Kamis, 18 Oktober 2018

 Headline

Petugas Lapas Bisnis Narkoba

Diposting pada 07/06/2018, 12:26 WIT
Muji Raharjo
Muji Raharjo

TERNATE – Kecurigaan publik terkait lembaga pemasyarakatan sebagai salah satu tempat transaksi narkotika dikuatkan dengan penangkapan GS alias Gun alias Tete. Gun yang merupakan Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Keamanan Sel di Lapas Kelas IIA Ternate ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku Utara, Senin (4/6) pagi pukul 09.30 WIT. Ia diduga kuat terlibat dalam peredaran narkotika yang terjadi di dalam lapas selama ini.
Informasi yang dihimpun Malut Post, Gun ditangkap di rumah dinasnya yang terletak di belakang lapas, Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate. Dalam penangkapan oknum petugas lapas itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sabu paketan seharga Rp 2 jutaan yang dikemas dalam plastik bening. Sabu tersebut diduga milik AT alias Tox, salah satu narapidana kasus narkotika yang tengah mendekam di balik jeruji besi Lapas Ternate.
Kepolisian sendiri belum bersedia memberikan keterangan rinci tentang penangkapan tersebut. Direktur Ditresnarkoba Polda Malut Kombes (Pol) Mirza Alwi saat dikonfirmasi kemarin (6/6) usai gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Lapangan Ngara Lamo, Ternate Tengah, meminta media menunggu rilis kepolisian. ”Besok (hari ini, red) sore kami rilis kasusnya,” katanya.
Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Malut Muji Raharjo yang ditemui di ruang kerjanya kemarin membenarkan adanya penangkapan salah satu bawahannya. Dia menuturkan, kabar penangkapan itu diterima pihak Kanwil saat melaksanakan tarawih berjamaah di Kanwil Kemenkumham yang dihadiri pula Kepala Kanwil Nofli. ”Dapat kabar dari Plh Kalapas Ternate bahwa atas laporan RT setempat, ada salah satu anggota Lapas Ternate tertangkap di rumah dinas oleh jajaran Polda Maluku Utara,” tuturnya.
Penangkapan tersebut, lanjut Muji, lantaran oknum tersebut disinyalir membawa narkotika jenis sabu. Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah ditahan di Mapolda. ”Untuk tindak lanjut sendiri, ada dua tindakan yang akan dilakukan. Yakni untuk tindakan hukum pidananya dan penyidikan diserahkan ke ranah hukum,” katanya.
Di samping sisi hukum, Kanwil Kemenkumham juga akan menindak dari sisi kepegawaian. Dimana pelaku akan diperiksa untuk menentukan sanksi kepegawaiannya. ”Kalau sanksi pidananya kita serahkan ke pengadilan untuk putusan. Itu tetap kita lakukan. Yang jelas, kita berhentikan sementara dan mendapatkan gaji 75 persen. Itu nanti keputusan Kakanwil. Nanti setelah putusan pengadilan, diberhentikan 50 persen gajinya, itu aturan undang-undang kepegawaian,” jelas Muji yang baru bertugas di Kemenkumham Malut selama 15 hari berjalan ini.
Bukan hanya itu, Gun juga terancam hukuman tindakan disiplin. Muji memastikan, hukuman terberat lah yang akan diberikan. ”Karena komitmen kami jelas, yakni tidak boleh menggunakan atau mengedarkan narkoba. (Karena itu) akan diberikan sanksi setegas-tegasnya,” ujarnya.
Muji sendiri mengaku belum dapat memastikan informasi yang beredar di luar bahwa Gun alias Tete sering melakukan transaksi narkotika di dalam lapas. Namun ia memastikan, pegawai yang terlibat narkoba bakal disanksi bahkan hingga tingkat pemecatan. ”Itu pasti dilakukan. Kita juga kooperatif dengan BNN dan petugas lainnya. Kami memastikan untuk masalah itu akan diambil tindakan tegas,” katanya.
Selama ini, Kanwil Kemenkumham intensif melakukan langkah-langkah pencegahan peredaran narkotika di lapas. Diantaranya dengan melakukan tes urine kepada pegawai dan tahanan, pengamanan pintu utama (P2U), penggeledahan pengamanan, dan penggeledahan di dalam kamar tahanan. ”Dan jika ditemukan barang bukti akan diserahkan ke polisi,” tuturnya.
Insiden penangkapan tersebut diakui Muji menjadi alarm bagi pihaknya untuk lebih keras mengingatkan para pegawai. Apalagi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah mewanti-wanti untuk melakukan tindakan keras kepada oknum yang terlibat dengan narkoba. ”Itu sudah jelas. Kita di seluruh jajaran Hukum dan HAM telah menandatangani, baik lapas, imigrasi, maupun lainnya, tidak mengedarkan dan memakai narkoba. Juga siap mendapat sanksi terberat. Itu komitmen dan selalu diingatkan. Kalau ada yang masih bandel. ada mekanismenya. Kalau yang bersangkutan ini sudah pasti dicopot jabatannya, kami jamin,” tegasnya mengakhiri.(tr-04/kai)

 

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,64%)       :       (16,36%)

Dahlan Iskan