Selasa, 18 September 2018

 Headline

PNS Pemprov Bersiap Pindah ke Sofifi

Diposting pada 14/09/2018, 13:20 WIT
PERESMIAN: Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba didampingi Kadis Perkim Malut Santrani Abusama (kiri) saat menyaksikan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian perumahan dinas PNS, Kamis (13/9). RUSDI ABDURRAHMAN/MALUT POST
PERESMIAN: Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba didampingi Kadis Perkim Malut Santrani Abusama (kiri) saat menyaksikan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian perumahan dinas PNS, Kamis (13/9). RUSDI ABDURRAHMAN/MALUT POST

SOFIFI - Sebanyak 96 perumahan dinas pegawai negeri sipil (PNS) di internal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) diresmikan Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba (AGK), Kamis (13/9).  
Peresmian terhadap perumahan yang ditargetkan menampung kurang lebih 200 pegawai yang dibangun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Malut di Desa Barbar Kecamatan Oba Tengah itu dipusatkan di halaman depan perumahan.  
Selain meresmikan perumahan, Gubernur juga melaunching website Disperkim Malut sebagai tindak lanjut  hasil koordinasi dan supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI). Gubernur pada kesempatan itu menjelaskan, perumahan dinas tersebut akan diperuntukan bagi PNS bergolongan rendah seperti pejabat eselon IV.
Dengan target memindahkan domisili pegawai yang sebelumnya di Ternate  ke Sofifi guna mendorong peningkatan disiplin pegawai. “Dengan adanya perumahan tersebut saya tidak lagi mau mendengar  alasan bahwa masih ada dinas atau PNS yang melakukan aktivitas di Ternate, kecuali ada tamu dari Jakarta,” tegas Gubernur.
Perumahan berjumlah 96 unit tersebut memang masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki terutama fasilitas pendukung berupa lampu dan air. Untuk itu, gubernur memberikan waktu paling lama satu bulan untuk pengusaha agar bisa melengkapi fasilitas pendukung yang masih kurang tersebut. “Kita berikan waktu satu bulan untuk melengkapi, karena kita perlukan semua PNS harus bisa aktif dan membuat Sofifi semakin ramai dan pelayanan masyarakat juga tidak terganggu,” ujarnya.
Dengan diresmikan perumahan tersebut, Gubernur mengaku akan melakukan pengecekan langsung di setiap perumahan dinas. Jika ada perumahan yang tidak ditempati, maka kepemilikan pegawai bersangkutan akan dicabut meskipun sudah dibayar. “Kalau cuma ambil dan tidak dihuni apalagi tidak melaksanakan tugas,  saya akan tarik dan kasi ke PNS yang lebih rajin,” tandasnya.
Sementara Kadis Perkim Santrani Abusama, mengaku, seluruh bentuk fisik dari bangunan telah tuntas 100 persen.  "Airnya sudah jalan tinggal disambung ke dapur masing-masing. Begitu juga lampunya, tinggal digantung meteran. Semua instalasi maupun kabel induk sudah masuk, kapan ditempati langsung dipasangkan," terangnya.
Dengan diresmikannya 96 unit ini, jumlah perumahan di Sofifi telah mencapai kurang lebih 296 unit. Jika ditambahkan dengan rumah susun pegawai yang dibangun Balai Kementerian Pekerjaan Umum sebanyak 100 ruang, maka totalnya telah mencapai 396 unit. "Jika setiap rumah diisi dua sampai tiga pegawai, maka pegawai yang berdomisili di Sofifi mencapai 1000 lebih. Belum termasuk dengan pegawai yang telah punya rumah pribadi atau mengkridit perumahan yang dibangun swasta. Dengan demikian Sofifi bisa ramai,"terangnya
Dia mengaku, setelah diresmikan, fasilitas yang akan segera dilengkapi adalah jalan dan sarana ibadah yang rencana akan diusulkan pada tahun 2019 mendatang. "Setelah dilakukan pendataan  dan ditempati akan dilengkapi seluruh fasilitas pendukungnya," tambahnya.(udy/adv/jfr)

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,99%)       :       (16,01%)

Dahlan Iskan