Headline

Besok Puasa, Marhaban Ya Ramadan

Diposting pada 16/05/2018, 09:52 WIT
PANTAU: Tim gabungan pemantau hilal saat melakukan rukyatulhilal di pantai Desa Ropu Tengah Balu, Kecamatan Sahu, Halmahera Barat, Selasa (15/5). KEMENAG MALUT FOR MALUT POST
PANTAU: Tim gabungan pemantau hilal saat melakukan rukyatulhilal di pantai Desa Ropu Tengah Balu, Kecamatan Sahu, Halmahera Barat, Selasa (15/5). KEMENAG MALUT FOR MALUT POST

    JAILOLO-- Rukyatulhilal atau upaya melihat bulan sabit baru di kaki langit rutin dilakukan jelang Ramadan. Tahun ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara kembali melakukannya untuk penentuan 1 Ramadan 1439 Hijriah, Selasa (15/5). Rukyatulhilal ini dipusatkan di pantai Desa Ropu Tengah Balu Kecamatan Sahu, Halmahera Barat.
Kepala Kanwil Kemenag Malut yang diwakili Pembimbing Syariah Drs. H. Hasbullah Tahir mengatakan, hasil pelaksanaan rukyatulhilal yang dilakukan serentak di seluruh provinsi di Indonesia Ini akan menjadi masukan bagi Kemenag RI untuk menetapkan 1 Ramadan. Keputusan 1 Ramadan ditentukan dalam sidang Isbat yang berlangsung pukul 18.34 WIB kemarin. Sidang ini juga melibatkan organisasi kemasyarakatan Islam. "Di Malut sendiri rukyatulhilal dilakukan di dua titik yakni Desa Ropu Tengah Balu dan Pantai Taduma, Ternate. Pemantauan di Taduma dilaksanakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," tuturnya.
Berdasarkan hasil hisab Kemenag Malut, ketinggian hilal pada saat rukyat 15 Mei 2018 bertepatan dengan 29 Syaban 1439 H, tinggi hilal -1 derajat 10 menit 25 detik (berada di bawah ufuk) dengan posisi hilal selatan matahari. "Dengan demikian pada waktu pengamatan oleh Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Malut dan Kemenag Halbar, hilal tidak terlihat," terang Hasbullah.
Hadir dalam pelaksanaan rukyatulhilal tersebut selain tim hisab rukyat Kanwil Kemenag Malut yang dipimpin oleh Pebimsyar Hasbullah Tahir, ada pula Kakankemenag Halmahera Barat Drs. H. Idris, para pejabat eselon IV Kanwil Kemenag Malut dan Kankemenag Halbar, pemerintah kabupaten Halbar, para kepala KUA se-Kabupaten Halbar, serta tokoh agama Kecamatan Sahu. "Jadi untuk penetapan 1 Ramadan kita masih menunggu hasil sidang Isbat," ujar Hasbullah.


 Besok Puasa
Seperti prediksi sebelumnya, tidak ada perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan 1439 H/2018 M. Usai menggelar sidang isbat tadi malam, Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan awal puasa jatuh pada Kamis (17/5) besok. Artinya nanti malam (16/5) sudah mulai pelaksanaan salat tarawih. Hasil keputusan sidang isbat itu disampaikan langsung oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin. Dia didampingi Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong, dan Ketua Majalis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi. "Sampai sidang isbat selesai, menerima laporan dari 32 titik yang melakukan Rukyatul hilal. Tidak ada satupun yang berhasil melihat hilal," katanya. Dengan demikian diputuskan bahwa jumlah hari di bulan Syaban digenapkan atau disempurnakan menjadi 30 hari. Sehingga 1 Ramadan jatuh pada 17 Mei. Lukman bersyukur tahun ini awal puasa serempak. Dia memaknainya sebagai berkah dan anugrah.
       Pada kesempatan yang sama Lukman juga menjelaskan terkait rencana dibuat kalender Islam yang tunggal. Dengan adanya kalender tunggal ini, penetapan awal puasa, lebaran, dan idul adha bisa serempak dan dipastikan sejak awal. "Kami di Kemenag sejak tahun lalu serius terkait aspirasi umat (kalender Islam tunggal, Red). Mudah-mudahan tahun ini bisa terwujud," jelasnya. Lukman mengatakan pembahasan kalender Islam tunggal itu dikaji di Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar). Untuk mewujudkannya Kemenag sudah berdiskusi dengan ormas Islam, ulama, serta ahli astronomi dan falak. Ali Taher mengatakan kalender tunggal itu sangat penting. Sebab bisa membuat penetapan tanggal-tanggal penting dan terkait ibadah serentak. Selain itu juga lebih efektif serta efisien. Dia mengatakan parlemen mendukung dan menunggu segera ditetapkannya kalender Islam tunggal itu.
Sementara itu Abdullah Jaidi menyampaikan MUI bersyukur bahwa seluruh ormas Islam menetapkan 1 Ramadan secara kompak 17 Mei. Kepada umat Islam yang menyongsong bulan puasa bisa mewujudkan rasa amanah dan menebar rasa kasih sayang. "Meningkatkan hubungan sebagai bangsa Indonesia dan sebagai muslim yang rahmatan lil Alamin," tuturnya. Dia juga menyampaikan di bulan puasa nanti, MUI akan melakukan monitoring tayangan di televisi. Dia berharap kepada pengelola televisi supaya menyiarkan tayangan yang menghormati orang beribadah puasa. "Tayangan yang sejuk, membawa kemaslahatan, kasih sayang, dan mewujudkan kehidupan penuh rahmah," pungkasnya.  (JPG/adv/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan