Selasa, 18 September 2018

 Headline

19 September Pendaftaran CPNS

Diposting pada 07/09/2018, 12:18 WIT
Syafruddin
Syafruddin

JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) resmi menetapkan tahapan pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. 19 September diputuskan sebagai hari dimulainya pendaftaran. Selain itu, puluhan ribu formasi penerimaan CPNS pun ikut ditetapkan.

Kepastian soal penerimaan CPNS itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengadaan CPNS di Lingkungan Pemerintahan Daerah Tahun 2018 di Hotel Bidakara Jakarta kemarin (6/9). Menteri PAN-RB Syafruddin dalam konferensi pers menuturkan, fokus perencanaan dan rekrutmen diarahkan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Dimana diprioritaskan pada bidang pelayanan dasar yang meliputi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. “Proporsi terbesar formasi CPNS tahun ini adalah untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis yang saat ini masih kurang, antara lain tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita,” ujar menteri asal Sulawesi Selatan itu.

Mantan Wakapolri tersebut menyatakan, saat ini jumlah PNS di Indonesia sekitar 4,3 juta. Proporsi terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan sebesar 53,4 persen atau 2,3 juta. Di samping itu, ada tenaga pelaksana/administratif sebesar 1,6 juta atau sekitar 38 persen dan tenaga teknis keahlian sebesar 372 ribu atau sekitar 8,6 persen.

Menurut Syafruddin, komposisi PNS yang tidak seimbang tersebut akan menyulitkan dalam menghadapi tantangan ke depan. Menyikapi hal tersebut serta dihadapkan pada tantangan era industri 4.0, birokrasi Indonesia memerlukan spesialisasi keahlian. “Untuk itu, perencanaan dan usulan PNS baru harus difokuskan pada jabatan-jabatan spesifik sesuai core business instansi, arah pembangunan nasional dan daerah, serta sasaran Nawacita, sehingga daya saing bangsa kita semakin meningkat di kancah internasional,” sambungnya.

Sementara Sekretaris Kemenpan Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, dalam pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018 ini direncanakan dibuka 238.015 formasi. 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat (76 Kementerian/Lembaga) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda).

Di Pempus, jabatan inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, guru madrasah Kementerian Agama yang bertugas di kabupaten/kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi. Adapun peruntukan instansi Pemerintah Daerah terdiri dari guru kelas dan mata pelajaran sebanyak 88.000 formasi, guru agama sebanyak 8.000 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 60.315 formasi (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis), serta tenaga teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Penetapan formasi khusus pengadaan CPNS tahun 2018 terdiri dari putra/putri lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat, diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer Kategori II (K2) untuk jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

Untuk persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh setiap calon pelamar disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Teknis pendaftarannya dilakukan serentak secara daring atau online oleh Panitia Seleksi Nasional yang secara teknis dikoordinasikan Badan Kepegawaian Negara melalui portal pendaftaran daring sscn.bkn.go.id. Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan. "Ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS, yakni seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar, dan Seleksi Kompetensi Bidang. Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, pelamar harus lolos seleksi administrasi. SKD merupakan salah satu tahapan setelah pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi. Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT)," terang Dwi.

Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018.

Terkait dengan pelamar diaspora, dialokasikan untuk formasi jabatan peneliti, dosen, dan perekayasa dengan pendidikan minimal Strata 2. Khusus untuk perekayasa, dapat dilamar dari lulusan Strata 1. “Diaspora merupakan formasi khusus yang dibuka pertama kali tahun 2018 ini,” ujarnya.

Formasi khusus, lanjut Dwi, yang sempat menyita perhatian masyarakat pasca Asian Games adalah atlet berprestasi internasional. Dalam hal ini, pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, dan merujuk pada ketentuan Permenpora 6/2018 tentang Persyaratan dan Mekanisme Seleksi, dan Pengangkatan Olahragawan Berprestasi menjadi CPNS tahun 2018.

Sementara itu, mekanisme pendaftaran untuk eks K2 dilakukan tersendiri di bawah koordinasi BKN. Pendaftar dari eks K2 yang telah diverifikasi dokumennya wajib mengikuti SKD. Jadwal pelaksanaan pengadaan CPNS Tahun 2018 direncanakan mulai bulan September 2018. Diawali dengan tahap pengumuman, pendaftaran dan verifikasi administrasi pada minggu kedua September sampai dengan minggu kedua Oktober 2018. Pelaksanaan seleksi pada minggu ketiga Oktober 2018 (SKD dan SKB). Pengumuman kelulusan pada minggu keempat November 2018. Sedangkan tahap pemberkasan dimulai pada bulan Desember 2018. "Masyarakat diminta memantau informasi mengenai rekrutmen CPNS ini melalui situs Kementerian PANRB yakni menpan.go.id dan situs BKN melalui sscn.bkn.go.id,” tuturnya.

Menpan juga menambahkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap seseorang yang menjanjikan dapat menjadikan pelamar lolos CPNS. “Jadi jangan percaya kalau ada pihak-pihak yang menawarkan jasa bisa meluluskan seseorang dengan imbalan sejumlah uang,” imbuhnya.

Malut Menanti
Meski telah ada penetapan pembukaan penerimaan CPNS, belum seluruh daerah mendapat rincian formasi. Dari total 525 daerah yang mengusulkan kebutuhan, baru 80 daerah yang mendapatkan formasi. Sementara 445 daerah lain masih ditangguhkan, termasuk Pemerintah Maluku Utara dan 10 kabupaten/kota lainnya. "445 daerah, termasuk Malut, masih menunggu penandatanganan formasi. Mungkin masih ada administrasi dan lain yang masih kurang yang perlu dilengkapi. Menpan mengaku dalam waktu dekat akan disampaikan," kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) Malut Muabdin H. Radjab, kepada Malut post di sela rakor kemarin.

