Selasa, 18 September 2018

 Headline

Perahu Tenggelam, Dua Perempuan Tewas

Diposting pada 14/09/2018, 13:18 WIT
Ilustrasi
Ilustrasi

LABUHA – Kecelakaan laut terjadi lagi di perairan Pulau Obi, Halmahera Selatan. Pumpboat yang ditumpangi delapan warga Desa Pasir Putih, Obi Utara, tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi. Dua penumpang ditemukan tewas, sementara enam lainnya harus mendapat perawatan intensif.
Lakalaut tersebut bermula saat rombongan warga Pasir Putih bertolak menuju Laiwui, pada Rabu (12/9) malam sekira pukul 11. Mereka hendak berjualan sayur mayur di Jikotamo, Obi. Namun setibanya di pertengahan kedua kecamatan, tepatnya di perairan Desa Cap, gelombang tinggi menghantam perahu 7 grosston itu.
Sekitar pukul 1 Kamis (13/9) dini hari, perahu itu akhirnya terbalik. La Simala, salah satu keluarga korban yang dihubungi Malut Post menuturkan, setelah mendengar ada pumpboat tenggelam di dekat desa mereka pagi harinya, warga Cap lalu melakukan pencarian. Warga berhasil menemukan para korban.
Sayangnya, dua diantaranya, yakni Wa Saida La Balao (55) dan Wa Ete La Tanjo (32) sudah meninggal dunia. Sedangkan lima korban lainnya selamat dan langsung dibawa ke puskesmas. “Saat ini korban meninggal dunia sudah dibawa ke rumah untuk dimakamkan. Sedangkan enam orang lainnya masih dalam perawatan bidan di desa," tutur La Simala.
Kapolsek Obi AKP Dedi Widanto yang dikonfirmasi menjelaskan, perahu tersebut dikemudikan oleh motoris bernama Yahya. Sedangkan para penumpang sedianya hendak berdagang di Pasar Lapanawa, Jikotamo. Naas, saat tiba di Tanjung Mores perahu mereka dihantam gelombang. “Sehingga mengalami mati mesin dan terbalik,” jelasnya.
Lakalaut tersebut baru diketahui warga Cap sekira pukul 7 pagi saat satu longboat dari Cap melintasi Tanjung Mores dan menemukan satu korban selamat, La Acan La Siba. Longboat itu juga menemukan dua korban tewas yang langsung dievakuasinya. “Mereka dikembalikan ke Desa Pasir Putih. Pencarian lalu dilanjutkan dan semua korban berhasil ditemukan,” sambung Dedi.
Para korban selamat yakni Yahya (41), La Acan La Siba (21), Naim La Noho (25), Wa Uki La Raso (38), Wa Nitu (40), dan Wa Nunung La Atimu (17). “Penyebab kejadian belum bisa dipastikan tapi diperkirakan karena ombak. Prakiraan BMKG ketinggian ombak berkisar 1,25 meter sampai dengan 2 meter. Di Desa Pasir Putih juga belum ada Pos Syahbandar sehingga tidak ada penerbitan SPB serta pengawasan langsung," ungkap Kapolsek.
Sementara itu, cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir membuat Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Maluku Utara meminta masyarakat waspada terhadap ancaman gelombang tinggi. Pasalnya, gelombang laut di beberapa perairan laut sudah mencapai 3 meter.
Prakirawan BMKG Malut Satria Kridha Nugraha mengatakan, gelombang tinggi yang perlu diwaspadai adalah perairan laut Halmahera Utara, atau rute Tobelo-morotai. Tinggi gelombang di situ mencapai 1,5 sampai 3 meter. Begitu juga Ternate-Bitung dengan ketinggian gelombang yang sama. “Tinggi gelombang ini juga terdapat di Ternate-Batang Dua, Ternate-Sofifi yang rata-rata sampai besok (hari ini, red) tinggi gelombang mencapai 1,5 sampai 3 meter,” ungkapnya.
Sementara di Halmahera Selatan, dia menambahkan, tinggi gelombangnya sudah mencapai 1,5 sampai 2,5 meter. ”Potensi tinggi gelombang ini bisa saja melebihi dua kali lipat, tergantung arah angin. Maka itu kami berharap jika kondisi tidak memungkinkan petugas terus ikhtiar untuk tidak berangkatkan penumpang,” pungkasnya.(sam/cr-05/kai)

 

Share
Berita Terkait

Mahasiswi Tewas Saat Memotret

06/03/2018, 12:01 WIT

Jabatan Noce Jadi Taruhan

10/02/2018, 09:22 WIT

Kadis Satpol PP Dipolisikan Staf

08/02/2018, 13:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,99%)       :       (16,01%)

Dahlan Iskan