Selasa, 18 September 2018

 Headline

PSSI Berpotensi Dihukum FIFA

Diposting pada 14/09/2018, 08:14 WIT
 LUIS Milla
LUIS Milla

JAKARTA - PSSI berpotensi mendapatkan sanksi dari FIFA jika tak segera melunasi gaji pelatih Timnas Indonesia Luis Milla. Juga tanggungan sewa rumah yang ditangani Milla.
Komite Eksekutif PSSI membuka tunggakan gaji Luis Milla selama tiga bulan dengan nilai Rp 6,9 miliar. Sumber juga menyatakan jika PSSI tak membayar sewa rumah Milla di Bali hingga pelatih asal Spanyol itu harus menalangi biaya mulai Februari hingga Agustus.
PSSI merespons dengan tengah berkomunikasi dengan Milla untuk memperpanjang kontrak setahun lagi. PSSI menyebut pelatih asal Spanyol itu belum memberikan jawaban. Pernyataan PSSi lewat sekjen Ratu Tisha Destria itu dimentahkan sumber dengan menyebut sampai saat ini tidak ada komunikasi dengan si pelatih. PSSI pun tak mengajak bicara Milla untuk menyampaikan niat menambah kontrak sebelum Milla meninggalkan Indonesia.
PSSI bersikukuh masih butuh waktu untuk meyakinkan Milla dan memberi waktu hingga 15 September. Pemerhati sepakbola nasional, Akmal Marhali, menilai PSSI seharusnya jujur kepada publik soal kondisi tersebut. Selain itu, PSSI tetap wajib membayar hutang yang menjadi hak Milla.
"Utang itu bahkan bisa membuat PSSI dihukum FIFA. Apabila, PSSI tidak berniat memperpanjang kontrak Luis Milla. Segala kewajiban harus segera diselesaikan. Mulai dari utang dan akomodasi tempat tinggal yang belum dibayarkan," ujar Akmal.
Menurut Akmal jika PSSI tak segera menyelesaikan tunggakan itu, bukan tak mungkin Milla bakal melaporkannya kepada FIFA. Hal itu akan membuat PSSI disanksi oleh federasi sepakbola dunia itu.
"Penting ini untuk diselesaikan segera. Jika tidak, masalahnya bisa panjang. Milla bisa saja melapor ke FIFA dan PSSI pastinya akan kena sanksi," ujar dia.
"PSSI harus jadi contoh anggotanya (klub). Banyak klub yang tak bayar gaji pemain. Lalu pemain melapor ke FIFA dan akhirnya mendapatkan sanksi berupa denda dan pengurangan poin. Bukan mustahil itu akan terjadi pula ke PSSI," kata Akmal.
"Dan, ini akan membuat marwah PSSI jatuh. Baik, di mata anggota maupun dunia. Ketika drama terus dimainkan dan tercium publik ini satu kebohongan akan menyulitkan PSSI mendapatkan trust dari masyarakat. Padahal, menjaga trust adalah tugas utama PSSI. Itu salah satu program utama dalam kaitan reformasi tata kelola sepakbola nasional," dia menegaskan.
"Harus diingat pula Luis Milla itu pelatih profesional. Mantan pemain profesional di klub besar (Barcelona dan Real Madrid) dan pelatih timnas Spanyol U-19. Artinya, bicara profesional publik akan lebih percaya kepada Luis Milla dibandingkan PSSI," ujar dia.
Sebelumnya, Milla diklaim belum memberikan jawaban soal tawaran perpanjangan kontrak. PSSI diminta terbuka soal status pelatih asal Spanyol itu. PSSI berencana memperpanjang kontrak Milla hingga satu tahun ke depan. Itu setelah PSSI menilai permainan Timnas mengalami kemajuan seperti di Asian Games 2018.
Tapi, sampai saat ini, masa depan Milla malah dispekulasikan. PSSI mengklaim Milla belum memberikan jawaban atas ketertarikan itu. Eks pemain Barcelona dan Real Madrid itu diberikan batas waktu sampai 15 September untuk membuat keputusan.
"PSSI berusaha memutarbalikkan semuanya. Ketidakmampuan mau ditutupi dengan drama. Ujungnya, Luis Milla yang dianggap tak mau memperpanjang kontrak. Ini cara mereka untuk meredam tekanan publik. Tapi, sejatinya publik sudah tahu semua kok," dia menambahkan.
"PSSI sebagai lembaga publik (berdasarkan KIP - Komisi Informasi Publik) harus terbuka dan transparan. Sampaikan saja sejujurnya ketidakmampuan membayar gaji Luis Milla. Publik akan lebih mudah menerimanya dibandingkan bermain drama seperti saat ini," dia menegaskan. (dtc/yun)

 

Share
Berita Terkait

Zamroni Dipanggil Perkuat PSPS Riau

07/03/2018, 13:12 WIT

Rais Siap Bersaing Rebut Tempat

19/02/2018, 12:35 WIT

Puas Meski yang Ketiga

03/02/2018, 23:05 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,99%)       :       (16,01%)

Dahlan Iskan