Rabu, 12 Desember 2018

 Headline

Player CV Ubay Jaya Ditahan

Diposting pada 08/03/2018, 13:02 WIT
DITAHAN: Astried F. Pakaya (berhijab) saat diamankan polisi di Ditreskrimum kemarin (7/3). Player CV Ubay Jaya ini ditahan untuk diamankan dari amuk massa sekaligus diselidiki dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan. MAHFUD HASYIM/MALUT POST
DITAHAN: Astried F. Pakaya (berhijab) saat diamankan polisi di Ditreskrimum kemarin (7/3). Player CV Ubay Jaya ini ditahan untuk diamankan dari amuk massa sekaligus diselidiki dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan. MAHFUD HASYIM/MALUT POST

TERNATE – Ratusan nasabah CV Ubay Jaya kembali mengamuk. Ini setelah janji yang diberikan pihak pengelola perusahaan yang bergerak di bidang investasi itu tidak direalisasikan. Owner Ubay Jaya yang hendak cari aman pun akhirnya melaporkan player Astried Fitriyanti Pakaya ke polisi.
Amukan nasabah kemarin (7/3) dimulai di kontrakan Astried di Kelurahan Kalumata, Ternate Selatan. Puluhan nasabah yang naik pitam tampak mengurung perempuan itu untuk meminta kejelasan. Astried pun sempat memberikan penjelasan sebelum akhirnya diamankan ke Mapolres Ternate.
Dalam penjelasannya kepada nasabah, Astried mengaku dana yang disetorkan ribuan nasabah itu digunakannya dalam broker binary option Olymp Trade. Sayangnya, menurut pengakuan Astried, dia kalah dalam trading tersebut. ”Uang kalian saya putar, saya kasih ganda. Namun dalam permainan Olymp Trade ada yang menang dan ada yang kalah, sehingga saya jujur kalau saya kalah. Tapi saya akan ganti uang kalian, jadi beri saya kesempatan untuk main lagi,” ungkapnya kemarin.
Astried juga mengaku jika kekalahannya tersebut telah ia sampaikan pada para owner, yakni Hastuti Munir, Dewi Irawati Pakaya, Maswita Muswan, Siti Rahayu, dan Nayla Bakri. Hanya saja, para owner tak memberitahu nasabah soal itu.
Akibat kekalahan tersebut, kata Astried, dana milik nasabah yang disimpan di CV Ubay Jaya kini tak ada lagi. Menurutnya, kalah menang dalam Olymp Trade merupakan hal biasa. Pengakuan ini terbilang aneh, sebab rekening koran milik Astried di salah satu bank swatsa menunjukkan adanya saldo sebesar Rp 163 miliar.
Penjelasan Astried ini kian membuat geram nasabah. Pasalnya, sebelumnya dalam surat pernyataan yang ia tandatangani bersama lima owner, Astried menyatakan akan mengembalikan modal nasabah pada 25 Februari 2018. Namun hingga kini tak sepeser pun didapat nasabah. Padahal masing-masing nasabah mengaku merugi mulai dari Rp 2 juta hingga ratusan juta rupiah.
Janji-janji dan penjelasan Astried yang tak memuaskan membuat nasabah makin tak sabaran. Menurut Dewi, salah satu nasabah, Astried sempat menjanjikan akan melakukan pembayaran pada Senin (5/3). Lalu kembali berjanji pembayaran ditunda Rabu kemarin. ”Jika dari awal dia tidak memberi janji kemungkinan nasabah tidak marah sebesar ini. Tapi dia terus saja memberi janji yang tentu membuat orang naik pitam,” tuturnya saat ditemui di rumah Astried kemarin.
Pernyataan Astried yang menyebutkan dirinya kena zonk dalam Olymp Trade juga memicu kemarahan nasabah. Tak mau tahu, mereka tetap menuntut uangnya dikembalikan utuh.
Puncaknya, tak lama usai menangkis amarah nasabah, Astried dijemput polisi dan diamankan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut. Ratusan nasabah kembali mendatangi Ditreskrimum untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Rupanya, penjemputan Astried oleh polisi juga tak lepas dari laporan resmi yang dimasukkan lima owner Ubay Jaya. Melalui kuasa hukum Arnold Muda dan Haya Wakano, para owner melaporkan Astried atas tuduhan penipuan dan penggelapan dana.
Kasubdit I Ditreskrimum AKBP Hengki Setiawan mengatakan pihaknya saat ini mengamankan Astried guna dilakukan penyelidikan serta untuk keamanan Astried. Sedangkan laporan kuasa hukum lima owner akan tetap diproses. ”Namun ini harus disertai suatu komitmen. Kalau belum siap laporan polisi, maka harus buat laporan pengaduan. Namun kuasa hukumnya tetap buat laporan polisi. Kita harus komitmen tidak ada uang kembali, dan mereka pun komitmen,” ujarnya.
Menurut Hengki, dana sebesar Rp 163 miliar di rekening Astried masih akan diselidiki kebenaran dan sumbernya. Pihaknya juga saat ini masih mengupayakan mediasi dengan mencari solusi apabila uang tersebut benar-benar ada. ”Apabila uang yang ada di bank itu benar-benar ada, maka kita upayakan bagaimana caranya agar uang ini bisa kembali ke ribuan nasabah tersebut. Nanti kita upayakan gimana caranya,” ujarnya.
Sementara itu, para korban mengaku telah menunggu di rumah Astried sejak pagi kemarin. Pasalnya, sesuai perjanjian, Astried seharusnya mengembalikan uang mereka kemarin. Eti, salah satu nasabah, menyatakan dirinya merugi hingga Rp 150 juta. ”Tapi ditunggu sampai siang tidak ada. Kalau tidak dikembalikan maka akan kami tuntut supaya dia dihukum seumur hidup,” kecamnya.
Nasabah lain, seorang ASN yang enggan menyebutkan namanya, menyebutkan dirinya menginvestasikan dana Rp 15 juta. Sampai saat ini baru dikembalikan Rp 5 juta. Itu pun setelah dirinya mengancam Astried. ”Saya ancam akan gunakan doti-doti (ilmu hitam, red), jadi dia takut. Langsung telepon saya dan ketemu langsung mengembalikan Rp 5 juta. Sedangkan sisanya janji hari ini (kemarin, red),” jelasnya.

OJK Turun Tangan/
Di sisi lain, menindaklanjuti praktik investasi ilegal yang meresahkan masyarakat Maluku Utara, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo dan Malut Elyanus Pongsoda mengunjungi Malut untuk meneliti dokumen perusahaan CV Ubay Jaya. “Hari ini (kemarin, red) saya dan beberapa teman dari OJK sudah tiba di Ternate,” ujar Elyanus kepada Malut Post.
Elyanus mengatakan, setelah mendapat infromasi terkait aktivitas CV Ubay Jaya, pihaknya langsung menelusuri dokumen perusahaan yang bergerak di bidang investasi keuangan itu ke OJK Pusat. Ternyata data perusahaan tersebut tidak terdaftar. “Setelah kita cek dokumentasi di OJK Pusat ternyata CV Ubay Jaya tidak terdaftar di OJK,” jelasnya.
OJK, kata dia, akan mencari tahu siapa yang memberi izin usaha perusahaan tersebut. Sebab yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin semua perusahaan jasa keuangan adalah OJK. Ini sesuai dengan pasal 6 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK. “Yang memberi izin usaha jasa keuangan di sektor perbankan, kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal, kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun dan lembaga pembiayaan serta lembaga jasa keuangan lainnya. Bahkan lembaga pelayanan khusus seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan adalah OJK. Selain itu, tidak bisa mengeluarkan izin,” tegas Elyanus.  
Soal CV Ubay Jaya yang beralasan uang nasabah ditahan bank, kata Elyanus, itu tidak betul. Sebab bank tidak akan menahan dana nasabah. “Itu tidak benar. Bank tidak akan menahan dana nasabah,” tukasnya.   
Dia menambahkan, hari ini OJK akan mengundang Kepala Bank Indonesia (BI) Malut dan Polda beserta PT Karapoto Teknologi Finansial untuk melakukan pertemuan. “Hari ini pukul 10.00 saya akan rapat dengan Kepala BI dan PT Karapoto bersama Polda di BI Malut. Kemudian, esok harinya Jumat (9/3) kami akan rapat bersama CV Ubay Jaya,” katanya.(tr-03/mg-02/mpf/kai)

 

CV Ubay yang tak Lagi Jaya

Selasa (20/2)
Ratusan nasabah CV Ubay Jaya mengamuk di kontrakan player Astried F. Pakaya di Kalumata

Rabu (21/2)
- Nasabah lanjut mengamuk
- Astried dan 5 owner Ubay menandatangani surat pernyataan di hadapan polisi menyatakan akan mengembalikan modal nasabah pada 25 Februari 2018
- Sedangkan pencairan yang jatuh tempo Desember 2017 akan dibayarkan 20 Maret 2018 plus profit
- Pencairan jatuh tempo Januari-Februari 2018 akan dibayarkan 7 April 2018 plus profit


Rabu (7/3)
- Nasabah kembali mengamuk, Astried nyaris diamuk massa
- 5 owner melaporkan Astried F. Pakaya ke Mapolres Ternate dengan tuduhan penipuan dan penggelapan
- Astried ditahan pihak kepolisian untuk pengamanan amuk massa dan penyelidikan kasus penipuan

 


Sepak Terjang Ubay Jaya// jdl

- Nasabah yang menyetorkan uang mencapai 2.000 orang
- 8 owner bertugas mencari nasabah
- Nasabah dijanjikan keuntungan hingga 200 persen
- Uang yang disetor nasabah ke owner lalu diserahkan ke player (Astried F. Pakaya) untuk diputar
- Player memutar uang nasabah lewat Olymp Trade
- Hingga batas waktu yang dijanjikan keuntungan nasabah tak kunjung didapat
- Player mengaku kalah dalam Olymp Trade dan seluruh dana hangus
- Jumlah dana saat ini di rekening player sebesar Rp 163 M


Dana di Rekening Player judul
27/2/2018 Setor Tunai Rp 5 juta
2/3/2018 Pindah Buku dari BPR Margatama Rp 47 miliar
2/3/2018 Transfer Bank Mandiri Rp 38 miliar
2/3/2018 Transfer Bank BCA Rp 78 miliar
Saldo Akhir Rp 163 miliar

 

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,20%)       :       (16,80%)

Dahlan Iskan