Headline

Giliran Alien Mus di Ujung Tanduk

Diposting pada 20/03/2018, 12:31 WIT
Alien Mus
Alien Mus

TERNATE–Di tengah mencuatnya kasus hukum yang menjerat Ahmad Hidayat Mus (AHM), calon gubernur (cagub) Maluku Utara (Malut) dari Partai Golkar, isu musyawarah daerah  luar biasa (musdalub) partai berjuluk “beringin” itu juga makin mengkristal. Posisi Alien Mus, yang juga  adik kandung AHM sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Malut pun di ujung tanduk. Ini setelah tim yang diturunkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memperkuat  sinyalemen akan dilaksanakannya Musdalub sebagaimana  tuntutan sebelumnya dari 7 Dewan Pimpinan Daerah Daerah (DPD) II Partai Golkar di Malut. Tim dari DPP sendiri dipimpin         Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Golkar  Taufik Hidayat. Ia hadir bersama sejumlah petinggi DPP menggelar rapat tertutup bersama pengurus DPD I dan DPD II Partai Golkar se-Malut di Grand Dafam Bela International Hotel, kemarin (19/3).    Hadir pula anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Abdul Gafur.   Rapat tersebut berlangsung dengan dengan agenda verifikasi sejumlah persoalan internal yang menjadi alasan 7 DPD II mengusulkan Musdalub menggantikan kepemimpinan Alien Mus. Tujuh DPD II itu masing-masing DPD II Partai Golkar Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Morotai, Halmahera Tengah, Kota Ternate dan Tidore Kepulauan. Salah satu persoalan yang dibahas dalam rapat tertutup itu, yakni kasus pemecatan Samad Moid dari Ketua DPD II Partai Golkar Halmahera Barat.
    Amatan Malut Post, mayoritas  pengurus dan kader Golkar Malut hadir dalam rapat tersebut. Mereka itu antara lain, Edi Langkara,  Hamid Usman, Badarudin Gailea, Syukur Mandar   Samad Moid dan  Jumal Luange. Sementara Alien Mus sekalu  Ketua DPD I Partai Golkar Malut sendiri tak terlihat mengikuti rapat.  Rapat dibagi dalam dua //session//. //Session// pertama,  DPP meminta keterangan pengurus DPD II Partai Golkar  Halmahera Barat terkait pemecatan Samad Moid.  Hadir mewakili DPD I, Hamid Usman selaku Sekretaris DPD I Partai Golkar Malut. Sementara //session// kedua, tim dari DPP menggelar rapat tertutup dengan pengurus DPD I Partai Golkar Malut.
Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Golkar  Taufik Hidayat saat dicegat wartawan usai rapat menjelaskan  kehadiran mereka untuk memverifikasi sejumlah permasalahan yang melatari usulan Musdalub dari mayoritas DPD II II Golkar di Malut. "Standar penyelesaian masalah di internal Golkar yakni melakukan verifikasi dengan turun langsung ke lapangan. Ada sejumlah masalah  antara lain soal pemecatan Samad itu. Karenanya kita datang untuk menyelesaikan," ungkapnya.  Meski tak menyebutkan secara gamblang hasil pertemuan  itu, Taufik mengakui adanya desakan musdalub. Ia bahkan mengisyaratkan bahkal dilaksanakannya musdalub.  ”Mulai dari kehadiran kami di sini menunjukkan ada suatu langkah bahwa akan menuju ke sana (musdalub, red). Mereka (pengurus daerah, red) menyampaikan ke DPP untuk dilakukan Musdalub. Jadi kita menyerap semua alasan mereka itu,” ungkapnya.
Terkait pemecatan Samad Moid,  Taufik mengakui persoalan Samad belum diputuskan. Dia menuturkan, DPP masih akan melakukan kajian. Namun ia memastikan persoalan tersebut bakal diselesaikan secara internal Golkar. ”Intinya akan diselesaikan secara hukum yang benar dan secara politik juga //clear//. Karena itu belum ada pengakuan soal status Samad. Di forum rapat tadi juga kita belum memutuskan apa-apa,” katanya.
Samad Moid sendiri mengaku sudah menyampaikan kronologi pemecatan dirinya ke DPP. Menurut Samad,  DPP sangat menyayangkan apa yang dilakukan pengurus DPD I Partai Golkar Malut di bawah kepemimpinan     Alien Mus  dan Hamid Usman. “Alasan Hamid Usman, pemecatan saya atas perintah AHM yang saat itu menjabat sebagai Korbid Pemenangan Indonesia Timur DPP Golkar. Jadi pemecatan itu sangat inkonstitusional," tandas Samad.
 Sementara Hamid tak mau berkomentar banyak. Ia hanya membenarkan pengakuan Samad."Apa yang disampaikan Samad itulah kronologis yang sebenarnya,"akunya. Meski begitu, Hamid menandaskan tidak ada unsur paksaan dari siapa pun untuk memecat Samad. “Tidak ada intervensi. Pemecatan dilakukan secara tiba-tiba karena keadaan politik yang memaksa saat itu. Tapi itu sesuai AD ART partai,” ujar Hamid.  Hamid sendiri menyerahkan semuanya kepada DPP. "Yang jelas kalau keputusan DPP mau Musdalub atau Musda, kami tetap siap. Arahnya kemungkinan besar akan Musdalub," pungkas Hamid. Di sisi lain, isu kandidat Ketua DPD I Partai Golkar Malut  menguat di balik rencana Musdalub. Kader Golkar, Edi Langkara disebut-sebut kandidat terkuat menggantikan Alien Mus. Selain posisinya sebagai Bupati Halmahera Tengah, Edi dikenal sebagai kader tulen Golkar yang mengawali karir politik dari bawah.
    Edi sendiri saat ditemui koran ini usai rapat kemarin mengaku dirinya tetap bersandar pada aturan partai. "Saya tetap berjalan sesuai koridor organisasi. Isu tentang saya mau diusulkan menggantikan Alien, saya kembalikan ke aturan partai," katanya singkat. (tr-01/fai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan