Sabtu, 20 Oktober 2018

 Headline

AGK-YA Mendadak Pecat Rusmin Latara

Diposting pada 09/04/2018, 12:36 WIT
Abdul Gani Kasuba & RUSMIN Latara
Abdul Gani Kasuba & RUSMIN Latara

TERNATE - Satu per satu tim pemenangan pasangan calon gubernur-wakil gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA) berguguran dari formasi tim. Setelah tim dari partai politik pengusung Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menarik diri, kini giliran Rusmin Latara (RL) yang didepak dari tim.
Terdepaknya Rusmin ditegaskan dalam surat kepadanya yang ditandatangani Gani Kasuba dan Yasin Ali. Surat bertanggal 4 Maret 2018 itu memuat empat poin yang harus dipatuhi politisi Partai NasDem tersebut. Yakni tidak lagi terlibat dalam semua aktivitas kampanye AGK-YA, tidak menempati atau beraktivitas di salah satu posko pemenangan AGK-YA, menyerahkan kembali atribut, seragam, dan segala macam alat publikasi lain milik AGK-YA, serta menarik dan membatalkan semua Surat Keputusan (SK) Relawan yang telah dibuat Rusmin tanpa sepengetahuan paslon.
Surat pemecatan ini pertama kali beredar di media sosial. Sempat menimbulkan tanda tanya, Rusmin akhirnya mengonfirmasi keaslian surat tersebut melalui akun Facebook-nya.
Saat dikonfirmasi Malut Post Minggu (8/4), mantan anggota DPRD Malut ini mengaku tak mengetahui alasan pemecatan dirinya. Dalam surat tersebut disebutkan ia mengundurkan diri dari jabatannya selaku Koordinator Pemenangan Zona Sula-Taliabu. Namun Rusmin memastikan tak ada pengunduran diri darinya. ”Jadi informasi yang beredar bahwa saya dipecat dari tim oleh AGK itu memang benar adanya,” ungkapnya.
Pemecatan Rusmin ini terbilang mengagetkan. Pasalnya, ia dikenal sebagai salah satu orang dekat AGK. Pada periode pertama pencalonan AGK selaku gubernur pun Rusmin sudah terlibat aktif dalam ring 1. ”Saya sendiri saja kaget (dengan pemecatan). Tapi mungkin pemecatan ini sudah benar, mungkin karena kerja-kerja saya selama ini tidak sesuai dengan apa yang diinginkan paslon,” ucapnya.
Mengaku kecewa, Rusmin menyatakan langkah pemecatan tersebut tak hanya berdampak pada dirinya. Keluarganya pun ikut malu dengan keputusan sepihak itu. ”Yang jelas pemecatan ini membuat saya malu, keluarga saya malu. (Sampai sekarang) saya belum diberitahu alasan yang jelas kenapa saya dipecat," sesalnya.
Sebagai mantan anggota DPRD daerah pemilihan Kepulauan Sula-Taliabu dan mantan calon bupati Kepsul, Rusmin memiliki basis massa tersendiri. Pada pemilihan bupati Kepsul 2015 lalu, meski kalah ia dan pasangannya M. Saleh Marasabessy berhasil meraup suara sebanyak 11.818.
Dalam upayanya mendukung AGK-YA kali ini ia juga telah membentuk tim relawan di 1.052 desa dan kelurahan di seluruh Malut. Meski begitu, Rusmin meminta para relawan untuk tetap patuh terhadap keputusan AGK-YA memecat dirinya. ”Saya minta ke relawan yang saya bentuk di 1.052 desa/kelurahan agar tetap menghargai keputusan ini. Dan kepada kandidat dan relawan saya ucapkan banyak terima kasih atas kerja samanya selama ini,” tuturnya.
Pasca pemecatan tersebut, Rusmin hingga kini belum menentukan langkah selanjutnya. NasDem, partai tempatnya bernaung, dalam pilgub kali ini mengusung paslon Burhan Abdurahman-Ishak Djamaludin (Bur-Jadi). Namun Rusmin sendiri belum memutuskan apakah bakal mengikuti instruksi partainya untuk memenangkan Bur-Jadi. "Saya belum bersikap. Insha Allah dalam waktu dekat akan saya sampaikan melalui konferensi pers," tukasnya.
Sementara itu, cawagub Yasin Ali yang coba dikonfirmasi tak memberikan respon apapun. Begitu pula dengan Ketua Tim Pemenangan yang juga Ketua PDI Perjuangan Malut Muhammad Sinen.
Sementara Juru Bicara AGK-YA Dino Umahuk enggan menanggapi pemecatan tersebut. Menurutnya, persoalan tersebut bukan ranahnya. ”Tidak etis (kalau saya yang komentar), bisa bias juga. Jadi tunggu besok (hari ini, red) konfirmasi langsung ke Ustad (AGK, red) saja,” katanya kemarin.
Sikap senada ditunjukkan Sekretaris PDI P Malut Asrul Rasyid Ichsan. Menolak berkomentar, Asrul meminta agar masalah tersebut ditanyakan langsung ke Ketua Tim Pemenangan. "Konfirmasi langsung Ketua DPD PDIP saja," ujarnya singkat.(tr-01/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,63%)       :       (16,37%)

Dahlan Iskan