Muabdin mengatakan, pihaknya melalui BKD akan selalu berkonsultasi setiap saat dengan Menpan untuk mendapatkan kepastian formasi. Dia menjelaskan, penerimaan formasi kali ini selain pelamar umum, juga ada kuota untuk K2. “Namun dibatasi hanya untuk tenaga tenaga guru dan kesehatan. Sementara K2 lainnya tidak ada. Bahkan K2 guru dan tenaga kesehatan juga menggunakan batas maksimal usia 35 tahun,” ungkapnya.

Formasi untuk Malut sendiri diperkirakan sekitar 300 orang. “Nanti akan dilihat kembali berapa guru dan tenaga kesehatan. Saya  juga belum tahu pasti datanya sebab harus diverifikasi dulu," terangnya.

Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Kota Ternate mengklaim formasi CPNS untuk Ternate sudah dipastikan jumlahnya. Saat ini, prosesnya tinggal menunggu penandatanganan. “Seluruh Maluku Utara belum ditandatangani jumlah kuota yang diusulkan ke Kemenpan,” kata Kepala BKPSDMD Junus Yau usai mengikuti rakor kemarin.
Dia menyatatakan, rata-rata yang belum ditandatangani disebabkan adanya permasalahan dalam usulan yang mana tidak sesuai dengan harapan Menpan-RB. “Maka tadi ada beberapa daerah tadi diminta untuk membenahi usulan tersebut,” ungkapnya.

Dari Maluku Utara, hanya Ternate yang tidak mengalami masalah dalam proses usulan. Sebab sudah sesuai dengan yang diminta oleh Kemenpan. ”Kalau Ternate aman, tinggal ditandatangani oleh Menpan saja. Kalau daerah yang ada di Maluku Utara seluruh belum tanda tangan. Saya juga tidak tahu persis apakah daerah lain bermasalah atau tidak, yang jelas Ternate aman,” tegasnya.
Sejauh ini, kuota yang diusulkan Pemkot Ternate sebanyak 179 formasi. ”Saya belum tahu apakah yang Pak Menpan tandatangani sesuai dengan usulan itu atau tidak, tapi kuota itu aman. Mudah-mudahan Kota Ternate ada penambahan kuota biar lebih bagus. Jadi minggu depan baru diinformasikan terkait formasi,” ujarnya.(udy/cr-05/kai)

Jadwal Seleksi CPNS 2018

* Pengumuman, Pendaftaran & Verifikasi Administrasi
19 September-minggu kedua Oktober 2018
* Pengumuman Lulus Administrasi
16 Oktober 2018
* Seleksi (SKD & SKB)
20 Oktober 2018
* Pengumuman Kelulusan
30 November 2018
* Pemberkasan
Desember 2018

------------------------------------------------------------------------------------
Formasi CPNS 2018

* Total 238.015 formasi
- Pempus 51.271 formasi (76 K/L)
- Pemda 186.744 formasi (525 Pemda)

* Pempus
- Pelamar Umum 24.817 formasi
- Guru Madrasah Kemenag 12.000 formasi
- Dosen Kemenristekdikti & Kemenag 14.454 formasi
* Pemda
- Guru Kelas & Mapel 88.000 formasi
- Guru Agama 8.000 formasi
- Tenaga Kesehatan 60.315 formasi*
- Pelamar Umum (Tenaga Teknis) 30.429 formasi

Ket:
*Dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis

----------------------------------------------------------------------------------
PNS Indonesia dalam Angka

* Jumlah PNS 4,3 juta
- Guru & Kesehatan 2,3 juta (53,4%)
- Tenaga Pelaksana 1,6 juta (38%)
- Tenaga Teknis Keahlian 372 ribu (8,6%)


Sumber: Kemenpan-RB

-----------------------------------------------------------------------------------
Formasi CPNS Kota Ternate


TENAGA KESEHATAN        
Dokter Umum (5)
Dokter Gigi (2)
S1 Farmasi (7)
D3 Analisis Kesehatan (9)
D3 Kesehatan Lingkungan (8)
SKM Kesehatan lingkungan (1)
S1 Ilmu Keperawatan Ners (2)
D3 Ilmu Keperawatan (11)
D3 Ilmu Kebidanan (10)
D3 Keperawatan Gigi (3)
SKM Jurusan epidemilogi (4)
SKM Administrasi (5)
SKM Promosi Kesehatan (2)
D3 Fisioterapi (2)
D3 Gizi    (1)
D3 Radiografer (1)

TENAGA PENDIDIKAN
Guru BK (4)
Pendidikan Seni (3)
Pendidikan Agama Islam (10)
Pendidikan Olahraga (16)
Pendidikan Matematika (8)
Bahasa Indonesia (11)
Pendidikan Geografi (4)
PPKN (4)
Bahasa Inggris (3)
PGSD (22)
Biologi (2)

TENAGA TEKNIS        
Akuntan (2)
Ilmu Farmasi (1)
S1 Teknik Sipil (2)
S1 Arsitek (2)
Teknik Geologi (2)
Arsitek Survei Pemetaan    (8)
Arsitek Lingkungan (1)
Teknik lingkungan (1)

TOTAL 179 Formasi

Sumber: BKPSDMD Kota Ternate

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,99%)       :       (16,01%)

Dahlan Iskan