Senin, 16 September 2019

 Headline
MALUT POST / FOTO / Banyak Desa Bangkitkan Produk Unggulan

Banyak Desa Bangkitkan Produk Unggulan

Diposting pada 28/04/2018, 13:16 WIT
PRODUK: Wali Kota (ketiga kiri) berpose dengan para Direktur BUMDes
PRODUK: Wali Kota (ketiga kiri) berpose dengan para Direktur BUMDes

TIDORE - Petani Kopra di sejumlah desa mulai terfasilitasi teknologi tepat guna, yang dapat memudahkan mereka. Contohnya di Desa Todapa, Kecamatan Oba Kota, Tidore Kepulauan (Tikep), dimana sudah memiliki mesin pengelolaan kopra putih yang sekarang sudah ada di tangan badan usaha milik desa (BUMDes) Makaeling Desa Todapa. Selain itu ada juga desa yang segera memiliki mesin panjat kelapa.

 

Mesin pengolaan kopra putih itu, secara resmi diserahkan Wali Kota Tikep Capt Ali Ibrahim di Pelabuhan Trikora Kota Tikep kepada Direktur BUMDes Makaeling Yusri Hayatu. Menurut Direktur Rumah Pemberdayaan Indonesia (RPI) Muhammad Bayu, mesin pengolahan kopra putih ini berkapasitas sampai 3 ton per sekali pengolaan.
“Jadi selama 7 jam pengolahan untuk kopra putih, mesin ini juga bisa digunakan untuk oven kue, oven ikan maupun oven kacang-kacangan. Jadi ini multi fungsi. Desa-desa yang belum memiliki mesin dan mau punya produk, nah bisa numpang di sana tinggal sewa,” ujar Yusri usai penyerahan mesin pengolahan produk unggulan desa di Pelabuhan Trikora, kemarin (27/4).
Mesin olahan kopra putih juga akan segera dimiliki oleh Desa Selamalofo, Kecamatan Oba Selatan. Selanjutnya di Desa Tauno, Kecamatan Oba Tengah, melalui BUMDesnya juga mereka membelanjakan mesin panjat kelapa yang segera diterima oleh pihak BUMDes. Ke depan, petani kopra di Desa Tauno akan dimudahkan dengan mesin panjat kelapa, yang satu otomatis, dan yang satu manual. “Sehingga ke depan petani kopra jika mau panjat kelapa tinggal sewa mesin milik BUMDes dengan harga Rp 500 per pohon,” tambahnya. Selain itu Desa Tauno juga kini memiliki mesin pengupas sabut kelapa, dan tenda terowong 4 unit.
Selanjutnya di Desa Sigelayef, Kecamatan Oba saat ini punya mesin pengolahan air mineral, dengan kapasitas produksi 1200 gelas per 2 jam dalam sekali produksi. Dikatakan Bayu, untuk mesin ini, ke depan Kota Tikep akan memiliki air mineral tersendiri, dan sebelum dipasarkan lebih dulu launching dengan melengkapi izin-izinnya. “Untuk kapasitas terbesar di Indonesia Timur itu ada di desa Sigelayef, dengan memanfaatkan sumber air terjun Sigelayef. Dengan demikian kita akan punya brand tersendiri, untuk itu maka sebelum kita lempar ke pasaran kita akan launching dulu,” tandas Wali Kota.
Tak hanya Desa Todapa Tauno, Selamalofo dan Segelayef, ada juga desa-desa lainnya juga yang menerima mesin pengolaan produk unggulan. Di antaranya Desa Toseho menerima 6 mesin pengolaan yakni mesin pengolahan dodol 1unit, mesin parutan dodol 1 unit, mesin press santan 1 unit, mesin handsealer 1 unit, mesin diskmill 1 unit, serta mesin pengasapan 1 unit. Berikutnya desa Aketobatu, kini BUMDesnya membelanjakan 2 mesin pengolahan Abon Ikan, Mesin perajang ikan dan spinner 1 unit.
Kemudian desa Kaiyasa kini membelanjakan mesin pengolahan keripik pisang dan singkong. Kemudian di desa Maregam juga membelanjakan 4 unit mesin olahan gerabah, desa Aketobololo juga membelanjakan mesin olahan kue 3 unit, desa Nuku mesin oven 1 unit, Desa Bale mengadakan mesin olahan keripik kelapa dan mesin kemasan. Pengadaan semua mesin itu dianggarkan sendiri oleh desa melalui BUMDes. Dan kemarin secara simbolis diserahkan langsung oleh Wali Kota kepada 6 direktur BUMDes yang terlebih dahulu membelanjakan mesin olahan.
Wali Kota Tikep usai menyerahkan secara simbolis mesin olahan kepada sejumlah direktur BUMDes, kepada Malut Post menyampaikan, dalam penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), pemerintah pusat berharap agar desa harus mandiri. Kemandirian desa itu tercermin ketika terbentuknya BUMDes, dan kehadiran mesin olahan ini, sebagai bentuk dari wujud kemandirian desa, dimana produk di desa diharapkan bisa menampilkan 3 produk unggulan sesuai ketentuan. “Karena itu kemandirian desa ini membutuhkan kreatifitas dan inovatif dari desa dalam membangun desa. kita berharap agar desa memanfaatkan mesin-mesin yang diadakan itu secara baik,”tandasnya. (far/lex)

 

Share
Berita Terkait

Mantapkan Kesiapan Sail Tidore 2021

12/04/2018, 12:49 WIT

“Basmi” Kemiskinan dengan DD

10/03/2018, 11:40 WIT

Pelabuhan Rum Diperbaiki

29/03/2018, 12:08 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan