Minggu, 18 November 2018

 Headline

Sopir Mabuk, Satu Anak Tewas

Diposting pada 08/11/2018, 12:48 WIT
NAAS: Mobil naas yang merenggut nyawa seorang anak di Desa Lelilef, Weda Tengah. Pengemudi didiuga kuat tengah mabuk saat mengajak jalan anak-anak. WAHYUDIN MADJID/MALUT POST
NAAS: Mobil naas yang merenggut nyawa seorang anak di Desa Lelilef, Weda Tengah. Pengemudi didiuga kuat tengah mabuk saat mengajak jalan anak-anak. WAHYUDIN MADJID/MALUT POST

WEDA – Nyawa seorang anak harus melayang sia-sia akibat kelalaian orang dewasa. Adalah M. Fadel Imran Asawala (9), siswa kelas 4 SD Inpres Lelilef, Halmahera Tengah, yang harus meregang nyawa setelah diajak jalan-jalan seorang pengemudi. Selain Fadel, kakak kandungnya juga tengah kritis akibat kecelakaan lalu lintas tersebut.
Kecelakaan tunggal itu melibatkan sebuah Suzuki pick up bernomor polisi DG 3292 XY, Selasa (6/11) sore sekira pukul 18.00 WIT. Saat itu, Rizky Umar (25) bersama rekannya Fariz Bakir (20) mengendarai pick up tersebut melewati Desa Lelilef Waibulen, Kecamatan Weda Tengah. Di depan rumah salah satu warga, Soleh, keduanya berhenti. Risky dan Fariz lalu mengajak anak-anak yang ada di situ ikut jalan-jalan dengan pick up.
10 anak naik ke pick up. Salah satunya Fadel. Mereka duduk di bak terbuka. Mobil lalu bergerak ke arah selatan.
Tepat di tikungan depan Pos Subsektor Weda Tengah dekat kantor Camat Weda Tengah, Rizky yang berkendara dengan kecepatan tinggi itu tak mampu mengendalikan kendaraannya. Apalagi, dia diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
Mobil yang berbelok di tikungan dengan kecepatan tinggi membuat penumpang anak-anak yang ada di bak terlempar ke luar. “Ketika mendekati tikungan sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan, sehingga seluruh  penumpang anak-anak yang duduk di belakang terpental jatuh keluar dari bak mobil,” kata Bhabinkamtibmas Lelilef Bripka Azis Umasangaji, Rabu (7/11).
Lanjut Azis, karena sopir pick up mengemudi dengan kecepatan tinggi dan di bawah pengaruh miras, anak-anak terpental ke badan jalan hingga 5 sampai 10 meter jauhnya. Mobil lalu menabrak dinding tebing dan terhenti. Bagian depannya langsung ringsek.
Para korban langsung dilarikan ke RSUD Weda. Sayang, nyawa Fadel tak tertolong. Sedangkan sang kakak, Zulkarnain Imran Asawala (15), seorang pelajar, harus dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Rabu dini hari lantaran kondisinya tergolong kritis. Korban lain, Lukman Senen (12), juga ikut dirujuk.
Dua orang dewasa yang ikut mobil naas itu mengalami luka ringan dan lecet. Sementara tujuh korban luka ringan lainnya adalah Najrin Armadan (10), Aksan Maulana (12), Muhamad Lukman (11), Sandi Baswan (10), Muhamad Nadi (12), Saiful Ridwan (9), dan Gifran Ramli (10).
Kasat Lantas Polres Halteng AKP Johanis S. Aipipidely yang dikonfirmasi kemarin menyatakan ppihaknya mendapat laporan kecelakaan tersebut dari anggota Subsektor Weda Tengah. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. “Kami belum melakukan olah tempat kejadian perkara, karena laporan masuk pada malam hari. Apalagi TKP berada di luar kota Weda dan jarak begitu jauh,” ungkapnya.
Sementara Kapolres Halteng Andri Haryanto mengimbau warga agar tak nekat berkendara dalam keadaan mabuk. Apalagi mobil pick up sedianya memang diperuntukkan untuk mengangkut barang saja. “Tidak boleh muat penumpang,” tegasnya.(wmj/kai)

Jalan-jalan Berujung Maut

* Rizky Umar (25) dan Fariz Bakir (20) mengendarai pick up di bawah pengaruh miras
* Di depan rumah salah satu warga Lelilef, keduanya berhenti dan memuat 10 anak. Mereka diajak jalan-jalan
* Pick up melaju dengan kecepatan tinggi
* Di tikungan, Rizky tak mampu kendalikan pick up. Anak-anak yang duduk di bak mobil terlempar ke luar saat mobil berbelok
* Pick up lalu menabrak dinding tebing dan terhenti. Bagian depan ringsek
* Satu anak tewas, dua kritis dan dirujuk ke RSUD CB Ternate, sembilan lainnya luka ringan

 

Share
Berita Terkait

Panwascam Temukan Pemilih Ganda

05/04/2018, 12:34 WIT

WBN Siap Serap 15 Ribu Tenaga Lokal

31/08/2018, 12:40 WIT

Gaji Dipotong, Staf Kecewa

13/03/2018, 10:52 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,29%)       :       (16,71%)

Dahlan Iskan