Rabu, 19 Desember 2018

 Headline

Pelaku Usaha Perikanan Mulai Sadar Aturan

Diposting pada 10/08/2018, 08:54 WIT
Erwin Wijaya
Erwin Wijaya

TERNATE- Tingkat kesadaran masyarakat terhadap surat perizinan Karantina ikan mulai meningkat. Pasalnya, masyarakat khususnya pelaku usaha perikanan tidak akan membawa keluar daerah komoditi kepiting tanpa izin  Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Ternate.
Humas Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Ternate, Erwin Wijaya mengatakan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi sehingga masyarakat mulai mematuhi peraturan perizinan keluar masuknya komoditi perikanan.
Dia menjelaskan, pada tahun 2017 komoditi perikanan yang dilepas ke habitatnya  sebanyak 69 ekor.  Terdiri dari kepiting 1 ekor dan lobster bertelur ukuran 200 gram sebanyak  68 ekor. Sementara di tahun 2018  baru tercatat 33 ekor komoditi ikan, yaitu lobster  21 ekor dan kepiting kenari 12 ekor. “Masyarakat sudah muali sadar tentang aturan perikanan. Mereka akan melaporkan jika ingin membawa komoditi perikanan keluar daerah.  Kemarin ada yang  melapor ingin membawa kepiting keluar daerah namun kami tahan. Sebab, sesuai laporan kepiting yang akan dibawa keluar adalah kepiting kenari namun setelah dicek ternyata kepiting batu makanya kami tahan,” katanya.
Lebih jauh dia menjelaskan, kepiting yang berukuran 200 Kilogram dilarang untuk dibawa keluar daerah. Komoditi yang dilarang untuk dilalulintaskan, kata dia,  akan dilepas ke habitatnya. “ Untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran masyarakat, SKIPM Ternate, terus melakukan sosialisasi ke pelaku usaha. Kami berharap selain pelaku usaha, masyarakat umum  juga menjaga komoditi perikanan di Malut,” harapnya.
Dia dia mengatakan, selama ini yang selalu melakukan pelanggaran adalah pelaku yang baru menggeluti dunia usaha perikanan. “Yang suka melakukan pelanggaran adalah pelaku usaha baru,” katanya.  (mg-02/mpf)

Share
Berita Terkait

Harga Kopra Anjlok Lagi

16/11/2018, 12:18 WIT

Sarjana yang Menganggur Tinggi

11/05/2018, 12:55 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,15%)       :       (16,85%)

Dahlan Iskan