput AHM, Benny terlihat mengenakan seragam dinas lengkap. Tak hanya itu, mobil dinas Bupati bernomor polisi DG 1 PM juga tampak mondar-mandir mengangkut tim pemenangan AHM-Rivai, Mahmud Kiat, dan Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Alansyani Beolado. Kejadian tersebut membuat Benny dan Alansyani sama-sama dipanggil Panwaslu.
Jadwal pemeriksaan Benny dan Alansyani sendiri jatuh pada Kamis (1/3) kemarin. Sayangnya, Benny tak menunjukkan batang hidungnya. Hanya Alansyani yang menghadiri panggilan. "Kita sudah periksa Kadis Perkim, selanjutnya peneriksaan saksi-saksi," ungkap Ketua Panwaslu Pulau Morotai Murjat Hi Untung ketika dikonfirmasi kemarin.
Murjat menambahkan, Benny Laos tak menghadiri panggilan tersebut tanpa alasan yang jelas. "Pak Bupati juga sudah kita panggil, tapi belum hadir untuk memberikan klarifikasi," katanya.
Sementara Badan Pengawas Pemilu Maluku Utara mencatat, dugaan pelanggaran kampanye oleh Bupati Morotai merupakan yang pertama dalam tahap kampanye putaran 1. "Untuk kampanye putaran pertama ini, dari hasil pengawasan 10 Panwaslu kabupaten/kota hanya Morotai yang diduga ada pelanggaran," kata Kasubag Pengawasan Bawaslu Malut Bayu Arifian di ruang kerjanya kemarin.
Menurut Bayu, dugaan pelanggaran kampanye ini terjadi di bawah pengawasan Panwaslu. ”Panwas Pulau Morotai melakukan pengawasan langsung terkait kedatangan rombongan calon gubernur Maluku Utara nomor urut 1 Ahmad Hidayat Mus. Terlihat dalam penjemputan adalah Bupati Pulau Morotai menggunakan kemeja dinas dan satu aparatur negara Alansyani yang menggunakan mobil pelat merah. Ini berarti ada juga dugaan penyalahgunaan fasilitas pemerintah daerah berupa mobil dinas dengan nomor polisi DG 01 PM yang ditumpangi salah satu tim pemenang dan pengurus Partai Golkar Pulau Morotai, Mahmud Kiat," kata Bayu mengutip laporan Panwaslu Morotai.
Temuan Panwaslu Morotai lain adalah dugaan keterlibatan Kepala Desa Kanari, Kecamatan Morotai Utara, Rustam Mandea. Rustam diduga mempengaruhi warga untuk memilih AHM-Rivai saat paslon tersebut melakukan pertemuan terbatas dengan warga pada 20 Februari lalu. "Pasangan calon gubernur AHM-Rivai telah melakukan kampanye terbatas di Desa Kanari. Kampanye tersebut dihadiri oleh kepala desa dan masyarakat. Dalam kampanye tersebut pejabat kepala desa ikut terlibat, bahkan kepala desa tersebut melakukan gerakan tangan mendukung paslon AHM-Rivai,” jabar Bayu.
Berdasarkan temuan tersebut, Panwaslu pun melayangkan surat panggilan terhadap Bupati, Kadis Perkim dan Kades Kanari. Namun sampai saat ini baru Kadis Perkim yang menggubris panggilan Panwaslu. "Jadi Kadis Perkim sudah mengklarifikasi. Sementara Bupati dan Kades Kanari belum hadiri panggilan Panwaslu," ungkap Bayu.
Bupati Morotai Benny Laos saat dikonfirmasi Malut Post membantah jika dianggap terlibat dalam kegiatan kampanye cagub. Menurutnya, sebagai pembina politik di daerah, dia dibolehkan melakukan penjemputan tiap cagub yang datang ke Morotai. ”Jadi kalau ada cagub yang menyampaikan pemberitahuan untuk datang ke Morotai, maka saya akan melakukan penjemputan,” katanya kemarin.
Terkait seragam dinas yang ia kenakan, Benny mengaku pada saat bersamaan baru saja mengantar tamu dari kementerian yang hendak kembali ke Jakarta. Saat berada di bandara itulah bertepatan dengan kedatangan rombongan AHM. ”Karena hari itu bertepatan dengan keberangkatan tamu departemen yang saya antar ke bandara,” tuturnya.
Saat ditanya apakah dirinya bakal memenuhi panggilan Panwaslu untuk dimintai klarifikasi, Benny mengaku masih harus melayani banyak tamu. ”Tamu masih padat," ujarnya singkat sebelum mengakhiri wawancara.(tr-01/din/kai)

Dugaan Pelanggaran Kampanye di Morotai:

Bupati
- Belum memasukkan surat cuti kampanye
- Dengan seragam dinas lengkap menjemput kedatangan AHM
- Membiarkan mobil dinasnya digunakan untuk kepentingan kampanye

Kadis Perkim
- Terlibat dalam rangkaian kampanye AHM-Rivai
- Menggunakan mobil dinas Bupati untuk mengangkut tim sukses AHM-Rivai

Kades Kanari
- Terlibat dalam kampanye AHM-Rivai
- Mempengaruhi warga untuk memilih AHM-Rivai
- Melakukan gerakan tangan mendukung AHM-Rivai

Aturan yang dilanggar:
* UU 10/2016 tentang Pilkada
* PKPU 4/2014 tentang Kampanye

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,20%)       :       (16,80%)

Dahlan Iskan