Headline

AGK-YA Belum Legawa

Diposting pada 06/07/2018, 13:11 WIT
Muhammad Sinen
Muhammad Sinen

TIDORE – Pemilihan Gubernur Maluku Utara telah memasuki tahapan pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota. Dalam pleno yang digelar, Rabu (4/7), pasangan nomor urut 1 Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai) dinyatakan unggul. Meski begitu, kubu calon petahana Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA) yang meraih posisi runner-up masih belum mengakui keunggulan lawannya.
Ketua PDI Perjuangan Malut Muhammad Sinen kepada awak media menuturkan, pasangan AGK-YA yang diusung PDIP dan PKPI itu belum meyakini kemenangan AHM-Rivai. Pasalnya, pasangan calon nomor urut 3 ini mencurigai adanya indikasi keberpihakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara. ”Sebab data KPU tidak sesuai dengan fakta. Ada selisih angka dalam portal KPU dan kami pastikan itu merupakan perbuatan melawan hukum,” kata Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan ini, Kamis (5/7).
Perbedaan data itu, lanjutnya, tertuang dalam situs KPU Malut. Dimana jumlah pemilih total seharusnya hanya 750.846 jiwa. Jumlah ini berasal dari pemilih laki-laki sebanyak 378.332 orang, ditambah perempuan 372.514 orang. ”Namun yang tertulis di situs KPU pemilih total sebanyak 764.995 pemilih,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kejanggalan juga terjadi pada jumlah pengguna hak pilih. Dimana pengguna hak pilih laki-laki sebanyak 274.548, ditambah perempuan 276.554, maka seharusnya totalnya adalah 551.102 pemilih. ”Namun yang tertulis justru 560.101 pemilih,” jabar Sinen.
Dengan demikian, dia menyimpulkan, terdapat selisih suara hingga 8.999 pengguna hak pilih. Tim AGK-YA mencurigai, suara selisih ini ditambahkan ke dalam perolehan suara AHM-Rivai. ”Kami duga KPU melakukan kecurangan angka. Ini sebuah kriminalisasi  hasil pemilu yang akan kami kawal dan memperkarakannya sampai pleno KPU Provinsi 7 Juli sampai 9 Juli nanti,” tegasnya.
Temuan-temuan tersebut membuat mantan anggota DPRD Tikep ini mendesak Badan Pengawas Pemilu untuk mengusut tuntas persoalan tersebut. ”Bawaslu diharapkan berdiri independen dan kembali mengoreksi perolehan suara pasangan AHM-Rivai serta merekomendasikan kepada KPU untuk meninjau kembali hasil perolehan suara Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubenur Maluku Utara,” desak Sinen.
Dia menambahkan, partai koalisi pengusung AGK-YA akan mengawal ketat proses pleno KPU Provinsi nanti. Ia bahkan menyatakan tim akan mengarahkan seluruh kekuatan untuk mempertanyakan selisih dan kelebihan angka dalam portal KPU yang memenangkan AHM-Rivai tersebut. ”Pleno provinsi nanti akan menjadi kesempatan tepat untuk menuntut pertanggungjawaban penyelenggara terhadap data tersebut,” ujarnya.(far/adv/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan