Sabtu, 20 Oktober 2018

 Headline

Jadi Kurir Ganja, Casis SPN Diringkus

Diposting pada 03/08/2018, 12:37 WIT
Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda dalam rilis kasus Polres Ternate di halaman Mapolres kemarin (2/8).
Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda dalam rilis kasus Polres Ternate di halaman Mapolres kemarin (2/8).

TIDORE — Kandas sudah cita-cita WY menjadi anggota polisi. WY yang sudah tercatat sebagai calon siswa (casis) Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Maluku Utara ini ditangkap tim buru sergap satuan Reskrim Polres Tidore Kepulauan (Tikep), Selasa (31/7) malam. Penangkapan WY dan dua rekannya berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Informasi yang dihimpun Malut Post, penangkapan WY, EC, dan R merupakan hasil pengembangan kasus narkoba yang telah disidik sebelumnya. Saat ini, tiga warga Tidore itu telah diamankan di Mapolres Tikep. WY sendiri kabarnya disergap di Lingkungan Tanah Mesjid Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, dekat Mapolda Maluku Utara. Meski begitu, polisi belum mau membeberkan detail kasus tersebut.

WY sendiri bertindak sebagai kurir narkoba jenis ganja. Sebagai casis, dia sebelumnya dijadwalkan mulai mengikuti pendidikan SPN di Sofifi Sabtu (4/8) ini. Namun setelah ditangkap, WY disebut langsung menandatangani surat pengunduran diri selaku casis.

Kapolres Tikep AKBP Doly Heriyadi S.I.K saat dikonfirmasi Malut Post di Penginapan Seroja, Tidore, usai menghadiri kegiatan Satgas Dana Desa, Kamis (2/8), membenarkan adanya penangkapan sejumlah terduga narkoba tersebut. Namun dia belum mau berkomentar banyak sebab kasus ini masih dalam pengembangan oleh Satreskrim Polres Tikep.

Menurut Doly, informasi mengenai kasus tersebut akan disampaikan secara resmi melalui konferensi pers 6 Agustus mendatang. “Iya, nanti kita sampaikan press release pada hari Senin (6/8) nanti,” katanya saat dicegat wartawan sebelum menaiki mobilnya.

Sesuai informasi, kasus ini masih terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan masih ada oknum lain yang diduga terlibat.

Belasan Kasus
Sementara itu, Kepolisian Resort (Polres) Ternate sepanjang 2018 berhasil mengungkap 15 kasus narkotika dengan 19 tersangka. Dalam penanganannya, 10 kasus diantaranya telah masuk Tahap I, 3 dalam Tahap II, dan 2 tengah disidik. Sedangkan untuk jenis narkotika, 11 kasus melibatkan sabu-sabu (SS) dan 4 sisanya ganja. “Tersangka 19 orang, 17 laki-laki dan 2 perempuan. Itu di Ternate Utara ada 5 Kasus, Ternate Tengah 8 kasus, dan Ternate Selatan 2 kasus,” ungkap Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda dalam rilis kasus Polres Ternate di halaman Mapolres kemarin (2/8).
Azhari merincikan, dari 15 laporan polisi (LP) tersebut, LP pertama merupakan kasus SS dengan tersangka FA alias A (30). Dia ditangkap Kamis (24/5) sekira pukul 21.00 WIT di Lingkungan Batu Anteru, Kelurahan Maliaro, Ternate Tengah. LP kedua dengan tersangka IR alias E (38) melibatkan narkotika golongan 1 jenis SS. Kasus ini diungkap pada Jumat (25/5) sekira pukul 16.30 WIT, di depan Apotek Mangga Dua, Kelurahan Mangga Dua, Ternate Selatan. “Untuk LP ketiga, yakni dengan tersangka AYL alias A (22), narkotika golongan 1 jenis ganja, diungkapkan pada Kamis (31/5), sekira pukul 20.30 WIT, di samping Polres Ternate, Kelurahan Takoma, Ternate Tengah. Kemudian LP keempat dengan tersangka sebanyak 4 orang masing-masing SDS alias T (27), MAM alias A (24), MP Alias R (25) dan satu lainnya, dengan perkara narkotika golongan 1 jenis ganja dan SS. Mereka ini diungkapkan pada Kamis (31/5) sekira pukul 21.00 WIT, di depan kos-kosan RT 016/RW 006 Kelurahan Koloncucu, Ternate Utara,” rincinya.

Selanjutnya, untuk LP kelima dengan tersangka SU alias B (28), narkotika  golongan 1 jenis ganja, diungkapkan Senin (11/6), sekira pukul 00.15 WIT. Penangkapan dilakukan di kos-kosan Elvira, Lingkungan Sabia, Kelurahan Sangaji, Ternate Utara. Kemudian LP keenam dengan tersangka WW alias B (22), narkotika golongan 1 jenis ganja di kos-kosan yang sama dengan sebelumnya. “Namun untuk waktu pengungkapan berbeda yakni pada Senin (4/6) sekira pukul 10.00 Wit,” sambung Azhari.
Lalu LP ketujuh dengan tersangka MF alias B (30), pengguna SS, ditangkap Kamis (14/6) di pasar Higienis Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, sekira pukul 15.10 WIT. Selanjutnya LP kedelapan dengan dua tersangka yakni AJ alias U (40) dan IA alias I (23), melibatkan narkotika golongan 1 jenis SS. Mereka diciduk Kamis (14/6) sekira pukul 14.30 di warung coto Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah. “Kemudian LP kesembilan dengan tersangka RG alias R (28), narkotika golongan 1 jenis sabu, yang diungkapkan Selasa (19/6) sekira pukul 00.15 WIT, di kompleks kuburan Kelurahan Maliaro, Ternate Tengah,” jabar Azhari.

Sementara untuk LP kesepuluh, sambung mantan Kapolres Kota Tidore Kepulauan itu, melibatkan tersangka CDRL alias R (29). Dia ditangkap di kompleks kuburan Kelurahan Maliaro, Ternate Tengah, Selasa (19/6) pukul 00.20 WIT lantaran berurusan dengan SS. Sedangkan LP kesebelas melibatkan tersangka II alias I (38) dengan barang bukti berupa SS. Ia ditangkap Senin (19/6) pukul 16.00 WIT di kos-kosan Kelurahan Toboko, Ternate Selatan. “Dan LP keduabelas dengan tersangka MRH alias A (27), narkotika golongan 1 jenis sabu, diungkapkan pada Sabtu (7/7) sekira pukul 16.30 WIT, di apotek Kimia Farma, Kelurahan Bastiong, Ternate Selatan,” tuturnya.

LP ketigabelas dengan tersangka KHC alias K (32) dicokok Minggu (8/7) sekira pukul 16.30 WIT di Lingkungan Kasatrian, Kelurahan Santiong, Ternate Tengah. Pelaku menggunakan narkoba jenis SS. Kemudian ada tersangka IT alias I alias O (36) yang ditangkap pada Sabtu (28/7) pukul 21.30 WIT di Lingkungan Simpang Lima, Kelurahan Marikurubu, Ternate Tengah. Dia merupakan pengguna ganja. “Dan LP kelimabelas dengan tersangka sebanyak dua orang, yakni RMN (19) dan NR (27), narkotika golongan 1 jenis sabu, diungkapkan Kamis (5/7) sekira pukul 7.00 WIT, di Kelurahan Kasturian, Ternate Utara,” sambung Azhari.

Dari pengungkapan tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan polisi terdiri atas 1.612 gram dan ganja 22.2051 gram. Ada pula uang tunai sebesar Rp 967.000.

Menurut Azhari, tersangka narkotika jenis SS dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 112. Ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun. “Kemudian pasal 114 hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pasal 127 dengan hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun. Begitu pun ganja dengan sanksi yang sama,” tegasnya.

PNS Judi
Selain narkoba, Polres juga berhasil mengungkapkan kasus judi joker yang melibatkan empat tersangka. Mirisnya, salah satu tersangka judi adalah pensiunan Polri bernama Adnan Fabanyo alias Adnan (58), dua aparatur sipil negara masing-masing Marwan Buamona alias Wan (38) dan Ismail Ali alias Mail (58), serta seorang pekerja swasta, Rustam Effendi Damula alias Tam (41). Mereka diciduk di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah.

Dijelaskan Kapolres, para tersangka ditangkap Selasa (31/7) sekira pukul 1.30 WIT. Barang bukti yang diamankan berupa dua set kartu joker, 17 lembar uang Rp 50 ribu, tiga lembar uang Rp 20 ribu, empat lembar uang Rp 10 ribu, dan dua lembar uang Rp 5 ribu. “Totalnya Rp 960.000,” kata Azhari.
Sedangkan untuk minuman keras berbagai jenis, selama Operasi Pekat 2018 Polres Ternate berhasil meringkus 4 laki-laki dan 2 perempuan dalam kasus yang berbeda-beda. “Bahkan barang bukti yang sudah diserahkan ke Pengadilan sebanyak 660 kantong miras jenis captikus dan tiga botol bir putih. Kemudian untuk tangkapan pada pekat II tahun 2018 sebanyak 1 ton captikus dan 20 botol bir putih,” tandas Azhari.(far/tr-04/kai)

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,63%)       :       (16,37%)

Dahlan Iskan