Minggu, 18 November 2018

 Headline

BOS Bermasalah karena Masalah di Provinsi

Diposting pada 22/06/2018, 12:16 WIT
Ilustrasi
Ilustrasi

TERNATE –Dana Bantuan Operasional (BOS) triwulan kedua untuk sekolah yang ada di SD dan SMP di Kota Ternate sudah cair, namun masih ada menyimpan masalah. Sebab, ada sebagian sekolah yang mendapatkan dana lebih sedikit dari yang seharusnya.
Kepala Seksi SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Ternate, Tasri Tjenno saat ditemui kemarin (21/6) mengaku  belum bisa memberikan informasinya karena masih dalam tahap pencairan Besok (Hari ini, red) baru kami rekap sekolahnya,” ungkapnya kepada Malut Post, Kamis (21/6).
Menurut Tasri, pihaknya belum sempat memberikan keterangan lebih, karena  datanya belum direkap.
Meski begitu, dia mengaku ada sekolah yang mengalami pergeseran Namun, pihaknya mengaku sekolah yang mengalami pergeseran nomor rekening itu di antaranya SDN 44, SDN 38, dan SDN 48. Sementara untuk SMP, di antaranya SMPN 1 dan SMPN 7 Kota Ternate.
Tasri juga mengaku, sebelum libur lebaran 15 Juni lalu. Pihaknya juga sudah melaporkan hal ini kepada Dikbud provinsi. “Yang pastinya kami sudah laporkan kemarin dan provinsi berjanji akan menangani pencairan itu setelah lebaran,”paparnya lantas mengatakan, besok (Hari ini, red) juga akan dikoordinasikan kembali perkembangannya pada provinsi.
Selain itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dikbud Abd Azis Tukuboya mengatakan kesalahan pencairan itu karena terjadi pergeseran nomor rekening di pihak provinsi. “Penyusunan nama-nama sekolah sudah baik tapi nomor rekeningnya tidak sejajar dengan nama sekolah. Sehingga, pada saat pencairan itu terbengkalai,” jelasnya.
Sementara itu, Bendahara BOS SMP N 7 Kota Ternate, Maliyana mengaku dana Bos di sekolahnya berganti ke Bos SMPN 1 Kota Ternate. Pencairan triwulan dua ini sekolah harus menerima RP4,1  juta sesuai dengan jumlah siswa sebanyak 1028 orang yang menerima Rp1 juta dalam satu tahun tapi, karena terjadi pergeseran dengan SMPN 1. Jadi jumlah uangnya sebesar RP5,5 juta. “Meski begitu, pada saat pencairan. Kami tarik sesuai dengan jatah sekolah dan  sudah diingatkan oleh Dikbud bahwa jika dananya lebih maka cairkan sesuai sekolah saja. Sisanya biarkan SMPN 1. Karena itu memang uang mereka,” ungkapnya mengatakan ini merupakan kesalahan yang baru terjadi. Dan kesalahan seperti ini juga akan mempersulit saat penyusunan laporan nanti. “Jadi, ini sebaiknya ini menjadi kesalahan pertama dan terakhir. Kami harap pencairan ke depan lebih baik lagi,” pungkasnya. (mg-01/nty).

 

Share
Berita Terkait

Besok, Bioskop XXI Mulai Beroperasi

15/05/2018, 12:58 WIT

IPK Minimal CPNS Malut Resmi 2.50

19/09/2018, 12:59 WIT

Legu Gam Terancam tak Dilaksanakan

28/02/2018, 12:14 WIT

Investasi Bodong Makan Korban Lagi

16/04/2018, 12:26 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,29%)       :       (16,71%)

Dahlan Iskan