Minggu, 18 November 2018

 Headline

AHM-Rivai Tetap Unggul

Diposting pada 05/07/2018, 13:15 WIT
PLENO: Suasana pleno KPU Sula penghitungan suara pilgub Malut kemarin.
PLENO: Suasana pleno KPU Sula penghitungan suara pilgub Malut kemarin.

SANANA – Pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota resmi digelar kemarin (4/7). Secara umum, pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum kab/kota itu berjalan lancar dan tuntas dalam satu hari. Hanya saja, sejumlah insiden masih terjadi.
Secara keseluruhan, pasangan nomor urut 1 Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai) tetap unggul dibandingkan pesaing-pesaingnya. Hasil ini tak jauh berbeda dengan hitung cepat KPU menggunakan form C1 yang dirilis beberapa waktu lalu.
Salah satu rekapitulasi yang berlangsung alot terjadi di Kepulauan Sula. Saling protes antara Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) dengan saksi tiga pasangan calon yakni
saksi paslon nomor urut 2 Darmin Panigfat, nomor urut 3 Irfan Ipa, dan nomor urut 4 Ikbal Marasabessy terus terjadi. Akibatnya, meski seluruh penghitungan PPK dalam pleno disahkan Ketua KPU Bustamin Sanaba, berita acara pleno tidak ditandatangani tiga saksi tersebut.
Pleno yang dimulai sejak pukul 08.30 WIT tersebut dimenangkan AHM-Rivai dengan perolehan 22.896 suara. Cagub nomor urut 2 Burhan Abdurahman–Ishak Jamaluddin (Bur-Jadi) berada di posisi kedua dengan 14.874. Sedangkan calon petahana Abdul Gani Kasuba–M. Al Yasin Ali (AGK-YA) hanya memperoleh 3.418. Adik AGK, paslon nomor urut 4 Muhammad Kasuba–Madjid Husen (MK-Maju) menyusul dengan 2.873 suara.
Dalam pleno tersebut terjadi debat di hampir semua kecamatan. Misalnya saat PPK Sulabesi Timur menyampaikan hasil pleno, tiba-tiba terjadi protes jumlah perolehan suara di kecamatan tersebut oleh saksi Bur-Jadi dan AGK-YA. Mereka menilai terjadi penggelembungan 300 suara serta terdapat 24 pemilih siluman di beberapa desa, salah satunya Desa Fatkauyon. ”Ini pemilih siluman yang tiba-tiba muncul pada saat pencoblosan,” kata Darmin Panigfat.
Meski terjadi perdebatan panjang, Ketua KPU Bustamin Sanaba tetap melakukan pengesahan atas pleno PPK tersebut. Sementara para saksi diberikan form keberatan untuk diisi. ”Ini tidak mempengaruhi angka-angka sehingga tetap disahkan,” ujar Bustamin.
Sementara untuk PPK Sulabesi Tengah, saksi nomor urut 2 juga mempermasalahkan perbedaan jumlah surat suara yang dicoblos dan yang digunakan. Hal ini, kata dia, berbeda dengan data mereka dimana terjadi selisih dua suara dalam rekapan.
Terkait hal itu, menurut PPK telah diperbaiki bersama dengan Panwascam. "Sebelum kotak kami tutup semua saksi sudah pulang kecuali saksi nomor 1 yang belum
pulang, dan saat itu kita temukan ada kesalahan penulisan di salah
satu desa," jelas PPK.
Jawaban ini justru memantik protes saksi nomor urut 3. Menurutnya, tindakan itu menunjukkan Panwas dan PPK melakukan kejahatan sehingga pihaknya meminta form
keberatan. "Karena kalaupun ini dipermasalahkan tetap akan disahkan, jadi sebaiknya kami minta form keberatan. Dan jika terjadi PSU sebaiknya dievaluasi penyelenggara juga," tegas Irfan Ipa.
Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Kepsul Hamzah Umasugi menjelaskan, Panwas hanya diberi tanggung jawab melakukan pengawasan. Terkait
angka-angka menjadi kewajiban dari para saksi dan PPK. "Karena petugas kita di lapangan itu hanya ditugaskan untuk melakukan pengawasan," katanya.
Kondisi sedikit memanas saat rekapan dari PPK Sanana dibacakan. Saksi nomor urut 2 menilai PPK Sanana banyak melakukan kejahatan pemilu karena mengesahkan pleno dengan berbagai masalah, salah satunya soal coblos dua kali di Desa Wailau. Saksi juga mempermasalahkan insiden yang terjadi di Desa Wai Ipa, dimana terjadi pencoblosan oleh salah satu warga, yakni Asis Abas, yang menggunakan hak pilih orang tuanya yang tengah sakit.
Ketua Panwas Kepsul Iwan Duwila menuturkan, sejumlah masalah yang terjadi pada saat tahapan pemilkada telah diproses sesuai pelanggarannya. Iwan mengungkapkan, saat ini pihaknya juga telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan politik uang. "Proses hukumnya tetap jalan, apakah dia itu penyelenggara ataupun masyarakat. Dan sekarang dua orang sudah ditahan," jelasnya.
Meski berlangsung alot, rekapitulasi akhirnya disahkan KPU Kepsul sekira
pukul 18.00 dengan berita acara yang tak ditandatangani ketiga saksi. Pleno yang berlangsung di gedung serba guna Desa Pohea, Sanana Utara, itu dikawal ratusan personel TNI dan Polri.
Selain Kepsul, AHM-Rivai yang diusung Partai Golkar dan PPP juga unggul di Kabupaten Halmahera Utara dimana mereka meraup 30.956 suara. AGK-YA mengekor di belakangnya dengan perolehan 26.323 suara. Sementara Bur-Jadi yang digadang-gadangkan bakal panen banyak suara di Halut hanya berada di posisi ketiga dengan perolehan 16.783 suara. MK-Maju tetap di posisi paling buncit dengan 11.169 suara.  "Dari jumlah suara pasangan calon yang ada, dijumlahkan seluruh suara sah pasangan calon sebanyak 85.231 suara, jumlah suara tidak sah 1.630, sehingga total seluruh suara sebanyak 86.861," kata Ketua KPU Halut Muchlis Kharie saat memimpin rapat pleno.
Keunggulan AHM-Rivai berlanjut di Pulau Morotai. Pasangan ini meraih 12.289 suara. Diikuti MK-Maju dengan perolehan 7.267 suara dan Bur-Jadi 6.370 suara. Sedangkan AGK-YA yang diusung PDI Perjuangan dan PKPI meraih hasil buruk dengan perolehan 4.889 suara.
Pleno Morotai sempat diwarnai insiden perdebatan antara para saksi saat pembacaan suara dari PPK Morotai Jaya. Pasalnya, perolehan suara AGK-YA versi PPK dan ketiga saksi lainnya berbeda dengan rekapan milik saksi AGK-YA, Mayrudin Maende dimana terjadi perbedaan suara yang signifikan antara 658 milik PPK dan 1.658 milik Mayrudin. ”Semua data kita sama berdasarkan form DA1 dan form C1 yang kita pegang. Lantas seribu suara tambahan yang disampaikan itu dari mana, tolong diperjelas," ungkap saksi AHM-Rivai, Mahmud Kiat. Pertanyaan senada juga diungkapkan Ketua Panwaslu, Mujrat Hi. Untung.
Begitu dilakukan penyandingan dokumen, KPU menemukan form yang dipegang saksi AGK-YA ternyata fotokopian. Karena itu, data didalamnya telah diubah. "Dari hasil sandingan data, bukti form yang dimiliki saksi nomor urut 3 itu di fotokopi. Sementara semuanya itu data form asli, diikuti cap basah, sehingga data dari saksi nomor urut 3 tidak lah sah," ungkap ketua KPU Saima Nuang sebelum akhirnya melanjutkan pleno.
Lalu di Pulau Taliabu, AHM-Rivai meraih suara maksimal dengan perolehan 73,97 persen suara atau 21.586 suara. Pesaing-pesaingnya hanya “kebagian” sedikit suara, yakni Bur-Jadi 3.382 suara, AGK-YA 3.329 suara, dan MK-Maju 882 suara.

