Rabu, 12 Desember 2018

 Headline

Mantan Kadis PU Kepsul Terancam Hukuman Berat

Diposting pada 11/10/2018, 12:09 WIT
SIDANG: Terdakwa jalani sidang perdana di PN Ternate.
SIDANG: Terdakwa jalani sidang perdana di PN Ternate.

TERNATE - Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepulauan Sula, Ikram Abdurahman, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Ternate, kemarin (10/10). Ikram dihadirkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan Fatce Fagudu. Ikram didampingi oleh penasehat hukumnya (PH), Risno Naser.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Akbal Puram yang didampingi Muksin Umalekhoa menyebutkan, pada Juni 2015, bertempat di Mall Jatiland Kota Ternate, terdakwa melakukan pertemuan dengan Rukmini Ipa dan Samsudin Djafar untuk membahas pelaksanaan proyek di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). Pada pertemuan itu, terdakwa sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Sula sekaligus selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Rukmini Ipa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyepakati bahwa Samsudin Djafar akan diberikan paket proyek pekerjaan jalan Fatce Fagudu dengan kompensasi, Samsudin Djafar memberikan uang sebesar Rp 500 juta.
“Sebagai kesepakatan tersebut, bertempat di Dermaga Ahmad Yani Ternate, Rukmini Ipa menerima penyerahan uang sebesar Rp 500 juta dari Samsudin Djafar. Uang itu berasal dari H Muhammad Ali,” ungkap JPU. Uang tersebut, lanjut JPU, diberikan oleh Rukmini Ipa kepada terdakwa sebesar Rp 50 juta dan selebihnya digunakan oleh Rukmini Ipa. Terdakwa yang telah menerima uang sebesar Rp 50 juta dari Samsudin Djafar yang diberikan melalui Rukmini Ipa menyerahkan agar perusahaan PT Citra Mulya Budi Luhur yang digunakan Samsudin Dajafar untuk mengikuti tender proyek pembangunan jalan Fatce Fagudu dapat dimenangkan dengan arahan kepada Rukmini Ipa untuk memanggil Suleman Bermawi selaku Ketua Pokja untuk menemui Rukmini Ipa di kapal yang sedang berlabuh di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.
Kemudian Suleman Bermawi dan La Ode Awaludin selaku Sekretaris Pokja menemui Rukmini Ipa di kapal itu. Dalam pertemuan itu, arahan terdakwa menemui saksi Rukmini Ipa yang menyarankan Suleman Bermawi untuk memenangkan PT Citra Mulya Budi Luhur dalam proses pelelangan proyek jalan Fatce Fagudu. Kemudian, Suleman Bermawi mencari kekurangan peserta lelang selain PT Citra Mulya Budi Luhur dan mengabaikan kekurangan perusahaan tersebut.
“Setelah tahapan pelelangan selesai, Suleman Bermawi memenangkan perusahaan itu walapun perusahaan tersebut membuat dokumen kualifikasi yang tidak benar,” ungkap JPU. Terdakwa disebut mengetahui pemberian dari Samsudin Djafar itu berkaitan dengan jabatannya sebagai Kepala Dinas PU Kepulauan Sula selaku KPA dalam proyek pembangunan jalan Fatce Fagudu tahun 2015. Hal itu diduga bertentangan dengan kewajiban terdakwa sebagai PNS yang dilarang menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dan dari siapa pun juga yang berhubungan dengan jabatannya dan atau pekerjaannya sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat 8 PP nomor 23 tahun 2010 tentang disiplin PNS.
Jaksa Penuntut Umum menegaskan, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf b Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dan nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Artinya, terdakwa terancam hukuman penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, denda maksimal Rp 1 miliar.
Subsider, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat 2 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Sidang yang dipimpin Hakim Moehammad Pandji Santoso dan dua hakim anggota Aminul Rahman (Hakim Ad Hoc) dan Efendy Hutapea (hakim Ad Hoc) itu akan kembali dilanjutkan pada Rabu (17/10) pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (cr-04/lex)

 

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,20%)       :       (16,80%)

Dahlan Iskan