Minggu, 18 November 2018

 Headline

Polisi Blokade Politik Uang

Diposting pada 17/10/2018, 13:09 WIT
Grafis
Grafis

SANANA – Aparat kepolisian bekerja ekstra keras memastikan pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Maluku Utara berjalan aman dan sebagaimana mestinya. Sesuai jadwal, pelaksanaan PSU dilakukan hari ini di tiga wilayah. Politik uang jelang hari-H alias serangan fajar jadi fenomena yang paling diantisipasi petugas.
Penyisiran terhadap lokasi-lokasi yang diduga akan dimanfaatkan untuk permufakatan jahat terus dilakukan di Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula. Sementara di wilayah enam desa Kabupaten Halmahera Utara, polisi terus menerus mengimbau warga agar menjaga situasi selalu kondusif. Pengamanan di tiap tempat pemungutan suara (TPS) juga diperketat. Di Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Desa Bobong menjadi sasaran patroli rutin.
Di Kepsul, polisi tak hanya menyisir rumah dan bangunan yang berpotensi. Patroli rutin juga dilakukan secara bergantian. Bahkan pesisir pantai pun menjadi sasaran penyisiran. Wakapolres Kepsul Kompol Toni Kasmiri menuturkan, langkah itu sebagai upaya menutupi ruang gerak pelaku politik uang. “Polair sudah menyisir pantai karena ada informasi ada yang membawa uang lewat pantai. Ini kita sisir semua untuk mengantisipasi politik uang dan langsung kita tangkap bila ditemukan," tegasnya saat diwawancarai Malut Post kemarin (16/15).
Direktur Sabhara Polda Malut Kombes Pol Imam Susilo dalam apel pasukan kemarin menuturkan, patroli jalan kaki di pemukiman warga bertujuan mengajak masyarakat menjaga keamanan menjelang PSU. Dia juga meminta anggota polisi tidak menyampaikan hal-hal kepada masyarakat yang tidak berkaitan dengan tugas polisi. "Jangan sampai ada
bahasa-bahasa yang justru membuat suasana tidak baik. Saya ingatkan itu, jadi ajaklah masyarakat dengan sikap humanis," ujarnya.
Selain itu, anggota Resmob diingatkan menanggalkan peluru dana magasin senjata. ”Kegiatan pengamanan adalah pelayanan, sehingga tahapan pengendalian massa harus sesuai dengan SOP. Laksanakanlah tugas dengan baik dan penuh semangat, fokus pada pelayanan," tandasnya.

Pantau Langsung
Sementara itu, pelaksanaan PSU di enam desa juga dimonitor langsung Pemerintah Kabupaten Halut. Bupati Frans Manery bakal memimpin langsung pemantauan tersebut. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Halut, Deky Tawaris mengatakan, meski sesuai edaran Gubernur PSU merupakan hari libur Pemkab tetap memantau langsung.
Pantauan tersebut bertujuan memastikan kelancaran jalannya PSU. Bupati Frans akan berkomunikasi langsung dengan camat, para kepala desa dan masyarakat untuk memastikan hal tersebut. "Tentunya Bupati sebagai pimpinan daerah ingin berada secara langsung di tengah-tengah masyarakat," ujar Deky.
Sementara itu, soal langkah-langkah yang dilakukan untuk menjaga kondisi tetap kondusif, Deky mengaku sejak jauh-jauh hari telah dilakukan oleh Pemkab melalui pemerintah kecamatan hingga desa. Bahkan, Pemkab juga sudah menegaskan dalam Musrenbang desa bahwa pelaksanaan PSU harus sukses. "Langkah itu telah dilakukan oleh semua pemkab dan juga sudah disepakati. Kita berharap semua pihak juga ikut membantu penyelenggara maupun aparat keamanan, agar PSU ini berlangsung aman dan damai," harapnya.(ikh/tr-04/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,29%)       :       (16,71%)

Dahlan Iskan