Petahana Runner Up // sub
Sementara itu, calon petahana AGK-YA unggul di empat kabupaten/kota, yakni Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan, dan Halmahera Selatan. Di Halsel, AGK-YA meraih 42.316 suara. Seterunya, AHM-Rivai, berada di posisi kedua dengan 34.278 suara. Sementara MK-Maju yang merupakan “penguasa” Halsel justru hanya mendapat 21.875 suara. Bur-Jadi berada di urutan terbawah dengan 8.978 suara.
Ketua KPU Halsel Munjir Daeng Abdullah menuturkan, setelah pleno tingkat kabupaten dilakukan, pleno provinsi bakal menyusul pada 7 Juli nanti di Sofifi. "Mungkin dalam sejarah baru kali ini pemilu di Halsel berjalan aman dan lancar," ujarnya.
Di Tikep, AGK-YA unggul dengan perolehan suara sebanyak 25.575 suara, disusul Bur-Jadi dengan 21.112 suara, AHM-Rivai 7.484 suara, serta MK-Maju 3.174 suara. Sedangkan di Halteng, AGK-YA memimpin dengan 10.047 suara. Disusul pasangan Bur-Jadi dengan 6.241 suara, AHM-Rivai 5.785 suara, dan MK-Maju 2.233 suara.
Keunggulan AGK-YA kembali terulang di Halbar dimana mereka dipilih oleh 28.312 pemilih. Lalu paslon AHM-Rivai menyusul dengan 12.725 suara, Bur-Jadi meraih 9.436 suara, dan MK-Maju dengan raihan 4.457 suara.
Sebagai “pendatang baru” dalam pilgub, Bur-Jadi menunjukkan mereka patut diperhitungkan. Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai NasDem, PKB, dan PBB ini berhasil unggul di dua daerah, yakni Ternate dan Halmahera Timur. Pencapaian ini menempatkan mereka pada posisi tiga dalam hasil hitung keseluruhan.
Di Ternate, Bur-Jadi memperoleh 42.741 suara. Posisi kedua ditempati AHM-Rivai dengan 20.091 suara. Disusul AGK-YA dengan 14.905 suara, dan MK-Maju dengan 6.121 suara. Sedangkan di Haltim, Bur-Jadi mendapat 13.498 suara, disusul AGK-YA dengan 10.009 suara, AHM-Rivai    8.905 suara, dan MK-Maju dengan 5.142 suara.
Hasil pleno tingkat kabupaten/kota ini menempatkan AHM-Rivai di urutan pertama dengan raihan suara total 176.995. Posisi kedua ditempati AGK-YA dengan perolehan 169.123. sementara Bur-Jadi di posisi ketiga dengan total suara 143.415. sedangkan MK-Maju menutup klasemen dengan perolehan 65.192 suara.
Setelah pleno tingkat kabupaten dilakukan, pleno provinsi dijadwalkan pada 7 Juli hingga 9 Juli.(ikh/rid/aji/sam/far/wmj/din/ado/tr-01/kai)

