Minggu, 18 November 2018

 Headline

AGK-YA Menang Agregat

Diposting pada 18/10/2018, 12:57 WIT
RELA PANAS-PANASAN: Gubernur Abdul Gani Kasuba, Ketua DPRD Malut Alien Mus, dan Kapolda Brigjen Pol Naufal Yahya berpanas-panasan memantau jalannya PSU di Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula, Rabu (17/10). Hasil hitung cepat form C1 menunjukkan calon petahana unggul agregat. IKRAM SALIM/MALUT POST
RELA PANAS-PANASAN: Gubernur Abdul Gani Kasuba, Ketua DPRD Malut Alien Mus, dan Kapolda Brigjen Pol Naufal Yahya berpanas-panasan memantau jalannya PSU di Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula, Rabu (17/10). Hasil hitung cepat form C1 menunjukkan calon petahana unggul agregat. IKRAM SALIM/MALUT POST

TALIABU - Pasangan calon nomor urut 3 Abdul Ghani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA) bisa tersenyum lebar. Perjuangan panjang dalam Pemilihan Gubernur Maluku Utara kali ini berhasil dimenangkan mereka. Meski rivalnya Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai) unggul dalam pemungutan suara ulang (PSU) kemarin (17/10), secara agregat jagoan PDI Perjuangan dan PKPI itu masih di atas angin.
Seperti telah diprediksi sebelumnya, PSU kali ini merupakan pertarungan dua paslon tersebut. Sementara dua kandidat lainnya, pasangan Burhan Abdurahman-Ishak Djamaluddin (Bur-Jadi) dan Muhammad Kasuba-A. Madjid Husen (MK-Maju) hanya pelengkap semata.
Keunggulan calon petahana paling signifikan terjadi di Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula. Pada pilkada 27 Juni lalu, AGK-YA hanya meraih 791 suara. Angka ini meningkat jadi 5.674 pada PSU kemarin berdasarkan hitung cepat form C1-KWK. Sementara di Taliabu Barat, Pulau Taliabu yang sebelumnya hanya mendapat 490 suara, kini menjadi 1.280 suara.
Wilayah enam desa juga menyumbang perolehan suara untuk AGK-YA yang cukup besar. Di enam desa Halmahera Utara, sebelumnya AGK-YA hanya kebagian 464 suara. Namun dalam pemilihan kemarin suaranya baik tipis menjadi 576. Sedangkan di enam desa Halmahera Barat yang sebelumnya sama sekali warganya tak mencoblos AGK-YA mendulang 1.763 suara dari total 2.618 daftar pemilih tetap (DPT).
AHM-Rivai sebaliknya. Perolehan suara paslon ini menukik dari angka sebelumnya. Di Taliabu Barat, sebelumnya jagoan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan ini mengantongi 5.386 suara. Kini berkurang menjadi 4.546 suara. Begitu pula di Sanana yang dulunya 7.459 suara, menjadi 6.714 suara. Padahal dua wilayah itu merupakan basis pendukung paslon nomor urut 1 ini.
Bagaimana dengan suara AHM-Rivai di enam desa? Dari data yang dikantongi Malut Post, warga enam desa Halbar hanya memberikan 141 suara untuk paslon ini. Sementara enam desa Halut mendapat 1.056 suara dari sebelumnya 919 suara.
Perolehan suara dalam PSU ini dimenangkan AHM-Rivai dengan 12.457 suara. AGK-YA menempel di belakangnya dengan 9.293 suara. Meski begitu, AGK-YA telah memiliki saldo suara sebanyak 4.149. itu berarti secara keseluruhan perolehan suara AGK-YA menjadi 176.671 suara dan AHM-Rivai 175.686 suara.
PSU di tiga wilayah itu sendiri berjalan lancar, aman, dan tertib. Banyaknya personel penyelenggara dan pengamanan yang diturunkan berdampak pada jalannya PSU. Tak insiden apapun yang mengganggu tahapan pilkada itu.
Kapolres Halut AKBP Irvan Indarta di sela-sela pemantauan tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Tetewang mengatakan, pengamanan yang dilakukan dalam PSU ini sangatlah maksimal. Pasalnya, dari pemetaan masalah wilayah tersebut berpotensi tinggi timbul konflik sosial. "Tapi dalam pelaksanaan PSU ini alhamdulillah di enam desa sejak awal sangat kondusif, tidak seperti di Sula maupun Taliabu," katanya kepada Malut Post.
Dia mengakui, kondusifnya situasi tak lepas dari kerja sama yang dibangun kepolisian dengan berbagai pihak lain. Pemantauan tak hanya dilakukan di TPS milik Halut, juga sampai ke Halbar. “Jadi pakai sistem masuk keluar. Kita pantau sampai ke TPS-TPS punya Halbar, begitu juga Polres Halbar pantau sampai ke TPS Halut. Kita berharap kondisi yang sangat kondusif ini dapat terjadi hingga perhitungan di tingkat PPK maupun kabupaten," harapnya.
