Rabu, 12 Desember 2018

 Headline

Amien Rais Balik Puji Polisi

Diposting pada 11/10/2018, 12:12 WIT
PENUHI PANGGILAN: Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (10/10). Amien diperiksa terkait kasus penyebaran hoaks aktivis Ratna Sarumpaet.ADHI WICAKSONO/CNN INDONESIA
PENUHI PANGGILAN: Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Rabu (10/10). Amien diperiksa terkait kasus penyebaran hoaks aktivis Ratna Sarumpaet.ADHI WICAKSONO/CNN INDONESIA

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais telah selesai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10). Amien diperiksa sebagai saksi kasus berita bohong tersangka Ratna Sarumpaet. Usai menjalani pemeriksaan, Amien merasa telah dimuliakan oleh anggota polisi yang memeriksa.
Amien keluar sekitar pukul 16.00 WIB. Dia didampingi oleh kuasa hukum dan anaknya. "Saya merasa dihormati, dimuliakan. Pertanyaannya enggak muter-muter apalagi menjebak," ujarnya.
Meski demikian, Amien tidak merinci apa saja yang ditanyakan oleh polisi kepadanya. Usai memberikan keterangan, dia bersama anaknya Tasniem Rais pergi dengan mobil sedan hitam.
Sebelumnya, Amien sempat mempermasalahkan pemanggilan dirinya oleh penyidik. Pasalnya, nama Amien dalam surat panggilan ditulis tak lengkap. Begitu pula tanggal surat yang disebutnya mendahului penangkapan Ratna.
Bahkan, Amien juga meminta Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Amien yang dikawal massa Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) sempat menyinggung soal kasus dugaan korupsi yang akan dia bongkar. Amien mengaku, fakta itu terkait kasus korupsi yang telah mengendap lama di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan mulai membuka perlahan kasus dugaan korupsi dimaksud. Bahkan kali ini dia menyebut nama petinggi Polri. "Saya tahu Anda semua ingin tahu soal KPK, saya minta pada Pak Jokowi supaya Pak Kapolri Tito Karnavian segera dicopot alasannya pelajari sendiri," kata Amien. Namun, Amien enggan menjelaskan lebih lanjut mengapa dia meminta pencopotan itu.
Menurut dia, masih banyak figur polisi jujur dan mengabdi pada bangsa serta negara untuk menjadi pimpinan Polri. "Saya yakin kepemimpinan Polri yang jujur dan mengabdi bangsa dan negara masih banyak untuk mengganti Tito Karnavian. Polisi tulang punggung keamanan nasional."

'Ancaman' mengungkap kasus korupsi oleh Amien itu pun menjadi liar. Muncul pertanyaan, andai dia memiliki bukti dan fakta soal kasus mengendap, mengapa baru ia akan bongkar setelah dirinya akan diperiksa oleh polisi dalam kasus Ratna Sarumpaet. Bahkan, pada kasus yang sama, Amien pun menjadi salah satu pihak yang dilaporkan.
Dugaan perusakan bukti kasus korupsi di KPK diungkap lewat pemberitaan jaringan media Indonesialeaks. Pihak Mabes Polri telah membantah investigasi tersebut.
Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal yang diklarifikasi saat masih menjabat Kepala Biro Penerangan Masyakarat Mabes Polri menilai tak ada yang keliru dengan keputusan Polri soal Roland dan Harun. "Pemeriksaan internal Kepolisian telah mengklarifikasi data dan alat bukti yang diserahkan PI (Pengawas Internal KPK)," katanya.
Menurut Iqbal, pemulangan Roland dan Harun tak terkait dengan dugaan pengrusakan barang bukti. Polri menganggap masa dinas mereka sebagai penyidik telah cukup. "Kedua penyidik dikembalikan ke Polri karena masa dinasnya hampir selesai," ujarnya.(cnn/kai)
 

Share
Berita Terkait

Buka Lowongan CPNS 200 Ribu

06/03/2018, 12:17 WIT

Remunerasi PNS Terancam Dihapus

09/03/2018, 12:36 WIT

Rekrutmen CPNS Dibuka Juli

13/03/2018, 11:04 WIT

Hari Ini PNS Wajib Kerja Lagi

21/06/2018, 10:15 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,20%)       :       (16,80%)

Dahlan Iskan