Rekapitulasi Suara Tingkat Kab/Kota

Morotai
AHM-RIVAI    : 12.289 (39,87%)
BUR-JADI    : 6.370 (20,67%)
AGK-YA        : 4.889 (15,86%)
MK-MAJU         : 7.267 (23,60%)

Suara Sah : 30.824
suara Tidak Sah : 476
Total : 31.300

============
Ternate
AHM-RIVAI    : 20.091 (23,95%)
BUR-JADI    : 42.741 (50,96%)
AGK-YA        : 14.905 (17,77%)
MK-MAJU          : 6.121 (7,29%)  

Suara Sah : 83.858
suara Tidak Sah : 1.047
Total : 84.905

============
Halsel
AHM-RIVAI    : 34.278 (31,9%)
BUR-JADI    : 8.978 (8,35%)
AGK-YA        : 42.316 (39,38%)
MK-MAJU          : 21.875 (20,35%)

Suara Sah : 107.447
suara Tidak Sah : 914
Total : 108.361

============
Halbar
AHM-RIVAI    : 12.725 (23,16%)
BUR-JADI    : 9.436 (17,18%)
AGK-YA        : 28.312 (51,54%)
MK-MAJU          : 4.457 (8,11%)

Suara Sah : 54.930
suara Tidak Sah : 1.021
Total : 55.951

============
Tikep
AHM-RIVAI    : 7.484 (13,05%)
BUR-JADI    : 21.112 (36,81%)
AGK-YA        : 25.575 (44,59%)
MK-MAJU          : 3.174 (5,53%)

Suara Sah : 57.345
suara Tidak Sah : 683
Total : 58.028

============
Halteng
AHM-RIVAI    : 5.785 (23,8%)
BUR-JADI    : 6.241 (25,67%)
AGK-YA        : 10.047 (41,33%)
MK-MAJU          : 2.233 (9,18%)

Suara Sah : 24.306
suara Tidak Sah : 277
Total : 24.583

============
Haltim
AHM- RIVAI    : 8.905 (23,71%)
BUR-JADI    : 13.498 (35,94%)
AGK-YA        : 10.009 (26,95%)
MK-MAJU          : 5.142 (13,69%)

Suara Sah : 37.555
suara Tidak Sah : 887
Total : 38.442

============
Halut
AHM-RIVAI    : 30.956 (36,32%)
BUR-JADI    : 16.783 (19,69%)
AGK-YA        : 26.323 (30,88%)
MK-MAJU          : 11.169 (13,10%)

Suara Sah : 85.231
suara Tidak Sah : 1.630
Total : 86.861

============
Kepsul
AHM-RIVAI    : 22.896 (51,96%)
BUR-JADI    : 14.874 (33,75%)
AGK-YA    : 3.418 (7,75%)
MK-MAJU        : 2.873 (6,52%)

Suara Sah : 44.061
suara Tidak Sah : 745
Total : 44.806

============
Taliabu
AHM-RIVAI    : 21.586 (73,97%)
BUR-JADI    : 3.382 (11,59%)
AGK-YA        : 3.329 (11,4%)
MK-MAJU        : 882 (3,02%)

Suara Sah : 29.179
suara Tidak Sah : 295
Total : 29.474

Sumber: Pleno KPU Kab/Kota

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,29%)       :       (16,71%)

Dahlan Iskan