Headline

MISTER PERFECTO

Diposting pada 16/04/2018, 12:03 WIT
UPP Heynckes dan ZINEDINE Zidane
UPP Heynckes dan ZINEDINE Zidane

NYON – Jupp Heynckes dan Zinedine Zidane bukan entrenador paling jago merebut trofi Liga Champions. Dua-duanya sama-sama baru dua kali mengangkat Si Kuping Lebar, sebutan untuk trofi Liga Champions. Masih kalah dari Carlo Ancelotti yang sudah mengoleksi tiga kali trofi di ajang paling bergengsi Eropa itu.
    Tapi, jika ditanya siapa yang paling jago membawa klubnya berlaga dalam partai puncak Liga Champions, maka Heynckes dan Zidane-lah jawabannya. Entah Heynckes atau Zidane tak pernah gagal membawa klubnya lolos ke final begitu menginjakkan kaki pada fase empat besar. Heynckes tiga kali, dan Zizou dua kali.
    Nah, apa jadinya jika kedua Mister Perfecto itu saling adu sikut di semifinal? Itulah yang baru kali pertama terjadi. Setelah semifinal, cuma satu tactician beda dua generasi ini yang bisa tetap dipanggil Mister Perfecto. Heynckes atau Zizou? ''Ini bisa jadi pertemuan yang eksplosif,'' kata Heynckes menanggapi duelnya dengan Zidane, pasca drawing di Nyon, Swiss, tadi malam WIB, dikutip Sport 1.
    Uniknya, bagi Osram – julukan Heynckes – selalu ada Real di balik suksesnya melaju ke final Liga Champions. Bersama Los Blancos saat 1997-1998 dia merasakan semifinal sekaligus jadi kampiun Liga Champions. Real pulalah yang menggagalkan peluang Heynckes mengawali musim comeback-nya di Bayern Muenchen dengan trofi Liga Champions edisi 2011-2012.
    Dan, musim ini Real yang berpeluang mengganggu momen farewell-nya dengan Bayern. Saya tahu kami dua klub yang punya tradisi besar di Eropa. Saya paham benar dengan Santiago Bernabeu, baik sebagai pemain atau pelatih, saya senang dengan itu,'' kenang pelatih berusia 72 tahun itu.
    Heynckes cuma semusim mengarsiteki Real. Sebagai pemain, Heynckes semasa bermain bagi Borussia Moenchengladbach, pernah menghadapi Real pada perempat final European Cup  1975-1976. Sayang, golnya di Santiago Bernabeu gagal membawa Gladbach lolos ke semifinal, dan kalah gol tandang karena di Rheinstadion skor 2-2.
    Selain memori Valdebebas, Heynckes pun sosok yang mengagumi Zidane. Beberapa kali Heynckes memuji Zizou. Bahkan, saat kali pertama dipercaya menggantikan Carlo Ancelotti di kursi der trainer Bayern pada Oktober lalu, Heynckes menyebut Real-nya Zidane yang menjadi inspirasinya.
    ''Setahu saya, tak mudah mencari sosok yang mampu memberi efek dalam waktu singkat dan itu mampu dia (Zidane) lakukan,'' puji Heynckes, dikutip AS. Apalagi Zidane pernah punya  kenangan manis melawan Bayern. Di balik sukses undecima-nya musim lalu, Real-nya Zidane-lah yang menyingkirkan Manuel Neuer dkk dengan agregat gol 6-3 di perempat final.
    Di Allianz Arena, Muenchen, Bayern ditekuk 1-2 pada leg pertama. Lalu, pada leg kedua kembali dikalahkan 4-2 lewat babak perpanjangan waktu. ''Saya sudah bisa membayangkannya, karena kami sudah sering bertemu (di Liga Champions),'' klaim Presiden Real Florentino Perez kepada AS.
    Yang spesial bagi Zidane, dia mengantar Real sebagai klub pertama yang mampu sampai di semifinal Liga Champions delapan edisi beruntun. ''Takkan mudah mencapainya (melangkah ke semifinal delapan kali), tapi akan jauh lebih sulit jika kembali menandainya dengan bermain di final lagi,'' ungkap Emilio Butragueno, legenda Real yang sekarang menjabat Direktur Relasi Institusi itu, dalam situs resmi UEFA. (jpg/yun)

Share
Berita Terkait

Zamroni Dipanggil Perkuat PSPS Riau

07/03/2018, 13:12 WIT

Puas Meski yang Ketiga

03/02/2018, 23:05 WIT

Rais Siap Bersaing Rebut Tempat

19/02/2018, 12:35 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan