Headline

Sejumlah Sektor jadi Perhatian Serius

Diposting pada 21/03/2018, 12:21 WIT
Kantor Walikota Ternate
Kantor Walikota Ternate

TERNATE – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kota Ternate, Selasa (20/3).
    Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam menyusun perencanaan dan penganggaran APBD 2019.

    Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate Said Assagaf mengatakan, musrenbang dan RKPD merupakan rangkaian kegiatan penganggaran dalam satu tahun. Musrenbang tingkat kota kata Said merupakan forum dalam merekapitulasi, usulan musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan.” Forum musrenbang kota ini untuk menjembatani antara SKPD dengan hasil musrenbang tingkat bawah yang kemudian mengerucut menjadi program dan kegiatan SKPD,” jelas Said.

    Said berujar, wacana yang diangkat pada musrenbang dan RKPD tahun ini untuk menjawab kesenjangan pertumbuhan antara wilayah terutama di daerah terpencil. Pihaknya kata Said akan memberikan perhatian pada masalah kemiskinan, meski menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa angka kemiskinan Kota Ternate paling terendah di dunia sebesar 2,7 persen. Meski rendah hal itu tetap harus menjadi perhatian pemerintah.” Karena itu sektor UMKM dan kebijakan pembangunan yang lain juga digenjot. Kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian dalam Musrenbang dan RKPD kali ini termasuk masalah pemenuhan listrik dan tunjangan terpencil baik guru maupun tenaga medis,” jelasnya.


    Menurut Said, hingga saat ini ada beberapa potensi yang belum optimal salah satunya sektor perikanan, padahal perikanan merupakan sektor andalan, karena luas wilayah laut di Kota Ternate lebih luas dari pesisir, karena itu, harus ada sebuah program budidaya ikan tangkap maupun laut.” Ikan merupakan
salah satu komoditas yang menumbang angka inflasi paling tinggi,” terangnya.
 
    Selain sektor perikanan dalam musrenbang itu, sektor pertanian juga menjadi perhatian. Tiga kecamatan di luar Pulau Ternate akan menjadi pilot project untuk budidaya holtikultura. Sektor pariwisata sambung Said juga dijadikan titik fokus pengembangan. Wacana Ternate sebagai kota wisata selama ini belum berjalan maksimal karena keterbatasan anggaran sehingga itu kedepannya anggaran untuk sektor ini akan lebih di maksimalkan .” Kerjasama segi tiga emas antara Ternate, Tidore dan Halbar juga menjadi perhatian, bahkan hal ini akan dibahas dalam forum musrenbang khusus antara tiga daerah ini,” akunya.         

    Terpisah Wakil Ketua DPRD Kota Ternate Muhammad Iqbal Ruray saat dikonfirmasi mengatakan,  musrenbang dan RKPD harus menjadi catatan pemerintah terkait visi-misi wali kota yang belum tuntas dikerjakan mengingat masa periode wali kota dan wakil wali kota tinggal beberapa tahun lagi.” Misalnya kekurangan tenaga guru, tenaga kesehatan, pembenahan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, air bersih dan listrik, serta masalah tunjangan daerah terpencil, hal ini yang menjadi problem untuk segera harus diselesaikan,” ujar politisi golkar ini.
    Masalah-masalah yang dibahas dan diusulkan pada tahun 2019 harus sinkron dengan visi misi dan RPJMD.” Kegiatannya harus pro rakyat,” harapnya.(cr-05/rul)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan