Headline

Internal Golkar Retak

Diposting pada 09/06/2018, 12:10 WIT
Partai Golkar
Partai Golkar

TERNATE – Pemilihan Gubernur Maluku Utara 2018 tinggal menghitung hari. Di tengah agenda kampanye yang padat, aroma perpecahan internal Partai Golkar kian tercium. Konflik internal partai berlambang beringin itu bahkan berimbas pada pemecatan Ketua dan Sekretaris Golkar Kota Ternate Abdul Gani Sangaji dan Muis Djamin.
Posisi Abdul Gani dan Muis masing-masing digantikan oleh politisi senior Golkar M. Iqbal Ruray dan Fuad Alhadi. Iqbal saat ini adalah Wakil Ketua DPRD Kota Ternate, sementara Fuad adalah mantan anggota DPRD Kota Ternate yang juga salah satu penasehat hukum pasangan calon jagoan Golkar, Ahmad Hidayat Mus-Rivai umar (AHM).
Musi Djamin dalam konferensi pers di Hotel Boulevard Ternate, Jumat (8/6), mengungkapkan, pemecatan dirinya dan ketua oleh DPD I Golkar Malut adalah cacat hukum. Menurutnya, pemecatan keduanya tidak melalui proses sebagaimana diatur dalam AD-ART partai. ”Kami menyayangkan, ini momentum pilgub dan pilpres di depan mata tapi kenapa harus ada insiden seperti ini. Pemecatan ini sesungguhnya sangat inprosedural atau cacat hukum karena tidak dilakukan melalui proses sebenarnya," ungkap Muis pada wartawan.
Dia menyebutkan, proses pemecatan dirinya dan Abdul Gani dilakukan melalui forum rapat pleno tanpa ada pemberitahuan kepada keduanya. Bahkan, saat rapat pleno perluasan itu tidak disebutkan secara terperinci agenda. "Kami tidak diundang. Undangan yang tersebar pun hanya melalui pesan WhatsApp. Padahal ini rapat resmi tapi undangannya lewat sms. Ini organisasi, bukan tempat arisan. Belum lagi rapat itu tidak dihadiri seluruh pengurus," urainya.
Menurut Muis, dalil pemecatan yang dilakukan DPD I terhadap keduanya tidak berdasar. Dimana mereka dipecat dengan alasan jarang melibatkan diri dalam proses kampanye kandidat yang diusung Partai Golkar. Padahal, posisi mereka berdua sebagai tim pemenang AHM-Rivai di Kota Ternate sudah diambil alih langsung AHM. Otomatis, kata Muis, dengan sendirinya posisi keduanya sudah tidak ada. "Kalau dalilnya karena kami kurang hadir berarti itu keliru. Karena posisi kami sudah di-//take over// oleh AHM, ini sama artinya kami dipecat dari tim pemenangan AHM-Rivai. Kalau sudah dipecat terus kami harus buat apa?" tanyanya.
Meski telah dipecat lebih dulu dari tim, sambung Muis, ia dan Abdul Gani tetap menjalankan tugas sebagai ketua dan sekretaris DPD II. Koordinasi juga terus dijalankan hingga kabar pemecatan tersebut. "Tugas kami berdua sebagai ketua dan sekretaris tetap kami lakukan, koordinasi untuk mengamankan putusan DPP Golkar yakni memenangkan AHM-Rivai," jelasnya.
Dia menduga, pemecatan terhadap dirinya dan Abdul Gani dilakukan lantaran ia ikut menyuarakan agar DPP melakukan evaluasi kinerja terhadap Ketua DPD I Alien Mus. "Saya kira irisan kepentingannya karena saya termasuk orang yang ikut mendorong agar dilakukan Musdalub terhadap Alien Mus. Inilah alasan sebenarnya, bukan soal kami tidak terlibat dalam momentum Pilgub AHM-Rivai," sesalnya.
Saat ini, Muis mengaku tengah menyiapkan laporan untuk dimasukkan ke DPP terkait pemecatan dirinya yang dinilainya melanggar prosedur tersebut. "Saya sementara siapkan laporannya. Insha Allah dalam waktu dekat akan kami adukan ke DPP atas tindakan melawan hukum ini," tegasnya sembari bersikeras jika saat ini status ia dan Abdul Gani masih sebagai pengurus yang sah.
Terpisah, Sekretaris Golkar Malut Hamid Usman membantah tudingan Muis tersebut. Menurutnya, DPD I hanya melakukan pergantian ketua dan menunjuk Iqbal Ruray sebagai pelaksana tugas. ”Itu pun pergantiannya berdasarkan permintaan Abdul Gani sendiri,” katanya saat dikonfirmasi kemarin.
Hamid menjelaskan, Abdul Gani yang juga anggota DPRD Malut ini menghubunginya pada Kamis (7/6) pukul 15.31 WIT. Dalam pembicaraannya tersebut, Abdul Gani meminta dirinya diganti lantaran sedang sakit dan tengah menjalani perawatan di luar daerah. ”Dia merasa tidak mampu lagi menjalankan tugas sebagai ketua karena kesehatannya terganggu dan sedang upaya berobat dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan," katanya mengutip.
Berdasarkan pernyataan Adul Gani tersebut, Golkar secara kelembagaan menjadikan pernyataan Abdul Gani itu sebagai keterangan resmi. Maka digelar lah pleno yang memutuskan penunjukan Plt. ”Pada jam 6 sore kita langsung melakukan rapat pleno pimpinan harian DPD I. Karena lowong jabatan di DPD II, maka Ketua DPD I menunjuk Iqbal Ruray sebagai Plt Ketua dengan keputusan nomor KEP0038/DPD/Golkar-MU/VI/2018 tentang Penunjukan dan Pengesahan M. Iqbal Ruray selaku Pelaksana Tugas Ketua DPD II Golkar Kota Ternate. Jadi Abdul Gani tidak dicopot tapi mengundurkan diri karena sakit," jelasnya.
Selain membantah Muis, Hamis juga menyatakan pernyataan Muis yang dilontarkan ke media terdengar seperti orang gila. "Itu orang gila yang bicara seperti itu. Kalau pencopotan, sangat kasar itu. Tidak seperti yang disampaikan Muis. Saat pleno, Muis juga diundang tapi tidak hadir," ucapnya.
Lantas bagaimana dengan posisi Muis di mata DPD I? Hamid menyatakan sejauh ini Muis belum dilengserkan dari posisinya. ”Jadi hanya Iqbal menggantikan Abdul Gani karena jabatan lowong. Nanti Muis itu mau diganti atau tidak oleh Iqbal, itu soal berikut," tutup Hamid.(tr-01/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan