Minggu, 18 November 2018

 Headline

Pemprov Dapat 378 Formasi

Diposting pada 10/09/2018, 12:49 WIT
 Idrus Assagaf
Idrus Assagaf

SOFIFI – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akhirnya mengumumkan kuota formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 di daerah. Rata-rata usulan pemerintah daerah mengalami pemangkasan. Penetuan kuota CPNS sendiri menggunakan sejumlah pertimbangan, diantaranya porsi belanja pegawai dalam APBD hingga kebutuhan daerah yang relevan.

Jatah penerimaan CPNS milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara, misalnya, dipangkas sebanyak 42 formasi. Pemprov awalnya mengusulkan 420 formasi. Namun Kemenpan hanya menyetujui 378 formasi yang terdiri atas tenaga kesehatan 95 orang, tenaga guru 252 orang, dan tenaga teknis 31 orang. Khusus tenaga teknis, hanya sarjana teknik yang diberikan peluang, sedangkan sarjana sosial sama sekali tidak diakomodir. “Dalam usulan awal sarjana ilmu sosial juga dimasukkan. Tapi dalam formasi tidak terakomodir. Itu berdasarkan pertimbangan Kemenpan berdasaran hasil analisis kebutuhan dari data kepegawaian masing-masing daerah," terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah Malut, Idrus Assagaf kepada Malut Post, Minggu (9/9).

Mantan Penjabat Wali kota Ternate itu menjelaskan, untuk formasi khusus eks honorer Kategori Dua (K2) tahun 2013 yang memenuhi syarat hanya satu orang. Sedangkan total jumlah K2 di Pemprov sendiri mencapai 355 orang. “Ini karena K2 Pemprov didominasi tenaga di luar guru dan kesehatan. Sementara K2 yang diakomodir hanya tenaga guru dan kesehatan,” tuturnya.

Idrus merincikan, dalam //database// K2 Pemprov Malut, terdapat 9 tenaga kesehatan dan 7 tenaga guru. Hanya saja, dari sisi usia dan latar belakang pendidikan tidak terpenuhi. Dimana usia maksimal 35 tahun dan latar belakang pendidikan S1. "Hanya satu guru saja yang memenuhi syarat, sementara 15 lain tidak bisa. Sehingga jalur khusus untuk Pemprov hanya satu orang," terangnya.
Meski hanya satu, Idrus menyatakan tenaga honorer tersebut tetap harus ikut tes. Passing grade untuk formasi khusus ini juga memiliki standar yang lebih rendah dari pelamar umum. Misalnya pada poin intelegensi yang hanya 60, dibandingkan pelamar umum 80. “Semua ini sudah menjadi penentuan dari Kemenpan. Selain itu semua formasi yang diberikan sekaligus dengan penempatan lokasi kerja. Khusus untuk tenaga kesehatan, dari 95 formasi seluruhnya ditempatkan di Rumah Sakit Sofifi," tukasnya.

Pemangkasan juga terjadi di Pemerintah Kota Ternate. Dari usulan 178, hanya 112 yang diakomodir. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Junus Yau mengatakan, formasi yang disetujui tetap didominasi tenaga kependidikan dan kesehatan. “Formasi kependidikan awalnya yang diusulkan sebanyak 85 orang namun yang disetujui hanya 47 formasi. Tenaga kesehatan yang diusulkan 73 orang dan yang disetujui 50 formasi. Sedangkan untuk tenaga teknis dari usulan 20 orang dikurangi menjadi 15 orang. Sedangkan formasi khusus K2 hanya satu yang memenuhi syarat, yaitu yang tugas di SD Loto,” terangnya.

Waktu penerimaan, kata Junus, sesuai jadwal Menpan RB yakni mulai tanggal 19 September. Sebelum waktu pendaftaran, pihaknya akan menghadiri rapat koordinasi yang digelar BKD Provinsi untuk menyatukan persepsi. “Agar pelaksanaan tes berlangsung lancar,” ujarnya.

Saat rakor beberapa waktu lalu, Badan Kepegawaian Negara menetapkan empat lokasi tes di Malut. Salah satunya di Ternate yang dipusatkan di SMK Negeri 2. Junus juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. “Kami juga upayakan sebelum tes ada pra tes agar peserta bisa lebih siap. Kita nanti akan menggunakan tiga kelas saat pelaksanaan tes. Proses tes sendiri berlangsung ketat dan itu sudah diingatkan penyelenggara, karena ada di beberapa daerah yang saat pelaksanaan tes melakukan hal-hal yang melanggar," tegasnya.

Pemkot sendiri memiliki total 388 pegawai honorer K2. Menurut Junus, para honorer yang tidak bisa mengikuti tes kali ini tidak perlu berkecil hati. Sebab Pemerintah Pusat telah menyiapkan solusi dengan menerbitkan Undang-Undang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). “Kalau UU-nya sudah dikeluarkan, maka seluruh honorer akan kita seleksi untuk diangkat menjadi P3K. Tapi dari 387 honorer K2 yang tidak memenuhi syarat itu saja, tidak ada pengangkatan honorer baru,” pungkasnya.

Di Kepulauan Sula, rekrutmen CPNS kali ini mendapat jatah 223 formasi. Usulan Pemkab sendiri sebanyak 300 formasi. "(Prioritaskan) tenaga guru dan kesehatan," kata Bupati Hendrata Thes.
Sementara Kepala BKPSDM Imran Umalekhoa menuturkan, kuota 300 yang diusulkan awal sesuai dengan analisis jabatan yang dilakukan. Di sisi lain, tahun ini hanya ada dua pegawai yang pensiun. “Yang pensiun Kadis Capil dan mantan Sekda. Memang hanya dua orang tapi usulan itu sesuai analisis," pungkasnya.

Sementara di Halmahera Timur, formasi yang diakomodir Kemenpan sebanyak 273 dari total usulan 350. Kepala BKD Ismail Mahmud menuturkan, rincian formasi akan diumumkan melalui media massa. “Nanti kita umumkan secara resmi melalui media massa, baik cetak maupun online,” katanya kemarin.

Informasi persyaratan CPNS sendiri dapat diakses lewat https: sccn.bkn.go.id. Kemenpan maupun BKN mewanti-wanti agar para pelamar mengandalkan informasi resmi langsung dari dua lembaga tersebut. Pasalnya, banyak hoaks yang beredar di luar terkait seleksi CPNS 2018.(udy/cr-05/ikh/din/far/ado/wmj/kai)

Kuota CPNS 2018 Kab/Kota

Kepsul         223
Haltim         273
Halteng       267
Tikep          250
Halbar         236
Halsel         240
Ternate      112

 

Formasi CPNS 2018 Pemprov

* Tenaga Pendidikan (Guru)
Agama Islam    25
Agama Kristen     6
Bahasa Indonesia     30
Bahasa Inggris     35
Pendidikan Bimbingan dan Konseling     1

Pendidikan Biologi     14
Pendidikan Fisika     8
Kimia     15
Pendidikan Ekonomi, Perusahaan & Koperasi     4
Pendidikan Geografi     8
Pendidikan Sejarah     12
Pendidikan Sosiologi     3
Pendidikan Matematika     49
Pendidikan Jasmani     14
Pendidikan Kewarganegaraan     15
Tehnik Informatika     8

* Tenaga Kesehatan
S1 Farmasi Apoteker     2
DIII Farmasi     4
DIII Kebidanan     7
Dokter Umum     6
Dokter Gigi     2
S1 Gizi         2
DIII Gizi     2
S1 Kesehatan Masyarakat     6
S1 Keperawatan     4
DIII Keperawatan Gigi     2
DIII Keperawatan     44
DIII Perekam Medis     2
S1 Analis Kesehatan     2
DIII Analis Kesehatan     3
DIII Radiologi     1
S1 Elektro Medis     2

 

* Tenaga Teknis
S1 Ekonomi Akuntasi/S1 Administrasi/
S1 Pemerintahan & Ilmu Pemerintahan/
S1 Administrasi         2
S1 Ilmu Hukum (Perdata)    2
DIII Teknik Sipil        2
S1/DIV Akuntasi         1
S1 Statistika    1
S1 Teknik Informatika     1
DIII Teknik Komputer    2
S1 Teknik Infomatika/Teknik Komputer/
Manajemen Teknik Informatika        1
DIII Teknik Informatika/DIII Statistika     2
S1/DIV Teknik Sipil    2
S1/DIV PWK/Teknik sipil/ Arsitektur/
Ekonomi Pembangunan     2
DIII Teknik Sipil/DIII Lingkungan         1
S1 Teknik Sipil Planologi/S1 Teknik Lingkungan/
S1 Ekonomi Pembangunan         1
S1/DIV Teknik Sipil & Perencanaan Tata Ruang/
Studi Pembangunan/Ekonomi Pembangunan/Manajemen    2
S1 Teknik Sipil/S1 Teknik Lingkungan     2
S1 Perikanan    2

Sumber: BKD

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,29%)       :       (16,71%)

Dahlan Iskan