Selain dua Kapolres, pengamanan di enam desa juga dipantau langsung pejabat utama Polda Malut, seperti Kabid Propam AKBP Susanto, Dir Lantas Kombes (Pol) Muji Ediyanto, serta Dir Pam Obvit.
Mulusnya PSU kali ini juga diakui Komisioner Badan Pengawas Pemilu RI Fritz Edward Siregar yang turun langsung memantau di enam desa. Menurut Fritz, selama tahapan PSU pihaknya bahkan tidak menemukan pelanggaran apapun, baik secara langsung maupun atas laporan dari pengawas tingkat bawah.
Menurut dia, para penyelenggara dan pemilih telah belajar dari pengalaman sebelumnya. Dimana pelaksanaan pilkada yang melanggar mekanisme akhirnya menyebabkan digelarnya PSU. “Sehingga semua tahapan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan bersama. Kalau kita lihat, belajar dari pengalaman pemilihan sebelumnya, masyarakat kita sudah sangat paham, karena semua tahapan sudah dilakukan dengan tidak ada masalah," terangnya.
Pemantauan yang dilakukan secara langsung ini, kata Fritz, merupakan bagian dari perintah MK. MK memerintahkan Bawaslu RI melakukan supervisi terhadap proses PSU Malut. Selain turun langsung, sebelumnya Bawaslu RI juga telah mengirimkan tim untuk melakukan pertemuan dengan Bawaslu Malut. “Tapi penting juga kiranya kita lakukan pemantauan secara langsung, ini juga menjadi kewajiban kami. Kami berharap, prosesnya dapat berlangsung dengan tidak ada pelanggaran," katanya.
Ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin menambahkan, pemantauan yang dilakukan tersebut guna memastikan suksesnya penyelenggaraan PSU. Bawaslu Malut juga menempatkan petugasnya di tiap TPS. "Semoga proses ini berlangsung dengan tidak ada pelanggaran hingga tuntas nanti," harapnya.
PSU di Kepsul, di sisi lain, dipantau langsung Gubernur AGK bersama jajaran Forkopimda yakni Kapolda Malut Brigjen Pol Naufal Yahya, Danrem 152/Babullah Kolonel (Inf) Endro Satoto, Ketua DPRD Malut Alien Mus dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Malut. Mereka menyisir pelaksanaan PSU mulai dari Desa Pastina hingga Mangon.
Sementara itu, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Taliabu Barat rencananya akan melakukan pleno perolehan suara pagi ini di kantor KPU Pulau Taliabu. "Rencananya besok pagi (hari ini, red) kami akan plenokan," kata Ketua PPK Husen Soamole.  
Amatan Malut Post, semua kotak suara yang tersebar di 13 desa di Taliabu Barat telah dikembalikan ke kantor KPU Pulau Taliabu.
Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, hasil PSU wajib dilaporkan kembali ke MK selambat-lambatnya tujuh hari pasca PSU. Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo yang dikonfirmasi mengatakan, pekan depan hasil PSU akan disampaikan ke MK. "Paling lambat minggu depan sudah kita sampaikan ke MK," ujarnya.
Di sisi lain, KPU Halbar menyatakan tidak akan melakukan pleno rekapitulasi suara untuk Kecamatan Jailolo Timur di KPU Halbar. Pasalnya, pleno akan dilaksanakan langsung di kantor KPU Malut. “Penghitungan suara hanya dilakukan di TPS oleh KPPS. Ada empat arsip hasil penghitungan di tingkat TPS. Ynag pertama ditempelkan di depan TPS, kedua disampaikan ke KPU Halbar, ketiga ke KPU Provinsi, dan keempat untuk arsip tingkat KPPS,” terang Komisioner KPU Halbar Mat Reri.
Dia juga memastikan akan tetap mengawal suara warga Halbar yang telah menyalurkan hak pilihnya. "Memang ada ketakutan warga enam desa jangan sampai suara mereka dihilangkan. Tapi kami pastikan suara warga tidak ada berubah hingga pleno rekapitulasi," jelasnya.
Ketua Bawaslu Halbar Alwi Ishak menambahkan, dari hasil pantauan Bawaslu, tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi. Di tiap TPS dari total jumlah DPT sekitar 75 persen warga menyalurkan hak suaranya. "Alhamdulilah PSU berjalan lancar dan tidak ada masalah, bahkan tingkat partisipasi pemilih juga tinggi," tutupnya.(tr-01/ikh/tr-04/din/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,29%)       :       (16,71%)

Dahlan Iskan