Sabtu, 20 Oktober 2018

 Headline

Gubernur Gagal Masuk Palu

Diposting pada 05/10/2018, 11:59 WIT
 Abdul Gani Kasuba
Abdul Gani Kasuba

SOFIFI – Upaya Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) untuk berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah, terhalang. Gubernur yang sedianya hendak mengunjungi korban gempa itu bertolak dari Ternate sejak 2 Oktober lalu. Sayangnya, setibanya di Makassar, ia tak berhasil mendapat akses transportasi menuju Palu. Alumni Alkhairaat itu pun akhirnya membatalkan perjalanannya dan kembali ke Ternate kemarin (4/10).
AGK mengaku, transportasi untuk masuk ke Palu masih sangat sulit, terutama lewat udara. Pasalnya, pesawat reguler belum diizinkan mendarat di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie. “Yang ada hanya pesawat jenis Hercules. Sementara pesawat Hercules diprioritaskan untuk mengangut barang kebutuhan pengungsi,” tuturnya.
Di sisi lain, AGK juga mengaku dilarang Guru-nya masuk Palu lewat jalur darat. Sebab kondisi dirasa belum steril. “Jadi saya balik dulu. Setelah itu baru balik lagi karena rencana sumbangan pengungsi di Malut dibawa menggunakan pesawat," terangnya.
Gubernur sendiri telah menandatangani surat koordinasi dengan TNI AU. Ia juga telah menyurat kepada Pemerintah Provinsi Sulteng menyatakan bela sungkawanya atas bencana tersebut. Juga menyatakan pengiriman bantuan dari Malut akan mulai dilakukan 6 Oktober besok dengan Hercules milik TNI AU. “Yang jelas kita ingin masuk ke Palu. Selain melihat kondisi guru saya Habib Hasan Al-Jufri, guru kepala Alkhairaat, juga melihat masyarakat Malut yang ada di Palu yang mencapai ribuan orang," katanya.
AGK juga menyatakan siap memulangkan para mahasiswa yang dikabarkan telah menempuh perjalanan keluar Palu menggunakan bus sewaan. Para mahasiswa rencananya akan mengamankan diri di Makassar lalu menuju Malut. “Jika mereka sampai di Makassar maka sudah aman, lebih mudah untuk dipulangkan. Kami siap pulangkan mereka,” ujarnya.
Dia menambahkan, kondisi masyarakat Malut di palu juga tak kalah pentingnya. Sebab menurutnya bencana di Palu berbeda dengan bencana lain. “Kalau di Aceh kemarin hanya tsunami. Tapi kalau di Palu gempa, tsunami dan juga lumpur naik. Ribuan masyarakat tertutup lumpur dan meninggal, sampai saat ini belum bisa diangkut. Karena itu butuh perhatian serius," tukasnya.

Bantuan Rp 2 Miliar
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Malut Muabdin H. Radjab menyatakan jika pesawat Hercules tak bisa digunakan untuk mengangkut bantuan dari Malut maka pengiriman dilakukan lewat jalur laut. Dengan begitu, kapal Pelni yang digunakan akan langsung menuju Dermaga Pantoloan. “Sumbangan yang dikumpulkan saat ini telah mencapai 1 kontainer. Belum lagi yang dikumpulkan pihak Masjid Almunawwar yang juga kurang lebih 1 kontainer. Sementara dari KSOP bersama lembaga vertikal lain yang telah mengumpulkan sudah hampir 2 kontainer. Sehingga diperkirakan bantuan dari Malut untuk pengungsi di Palu bisa mencapai 4 kontainer,” ungkapnya.
Selain itu, Pemprov akhirnya juga menyumbangkan uang sebesar Rp 2 miliar. “Rp 500 juta untuk Mamuju, Rp 500 juta untuk donggala dan Rp 500 juta untuk Palu. Sementara Rp 500 juta-nya dibelikan bahan pokok," terang Muabdin.
Kepala Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Malut Ridwan Saban menambahkan, sebanyak 13 anggota tim advance telah diberangkatkan. Rencananya hari ini mereka tiba di Palu. “Selain membantu penanganan bencana mereka juga akan mendata warga Malut. Selanjutnya, Pemerintah akan memfasilitasi mereka untuk kembali bagi yang ingin kembali. Sehari dua 6 anggota juga akan menyusul,” ungkapnya.
Ridwan mengaku, sampai saat ini data jumlah warga Malut di Palu masih simpangsiur. Karena itu perlu dilakukan pendataan untuk mengetahui jumlah sesungguhnya. "Jadi nanti seluruh bantuan ini setelah tiba di Palu, masuk ke posko induk, barulah dibagikan ke posko pengungsi masing-masing. Sebab saat ini semua bantuan dari luar daerah di bawah kendali TNI guna menjaga pemerataan dalam pembagian," tukasnya.

Siap Dikirim
Upaya pengiriman bantuan juga dilakukan Forum BUMN di Malut. Ketua Forum BUMN, Arief Mardiyanto mengatakan, sesuai kesepakatan dengan Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), bantuan akan dikirim menggunakan kapal Pelni. “Bantuan akan dikirim 6 Oktober (besok, red), menggunakan kapal Pelni pukul 16.00 WIT,” katanya.
Menurut Arief, dua kontainer dengan kapasitas 20 feet telah disiapkan untuk menampung hasil penggalangan bantuan, yang dikumpulkan dari berbagai elemen.  Sementara itu bantuan yang terkumpul di Masjid Almunawwar sebanyak 5 ton, terdiri dari berbagai kebutuhan pangan. “Bantuan dari  KSS Halmahera Selatan, NU, Askrindo, Kimia Farma, Jasa Raharja dan lainnya sudah terkumpul, namun belum dapat disampaikan secara pasti total keseluruhan,” tuturnya.
Bantuan yang dikirim termasuk kebutuhan perempuan seperti pembalut. Selain itu kebutuhan anak-anak seperti susu dan makanan kering tahan lama. Forum BUMN juga akan mengirimkan relawan dari Malut sebanyak 25 orang, yang berasal dari Pelindo, KSOP dan Tagana.
Dia menambahkan  bantuan diperkirakan tiba di Palu Senin (8/10). General Manager Mega Ponsel, Stevandi mengatakan, walaupun bantuan telah diserahkan ke BUMN, tapi jika ada masyarakat yang masih ingin membantu, maka dapat menyerahkan bantuannya sampai Sabtu besok.
Sementara itu, Posko Utama Gempa Palu dan Donggala di Al-Munawwar juga telah bersiap melakukan pengiriman besok. Penanggungjawab Posko, Muchsin S. Abubakar meminta Koordinator Lapangan Umum dan perwakilan relawan hadir pukul 9.30 pagi ini di posko untuk menyiapkan berita acara penyerahan bantuan. Dia mengimbau agar pengiriman perdana ini mengutamakan makanan siap saji dan pakaian dengan total berat 5 ton. “Diharapkan juga penerimaan bantuan pakaian diganti dengan makanan siap saji. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Sulteng,” ungkapnya.
Muchsin juga mengimbau tim dokter dan Trauma Center Al-Munawwar untuk menyiapkan fisik dan mental sebelum diterjunkan ke lokasi bencana. “Sesuai konfirmasi saya dengan Kepala KSOP Malut dan akan dikomunikasikan dengan TNI AL sesuai surat jalan tim pengawal dan relawan ke Palu di-//back up// penuh dari institusi berwenang. Jika ada saran dan masukan mohon disampaikan guna suksesnya aksi kemanusiaan ini,” tuturnya.
Sedangkan kegiatan di Posko Utama paling lambat pukul 9.30 Sabtu (6/10) sudah akan ditutup. Muchsin menambahkan, terkecuali ada pemberitahuan lanjutan dari Penanggungjawab dan Korlap Umum untuk melanjutkan penggalangan bantuan. “Apakah selanjutnya penggalangan indoor atau outdoor, tunggu pemberitahuan selanjutnya,” katanya.
Korlap Umum Hasby Yusuf menambahkan, sejak pembukaan posko hingga kemarin, bantuan yang terkumpul mendekati angka Rp 300 juta serta barang mencapai 10 ton. “Alhamdulillah respons masyarakat Maluku Utara sangat luar biasa. Hampir semua elemen turun ke jalan menggalang dana dan bantuan untuk Palu dan Donggala. Ini fakta bahwa masalah kemanusiaan menembus batas-batas sosial dan menembus batas-batas keyakinan. Energi solidaritas kemanusiaan yang baik ini harus terus dijaga untuk menjaga semangat kebersamaan kita,” ungkapnya.
Pihak Posko Utama juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penggalangan dana. Diantaranya adalah elemen mahasiswa, KNPI, HMI, BEM se-Unkhair, UMMU, IAIN Ternate, KAHMI, BKPRMI, KOMWIL Alkhairaat, IMM, PII, BAKOMUBIN, BKM Almunawwar, GMKI, HPA Alkhairaat, WIA Alkhairaat Majelis Habib Abubakar, Pramuka, Republik Basedu, LSM Popaco, Garda Nuku, Kossakate, Garda Nuku, PMII dan Janglaha Printing.(udy/mg-02/onk/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,63%)       :       (16,37%)

Dahlan Iskan