Headline

Investasi Bodong Makan Korban Lagi

Diposting pada 16/04/2018, 12:26 WIT
Ilustrasi
Ilustrasi

TERNATE- Ribuan orang yang tertipu investasi bodong CV Ubay Jaya nyatanya tak menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya. Lihat saja, sejumlah warga kembali tertipu investasi bodong dengan modus balik modal. Saat ini, dua pengelola investasi atas nama Rahayu dan Amelia diamankan pihak kepolisian.     
Rahayu dan Amelia yang tercatat sebagai  pegawai Kantor Samsat Kota Ternate itu mengiming-imingi para nasabah dengan pengembalian modal plus bunga 100 persen. Tak tanggung-tanggung, uang dua kali lipat itu bisa diterima dalam jangka waktu 20 hari saja. “Awalnya kita tidak mau menabung. Tapi Amelia mengatakan mereka tidak sama dengan investasi yang dilakukan Astrid CV Ubay Jaya sebelumnya. Makanya kita percaya,” ungkap Ni, salah satu korban, Sabtu (14/4).
Ni akhirnya mempercayakan uang sebesar Rp 30 juta kepada Amelia. Sejak diinvestasikan, hingga kini ia belum mendapatkan keuntungan barang sepeser pun. "Tiba-tiba kami dengar dia sudah ditahan Krimum Polda Malut. Tentu saja ini mengagetkan," ujarnya.
Selain Ni, ada pula korban lain yang mengaku berinvestasi hingga Rp 60 juta. Para korban diketahui telah mendatangi rumah Amelia di Tanah Tinggi Barat untuk menuntut kejelasan darinya sejak Sabtu pagi. Namun Amelia dan Rahayu keburu diamankan polisi. “Sejak tadi banyak orang yang datang cari, tapi rumah Amelia tutup sejak pagi dan tidak ada orang,” ungkap salah satu tetangga.
    Pihak Polda Malut sendiri mengaku mengamankan Rahayu dan Amelia atas permintaan sendiri. “Mereka (Rahayu dan Amelia, Red) datang ke Polda untuk minta pengamanan. Khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujar Kasubdit I Ditreskrimum Polda Malut AKBP Hengki Setiawan saat dikonfirmasi Malut Post, kemarin (15/4).
Namun Hengki mengaku pihaknya belum memproses  kasus ini karena belum ada laporan resmi dari  pihak-pihak  yang merasa dirugikan. “Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk,” terangnya.

Dapat Penangguhan
Sementara itu, salah satu pengelola perusahaan investasi bodong Ubay Jaya, Astuti Munir, dikabarkan memperoleh penangguhan penahanan. Penangguhan ini membuat meradang para korban penipuan. Noval, salah satu korban, bersama korban lainnya bahkan mendatangi rumah Astuti untuk meminta penjelasan.
Sayangnya, saat berada di rumah pemilik Ubay Jaya itu, Noval dan rombongannya justru diancam oleh keluarga Astuti. Kepada Malut Post Noval menuturkan, ia dan rekan-rekannya hanya meminta penjelasan mengapa Astuti dibebaskan sementara player Astried F. Pakaya masih berada dalam tahanan. “Kita hanya minta kejelasan tapi keluarga Astuti mengancam ambil parang untuk memotong kami. Dan kakaknya ingin memukul istri saya,” ungkapnya kemarin (15/4). Noval juga mengaku ia dan rekan-rekannya didorong keluar dari rumah.
Bagi Noval cs, penangguhan Astuti menimbulkan tanda tanya. Menurut mereka, Astried yang merupakan seorang player lah yang harus dibebaskan agar dapat berupaya mengembalikan uang para korban. "Astried kan jago dalam permainan Olymp Trade. Karena itu kami datang untuk meminta Astuti memberitahukan kepada pengacaranya agar  dapat memberikan penangguhan kepada Astried juga. Karena bagi kami, Astuti keluar pun tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengembalikan uang nasabah CV Ubay Jaya," terangnya.
Selain itu, mereka juga menyesalkan penangguhan yang diberikan kepada Astuti. Pasalnya, Astuti dibebaskan tanpa pemberitahuan kepada Noval cs selaku pelapor. “Kita kecewa dengan keputusan polisi yang menandatangani penangguhan kepada Astuti. Kita merasa tidak dianggap sebagai pelapor,” sesalnya.
Keterangan Noval cs ini dibantah Astuti Munir. Menurut Astuti, Noval dan istri serta tiga temannya datang mempertanyakan surat penangguhan dan mengatakan mereka tidak puas karena Astuti dibebaskan. “Mereka yang melaporkan saya tapi mereka datang di rumah saya dan mengatakan tidak puas karena saya mendapat penangguhan untuk bebas. Hal ini tentu mengundang amarah kakak saya. Makanya mereka disuruh untuk tanyakan ke Krimum dan meminta untuk keluar dari rumah jika tidak dipotong, tapi tidak ada tindakan penganiayaan,” ungkapnya.
Astuti mengungkapkan, ia dibebaskan dengan jaminan suami dan pengacaranya. Tujuannya adalah agar dirinya dapat memikirkan cara mengembalikan uang nasabah. "Tapi malah Noval dan istrinya tidak terima baik," ujarnya.
Dia menambahkan, Noval juga pernah mengancam lewat Messenger akan membunuhnya jika bertemu di jalan. "Dan saya juga sudah beberapa kali diintai Noval," pungkasnya.(mg-02/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan