Headline

Bersatu Lawan Terorisme

Diposting pada 15/05/2018, 13:15 WIT
M. Natsir Thaib
M. Natsir Thaib

TERNATE – Pasca ledakan bom bunuh diri yang terjadi dua hari berturut-turut di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia mengalami peningkatan kesiagaan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan antisipasi serta kewaspadaan. Instruksi Kapolri ini disampaikan lewat video conference (vicon) dengan seluruh jajaran Polda di Indonesia Senin (14/5) kemarin.
Dalam vicon tersebut, jenderal bintang empat ini menekankan kepada seluruh aparat kepolisian untuk tetap siaga dan waspada terhadap aksi teror yang kian mencekam. ”Dalam vicon tadi (kemarin, red) kita diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terhadap aksi teror,” ungkap Wakapolda Maluku Utara Kombes (Pol) Lukas Arry Dwiko Utomo usai vicon.
Menurut Wakapolda, peningkatan kewaspadaan diperlukan agar tragedi di Surabaya tak terulang lagi. ”Bagaimana caranya kita harus antisipasi, makanya kita baru habis melakukan vicon ini untuk mengatur supaya antisipasinya dilakukan,” tuturnya sembari mengatakan pihaknya melakukan antisipasi dengan memperketat pengawasan terhadap keluar masuknya orang di setiap markas komando (mako) kepolisian.
Wakapolda juga mengimbau seluruh masyarakat di Malut agar tidak terprovokasi dengan adanya aksi teror di Jatim. Meski begitu, kewaspadaan harus selalu ditingkatkan. Untuk pengamanan di tempat-tempat ibadah maupun di mako kepolisian, kata mantan Irwasda Polda Sulawesi Selatan ini, pihaknya tetap melakukan pengamanan dan penjagaan yang ketat pasca terjadi aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. ”Semua personel, baik yang sifatnya stasioner (menetap) maupun patroli. Ini kita lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.
Saat ini, Polda Malut maupun seluruh Polda yang ada di Indonesia masih siaga satu terhadap aksi terorisme. Pasca ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya yang terjadi sekira pukul 08.50 WIB kemarin, pengamanan di Mako Polda Malut maupun Polres Ternate diperketat. Sejumlah petugas kepolisian baik dari Brimob maupun Sabhara dengan dipersenjatai lengkap tampak melakukan penjagaan samping kiri-kanan maupun depan dan belakang Mako Polda dan Polres.
Pintu masuk ke mako yang awalnya dibuka lebar, kini ditutup dengan pagar besi. Setiap masyarakat yang masuk ke mako diperiksa dengan ketat.

Tetap Rukun
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Malut M. Natsir Thaib mengungkapkan keprihatinannya dengan aksi teroris yang menewaskan banyak korban. Bahkan aparat kepolisian juga menjadi sasaran teror. Karena itu, dia mengimbau masyarakat Malut agar tidak terprovokasi dan terus menjaga hubungan kekerabatan antar umat beragama. Himbauan ini disampaikan Natsir di sela rapat paripurna pengesahan peraturan daerah (perda) di kantor DPRD l, Sofifi, Senin (14/5).
Wakil Gubernur aktif ini mengatakan, aksi teror dilakukan oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab dan bukan atas nama agama. Sebab semua agama tidak menghendaki adanya kekerasan antar sesama manusia. Karena itu, dia meminta semua pihak agar tidak mengaitkan aksi teror ini dengan isu SARA. "Malut punya pengalaman tentang konflik agama dan itu yang didapatkan hanya kerugian. Dimana daerah dirugikan dan pembangunan tidak jalan. Saat ini pembenahan sudah mulai terjadi, bahkan ekonomi tumbuh di atas rata-rata nasional, kita berharap pembangunan juga bisa mengikuti. Itu terjadi manakala keamanan juga bisa terjaga," terangnya.
Natsir mengatakan, daerah saat ini menghadapi dua momentum besar, yakni pelaksanaan ibadah puasa dan pemilihan kepala daerah. Dua momentum ini harus dikawal dengan baik, sehingga berjalan tanpa ada gesekan atau riak-riak. "Kepada aparat keamanan, saya percaya bisa mampu menyelesaikan masalah ini. Kita punya leluhur punya sejarah kekerabatan yang begitu kuat. Mari kita jaga sebagai bagian dari kekayaan budaya kita," pintanya.
Senada, Wakil Ketua Deprov Ikram Haris juga meminta agar masyarakat tidak terpancing dengan informasi tentang peristiwa teror bom di beberapa daerah saat ini. Dia mengatakan, aksi itu dilakukan oleh kelompok yang tidak punya rasa kemanusiaan. "Ini adalah perbuatan yang bejat yang tidak bisa dikaitkan dengan pemahaman agama tertentu," ujarnya.
Dia meminta agar masyarakat dan pihak kepolisian bersama menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan daerah. Apalagi Malut saat ini sedang menghadapi momentum pilkada. "Saya berharap semua masyarakat memahami bahwa aksi kekerasan ini tidak ada kaitannya dengan agama. Mereka yang membuat aksi teror sesungguhnya tidak punya perikemanusiaan," tukasnya.(tr-03/udy/kai)

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan