Headline

Kejati Tahan Direktur PT WAM

Diposting pada 04/08/2018, 11:44 WIT
PENAHANAN: Tersangka Munajir Ahmad (tengah) hendak digiring ke Rutan kelas IIB Ternate
PENAHANAN: Tersangka Munajir Ahmad (tengah) hendak digiring ke Rutan kelas IIB Ternate

TERNATE - Direktur PT Wildan Anggana Mandiri (WAM), Munajir Ahmad (37), ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi anggaran proyek jalan sirtu di Desa Kawalo menuju Tabona, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

 

Munajir juga akhirnya menyusul mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota Kabupaten Pulau Taliabu, Abdul Halik Pora ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Ternate. Munajir resmi ditetapkan sebagai tersangka kemarin (3/8) terkait proyek tahun 2015 yang diduga merugikan keuangan negara Rp 13 miliar tersebut.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, pria kelahiran Daruba itu langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 3 jam, di mulai sejak pukul 09.30 WIT di ruang penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut.

“Setelah ditetapkan sebagai tersangka, dia (Munajir) langsung jalani pemeriksaan sebagai tersangka. Setelah pemeriksaan surat perintah penahanannya ditertibitkan dan kami menahan tersangka di Rutan,” jelas Kepala Seksi (Kasi) III Intelijen Kejati, Hasan M. Taher.

Hasan menjelaskan, perbuatan terdakwa dalam kasus tersebut telah menimbulkan kerugian sebesar Rp 13 miliar lebih. Perbuatan itu tersangka lakukan dengan cara tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan volume pekerjaan sebagaimana dalam kontrak sehingga menyebabkan terjadinya kerugian negara.

Perbuatan tersangka itu, kata Hasan, melanggar primair Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 18 Undang Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Subsider Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Menurut Hasan, penahanan terhadap Direktur PT Wildan Anggana Mandiri itu berdasarkan pertimbangan penyidik diantaranya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti serta mengulangi perbuatan tindak pidana.

“Jadi yang bersangkutan kami tahan selama 20 hari ke depan di Rutan Jambula terhitung sejak hari ini (kemarin),” jelasnya mengakhiri. (cr-04/lex)

 

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan