Selasa, 18 September 2018

 Headline

Menkeu Janjikan Tunjangan Kemahalan

Diposting pada 08/03/2018, 12:59 WIT
DISAMBUT: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti prosesi penyambutan Joko Kaha saat tiba di Ternate, Rabu (7/3). HIZBULLAH MUJI/MALUT POST
DISAMBUT: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti prosesi penyambutan Joko Kaha saat tiba di Ternate, Rabu (7/3). HIZBULLAH MUJI/MALUT POST

TERNATE – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Maluku Utara kemarin (7/3). Kedatangan menteri terbaik dunia 2018 versi World Government Summit itu disertai 10 pejabat tinggi Kementerian Keuangan. Kesan pertama Sri Mulyani terhadap Malut adalah keindahannya dari udara. ”Saat mendarat waktu sore, sehingga terlihat sinar matahari memantul dari pantai sangat indah ketika di atas udara. Apalagi pulau-pulaunya yang terpisah," katanya saat ditemui awak media di Grand Dafam Bela International Hotel di Ternate tadi malam.
Tak hanya panoramanya, Sri Mulyani mengakui masyarakat Malut sangat ramah dan mudah menerima setiap orang yang datang. "Karena itu tidak salah kalau memang Malut merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kebahagiaan paling tinggi. Itu bisa dirasakan dari hawa positif yang muncul pada masyarakat," ungkap mantan Managing Director Bank Dunia ini.
Tidak sebatas itu, Sri Mulyani juga mengaku kagum dengan Kota Ternate. Terutama dengan ciri khas wilayahnya berupa kota-pulau gunung api. Pemandangan tersebut katanya membuatnya tak bosan. "Hawanya agak panas, namun tidak berkeringat. Ini pertama kali saya menginjakkan kaki di sini," terangnya.
Sri Mulyani bersama rombongan tiba di Ternate kurang lebih pukul 16.30 WIT kemarin atau molor satu jam lebih dari jadwal semula. Menteri asal Lampung ini dijemput Pelaksana Tugas Gubernur Malut M. Natsir Thaib, Ketua DPRD Malut Alien Mus, Rektor Universitas Khairun Prof. Dr. Husen Alting, Kapolda Malut Brigjen (Pol) Achmat Juri, Dandim 1501/Ternate Letkol (Inf) Abdul Razab Rangkuti, Kepala Kanwil Perbendaharaan Malut Edward U. Nainggolan, dan Plt Wali Kota Ternate Abdullah Tahir.
Saat tiba di Bandara Babullah, Sri Mulyani disambut dengan tarian Soya-soya dan menjalani prosesi adat //Joko Kaha//. Pada malam pertamanya di Malut, mantan Kepala Bappenas itu melakukan pertemuan tertutup dengan jajaran pegawai Kemenkeu di Malut di Kanwil Perbendaharaan.
Kepada awak media, mantan Kepala Bank Indonesia ini mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi yang telah berupaya menggairahkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Meskipun di sisi lain jumlah penduduk Malut relatif kecil. Itu berarti, lanjutnya, Malut memiliki kemampuan daya tarik investasi.
Dia juga menyoroti laporan dari Kantor Bea dan Cukai dan Plt Gubernur yang menyatakan saat ini tengah diupayakan ekspor langsung hasil dan produk laut, termasuk mutiara. "Ini yang saya harapkan agar terus dikembangkan. Baik mengundang investor dari luar, tapi lebih penting pengusaha yang daerah itu sendiri. Selain itu juga ada sektor tambang yang tumbuh dengan baik," ujarnya.
Menteri 55 tahun ini menjelaskan, tren dunia saat ini mengarah pada pola hidup sehat. Salah satu penerapan pola hidup ini adalah mengonsumsi makanan sehat dan segar. Hasil laut Malut dapat dikategorikan sebagai makanan sehat yang diincar pasar luar negeri. Karena itu, permintaan hasil laut baik dalam negeri maupun luar negeri meningkat. "Malut dan Maluku memiliki posisi yang sangat strategis untuk menjadi daerah penghasil. Tentu harus mendapat tunjangan, baik dari sisi akses darat dan laut sehingga terjadi konektivitas dari tempat produksi menuju bandara atau pelabuhan. Apalagi ikan merupakan komoditas yang mudah rusak, sehingga butuh penanganan yang baik dan cepat," paparnya.
Pada kesempatan itu, Sri Mulyani juga menanggapi permintaan Pemprov Malut tentang tunjangan kemahalan. Menurutnya, sebagian daerah perbatasan Malut akan diberikan tunjangan kemahalan. Ia mengaku saat ini telah tersedia anggarannya, hanya saja belum tersalurkan.
Dia juga menyatakan telah menerima laporan dari Polda Malut tentang adanya sebagian anggota yang bertugas di perbatasan namun tidak mendapat tunjangan kemahalan. Menyikapi hal tersebut, Sri Mulyani berjanji akan segera memberikan tunjangan kemahalan bagi tenaga pelayanan yang bertugas di wilayah perbatasan seperti polisi, guru dan tenaga kesehatan, terutama dokter. "Tenaga pendidikan dan kesehatan telah dimasukkan dalam unsur tunjangan kemahalan, karena telah menjadi porsi pemerintah yang melihat semua wilayah dengan karakter berbeda-beda," terangnya.
Sementara Kakanwil Perbendaharaan Malut Edward U. Nainggolan menambahkan, pertemuan yang dilakukan Kemenkeu malam tadi hanya sebatas pemberian pengarahan dan motivasi terhadap aparat internal agar bekerja dengan baik tanpa pamrih. "Arahannya terkait dengan pengelolaan anggaran APBN di Malut, dimana pada tahun 2018 ini Malut mendapat kucuran anggaran senilai Rp 15,1 triliun. Sementara dari sisi penyerapan tahun 2017 tergolong baik karena mencapai 93 persen," tukasnya.(udy/kai)

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,99%)       :       (16,01%)

Dahlan Iskan