Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / JURNALISME / Mahasiswa KKN Dirikan Pos Baca di Desa Rioribati

Mahasiswa KKN Dirikan Pos Baca di Desa Rioribati

Diposting pada 16/04/2018, 11:43 WIT
PENGABDIAN: Suasana peresmian Pos Baca yang didirikan oleh Mahasiswa KKN di Desa Rioribati, Jailolo
PENGABDIAN: Suasana peresmian Pos Baca yang didirikan oleh Mahasiswa KKN di Desa Rioribati, Jailolo

POS Baca merupakan salah satu representasi dari kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan. Sebagai kabupaten yang berada dalam masa pembangunan, hal paling fokus dalam konsep pembangunan adalah pendidikan. Belajar pada hakekatnya adalah perubahan. Belajar tidak hanya dilakukan di sekolah. Belajar untuk mencari tahu dan mengelola informasi bisa juga dilakukan melalui membaca, seperti mengunjungi rumah-rumah baca ataupun sebagainya.
Pembangunan pos baca di desa Rioribati Kecamatan Jailolo Selatan oleh peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan harapan agar minat baca atau minat belajar masyarakat setempat dapat meningkat untuk mengurangi besarnya tingkat pengangguran. Selama 2 bulan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai peserta KKN yang hadir dengan konsep pemberdayaan melalui pembangunan pos baca akhirnya rampung juga.
Pos baca yang diberi nama “Desa Literasi” diresmikan oleh Yonas Lopa sebagai sekretaris desa Rioribati. Pos baca Desa Literasi tidak dapat diresmikan oleh pejabat desa Rioribati dengan berbagai macam alasannya. Sehari sebelum peresmian, koordinator desa peserta KKN Everd Utubira melakukan koordinasi dengan pejabat kepala desa Rioribati, Manzur Tahalele sembari memberi undangan untuk dapat berkenan menghadiri dan meresmikan pos baca.
Dalam sambutannya, sekretaris desa Rioribati, Yonas Lopa mengkonfirmasi kembali tidak hadirnya pejabat kepala desa dikarenakan gangguan kesehatan. Ini artinya, dua alasan yang berbeda dan tidak jelas. Pasalnya, waktu ditemui oleh kades alasan tidak hadirnya pejabat kepala desa dalam kegiatan peresmian karena kegiatan bersama dengan PLN Jakarta. Namun berbeda dengan yang disampaikan oleh sekretari
koordinator desa, Everd mengatakan bahwa pos baca adalah salah satu representasi dalam menjawab tantangan pembelajaran abad 21 karena salah satu tantangan pembelajaran abad 21 adalah literasi. Maka dengan adanya pos baca ini, saya dan kami mengharapkan agar seluruh masyarakat desa Rioribati dapat mempergunakan pos baca ini dengan baik guna mencari literatur dan informasi juga mengasah cakrawala berpikir masyarakat. Lanjutnya, era modernitas, neoliberalisme kian menggurita. Sehingga melalui pos baca ini masyarakat Rioribati dapat mempergunakannya sebagai media untuk belajar dalam kaitannya untuk membendung kuatnya arus globalisasi dan neoliberalisme atau penjajahan gaya baru kata Everd.
Yonas lopa sebagai sekretaris desa dalam sambutannya juga menambahkan bahwa melalui pos baca, dapat memudahkan warga atau siapapun untuk mencari tahu yang tidak diketahui sebagai masyarakat awam. (*)
Pengurus: Mahasiswa KKN

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan