Rabu, 12 Desember 2018

 Headline

Pengelola Investasi Bodong Terancam TPPU

Diposting pada 13/03/2018, 11:02 WIT
Astried Fitriyanti pengelola CV Ubay Jaya saat berada di Mapolda Malut.
Astried Fitriyanti pengelola CV Ubay Jaya saat berada di Mapolda Malut.

TERNATE – Kasus investasi bodong yang melibatkan pengelola CV Ubay Jaya dipastikan akan bertambah panjang. Meski saat ini salah satu pengelola, Astried Fitriyanti Pakaya, telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan, pihak pelapor tampaknya belum puas. Pelapor yang terdiri atas empat pengelola lain Ubay, yakni Hastuti Munir, Maswita Muswan, Sugiarti R.A. Hataul, dan Imeldawati Darjan, bakal memasukkan laporan terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Kuasa hukum keempat owner Hendra Karianga menuturkan, dalam kasus tersebut pihaknya tidak akan berhenti sampai pada laporan dugaan penipuan saja. Untuk mengungkap secara jelas kasus itu, dalam waktu dekat tim akan memasukkan laporan ke Polda Malut terkait TPPU yang diduga dilakukan tersangka Astried Pakaya. ”Sehari dua laporan itu akan kami masukkan,” katanya saat dihubungi Malut Post, Senin (12/3).
Ia menjelaskan, laporan TPPU itu dikarenakan tersangka Astried diduga telah menyimpan uang dari hasil investasi bodong tersebut di empat bank berbeda. ”Termasuk dia juga menyamarkan uang ke beberapa keluarganya. Kami laporkan soal TPPU itu agar PPATK turun,” jelasnya.
Disentil terkait dugaan keterlibatan oknum jaksa berinisial MHP yang tak lain adalah orang tua tersangka, Hendra menegaskan keterlibatan jaksa tersebut sudah sangat jelas. Kejelasan ini dinyatakan berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi pihaknya. ”Kami punya bukti percakapan WhatsApp antara Astried dengan ayahnya. Jadi tenang saja, tunggu tanggal mainnya,” cetus Hendra.
Kepolisian Malut sendiri memastikan terus mendalami kasus penipuan berkedok investasi tersebut. Tak hanya CV Ubay Jaya, Polda juga mulai mengidentifikasi investasi ilegal lain. Investigasi dan identifikasi telah dilakukan hingga ke kabupaten/kota lain di Malut. ”Selain kami menunggu laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan, kami juga dalam kejadian yang sudah mulai terjadi ini di seluruh Polres jajaran. Jadi bukan cuma CV Ubay Jaya,” kata juru bicara Polda Malut AKBP Hendri Badar saat dikonfirmasi di halaman Mapolda kemarin.
Investigasi yang dilakukan oleh Polda dan jajaran itu hingga kini masih terus dilakukan. Mantan Wakapolres Tidore Kepulauan itu juga meminta agar masyarakat yang mengikuti investasi-investasi serupa dan telah dirugikan segera melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. ”Masalah ini diawali dengan satu kesepakatan, dua perjanjian terkait kepentingan terhadap investasi itu, dalam sesudah atau sebelum perjalann ada yang merasa dirugikan. Jadi yang merasa dirugikan itu segera melapor,” imbuhnya.

Mengaku Kontraktor
Sementara itu, Bank Centra Asia (BCA) Cabang Ternate mengonfirmasi adanya rekening yang dibuka Astried F. Pakaya di BCA. Meski begitu, BCA menegaskan tak bekerja sama dengan perusahaan investasi abal-abal CV Ubay Jaya. Pasalnya, Astried membuka rekening menggunakan nama perusahaan lain.
Costumer Service BCA Capem Ternate Ahmad Alhadad menuturkan, Astried memang membuka tabungan pribadi dan giro namun nilainya hanya ratusan ribu, tidak sampai jutaan. Karena itu, menuturnya tidak pas jika nasabah menuntut BCA. ”Tuntutan itu harus ke Astried, bukan ke BCA. Karena dia yang membohongi nasabah dengan mengatasnamakan bank,” ujarnya kemarin.
Dia menjelaskan, sebelum ada investasi bodong, Astried sudah membuka tabungan pribadi di BCA. Lalu pada Februari 2018 dia kembali membuka giro perusahaan berbentuk CV, tapi bukan atas nama CV Ubay Jaya. Sayangnya Ahmad mengaku lupa apa nama CV tersebut.
BCA menerima permintaan pembukaan giro karena persyaratan yang diajukan Astried lengkap. Saat awal membuka tabungan, bank tidak curiga karena saat wawancara Astried mengaku pekerjaannya sebagai kontraktor dan konsultan jasa pengadaan mobil. ”Kita percaya karena dari hasil wawancara itu. Tapi setelah tiga hari kemudian, sering ada yang datang tanya soal rekening Astried. Di situ kita mulai curiga,” jelas Ahmad.
Begitu muncul berita bahwa Astried memiliki dana miliaran rupiah di BCA, pihak bank bermaksud mendatangi Astried untuk meminta klarifikasi. Namun polisi dan Astried lebih dulu datang ke BCA. ”Saat dikonfrontir polisi Astried mengaku informasi soal itu bukan darinya. Ini tergambar jelas ada kebohongan dari awal,” kata Ahmad kesal.
Dia berharap nasabah menunggu proses penyelidikan yang dilakukan polisi, karena BCA telah menyerahkan bukti yang diminta polisi.(cr-04/mg-02/onk/kai)

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,20%)       :       (16,80%)

Dahlan Iskan