Headline

Duel Hidup Mati

Diposting pada 11/07/2018, 12:26 WIT
HARRY Kane vs LUKA Modric
HARRY Kane vs LUKA Modric

MOSKOW —Laga ini menjadi menarik, karena Kroasia dan Inggris belum pernah bentrok di pentas Piala Dunia. Bisa dibayangkan, betapa keduanya sangat mengharapkan kemenangan. Terlebih, ini duel bergengsi: semifinal, Kamis (12/7) dini hari nanti di Luzhniki Stadium, Moskow. Hanya kemenangan yang bisa membawa Kroasia atau Inggris ke final. Itu berarti, peluang untuk memenangkan Piala Dunia 2018 kian terbuka lebar.
Bagi Kroasia, ini merupakan semifinal kedua. Mereka melakukannya pertama kali pada 1998, kala Piala Dunia dihelat di Prancis. Prancis pulalah yang menghentikan langkah mereka ke partai puncak.
Sementara, Inggris, ini semifinal ketiga. Tahun 1966, di kandang sendiri, Tiga Singa bahkan melaju sampai ke final dan kemudian menjadi juara setelah mengalahkan Jerman Barat di Wembley. Lalu pada 1990. Sayang, saat itu Inggris tumbang di kaki Jerman Barat lewat drama adu penalti.
Bila sejarah pertemuan dijadikan tolak ukur, Inggris lebih dijagokan. Setidaknya, di luar Piala Dunia, keduanya sudah bersua tujuh kali. Hasilnya, Inggris mengemas empat kemenangan. Kroasia hanya dua kali menang. Satu duel lagi berakhir imbang.
Namun Inggris harus ekstra hati-hati. Dari babak penyisihan grup hingga lolos ke semifinal, Kroasia yang kini ditukangi Zlatko Dalic tampil begitu memukau. Dalic menegaskan bahwa skuatnya saat ini berbeda dengan skuat sebelumnya. "Kami adalah tim yang kuat dan kami tidak takut kepada siapapun," tandas Dalic, dilansir FIFA.
Dalic pantas berbangga, sebab Kroasia dihuni pemain-pemain mumpuni di semua lini. Sosok Modric, Mandzukic, Kharamaric, Perisic, serta Ivan Karitic bukan tak mungkin akan menjadi batu sandungan bagi The Three Lions.
Dalic tak menutup mata, Inggris begitu impresif. Pemain-pemain muda Inggris sama sekali tak canggung bermain di pentas terakbar yang tekanannya jelas jauh lebih berat ketimbang di liga. "Pemain muda mereka hebat-hebat. Tapi saya pastikan bahwa kami masih punya energi berlebih," kata Dalic.
Gareth Southgate, juru racik Inggris, mengaku siap menghadapi Kroasia. Duel di Luzhniki Stadium Moskow, Kamis, 12 Juli dini hari nanti, menurutnya, bakal berlangsung ketat. Soalnya, kedua tim sama-sama membidik kemenangan. "Kami bisa sampai ke tahap ini karena semua orang sudah bekerja keras di lapangan dan akan terus melakukannya," kata Southgate.
Southgate tentulah sedang memuji anak-anak asuhnya, Harry Kane dan kawan-kawan. Minim jam terbang Internasional tak membuat sebagian pemain muda Inggris mati gaya. Mereka justru tampil energik, lepas, bebas.
Southgate sendiri sukses memahat sejarah. Dia mengikuti jejak dua pelatih legendaris Inggris lainnya, Alf Ramsey (1966) serta Bobby Robson (1990). Jika sekiranya Inggris lolos ke final dan kemudian memenangkan Piala Dunia di Rusia, maka Southgate bisa dipastikan banjir sanjungan setinggi langit.
Tak ada yang mengira sebelumnya, Inggris dan Southgate bisa melangkah jauh. Maklum, dibandingkan tim-tim unggulan lainnya macam Jerman, Spanyol, Argentina, dan Brasil, Inggris tak begitu hebat dari segi materi pemain. Dan lagi pula, Southgate bukanlah pelatih jempolan dengan jam terbang tinggi.
Tiga klub sudah dia arsiteki yakni Crystal Palace, Asdton Villa, dan Middlesbrough. Tak ada trofi yang dia menangkan. Selanjutnya dia dipercaya menukangi timnas U-21, dari 2013 hingga 2016.
Banyak yang kaget terkait pencapaian Southgate, termasuk legenda Inggris, David Seaman. "Saya sama sekali tak mengira dia menjadi pelatih ketiga yang mampu membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia," bilang Seaman, dikutip dari BT Sport.
Di sisi lain, bek Timnas Inggris, John Stones sama sekali tak berniat melepaskan kesempatan membantu Inggris menjadi juara dunia setelah berpuasa selama 52 tahun. Dia berjanji akan memberikan semua kemampuannya untuk membantu Inggris mencapai final Piala Dunia 2018 Rusia dan menjadi juara.
Stones selalu bermain di lima laga Inggris di Piala Dunia sejauh ini. Dia pun sudah mencetak gol, yang merupakan mimpinya sejak kecil. Karenanya dia berjanji memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, semifinal Piala Dunia bukanlah hal yang mudah diraih setiap saat.
"Saat masih kecil, saya bermimpi bermain dan mencetak gol untuk Inggris dan bagaimana rasanya," ucap Stones dinukil dari fourfourtwo.
Pula, dia berjanji akan memberikan seluruh kemampuan yang dia pelajari di klub dan mencoba mengaplikasikannya di tim nasional. Stones percaya Inggris dihuni oleh banyak pemain hebat.
"Saya sudah mencoba menyambut kesempatan ini, yang mungkin tak akan datang lagi pada saya. Jadi Saya berusaha memanfaatkan setiap kesempatan, membawa segala hal yang sudah saya pelajari di Man City dan karier saya," tambahnya.
Lebih lanjut, Stones menjamin setiap pemain Inggris saat ini merasa sanga bangga sudah mencapai semifinal. Dia pun tak sabar mengangkat trofi dengan kedua tangannya dan menikmati momen itu.
"Kami merasa bangga ketika mengenakan jersey kebanggan itu dan saya akan meraihnya dengan kedua tangan, berlari bersamanya dan menikmatinya semaksimal mungkin," tandas Stones.
Inggris atau Kroasiakah yang akan mengamankan tiket ke partai puncak? Susah untuk dijawab, mengingat keduanya sama-sama punya kans. Terlebih di Piala Dunia kali ini, begitu banyak drama yang sudah tersuguh. Tim yang diunggulkan justru terjungkal. Hanya waktu yang bisa menjawab siapa pemenang Kroasia vs Inggris. Duel hidup mati. (net/bln/yun)

Share
Berita Terkait

Zamroni Dipanggil Perkuat PSPS Riau

07/03/2018, 13:12 WIT

Puas Meski yang Ketiga

03/02/2018, 23:05 WIT

Rais Siap Bersaing Rebut Tempat

19/02/2018, 12:35 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan