Minggu, 18 November 2018

 Headline

Desak Gunakan Sistem Ranking

Diposting pada 08/11/2018, 12:52 WIT
Seleksi CPNS Provinsi Maluku Utara
Seleksi CPNS Provinsi Maluku Utara

SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menyurati Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Dalam surat dengan nomor 810/1392/SETDA/2018 itu, Pemprov mendesak Kemenpan tidak menggunakan passing grade saat ini sebagai standar kelulusan tes kompetensi dasar (TKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebaliknya, sistem ranking dinilai lebih penting diterapkan pada situasi sekarang ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Malut, Idrus Assagaf kepada Malut Post menuturkan, desakan itu disampaikan lantaran sebagian besar peserta tes tak lolos passing grade dalam tes kemarin. Akibatnya, sebagian besar kuota terancam tak terisi. “Karena itu kami minta digunakan sistem ranking saja berdasarkan perolehan nilai peserta,” tuturnya, Rabu (7/11).
Dalam surat dengan perihal Permohonan Kebijakan atas Hasil SKD Penerimaan CPNS 2018 itu, Pemprov meminta peserta yang tidak mencapai passing grade diikutkan dalam tes kompetensi bidang (TKB) sesuai ranking nilai mereka. Jumlah peserta paling banyak tiga kali dari jumlah alokasi kuota jabatan yang tersedia. "TKB juga berlaku bagi para pelamar yang mencapai passing grade," terang Idrus.
Di sisi lain, formasi yang jumlah pelamar capai passing grade sudah sesuai alokasi jabatan tak perlu ada penambahan peserta dalam SKB. Pemprov juga meminta Kemenpan memastikan kelulusan mereka. "Untuk jabatan formasi yang jumlahnya lebih dari peserta lulus passing grade maka peserta sisanya dapat diambil dari peserta yang tidak mencapai passing grade dengan menggunakan sistem pe-rangking-an. Sedangkan untuk kelulusan akhir lebih diprioritaskan kepada peserta yang mencapai passing grade TKD," tukas mantan penjabat Wali Kota Ternate itu.

Lulusan Luar
Sementara itu, pelaksanaan TKD di empat kabupaten/kota masih menghasilkan tingkat kelulusan minim. Di Pulau Morotai, misalnya, pada hari kedua kemarin hanya ada satu peserta yang lulus passing grade. Peserta bernama Irmawati Tangka itu merupakan seorang dokter gigi di Puskesmas Sopi, Kecamatan Morotai Jaya.
Irmawati berhasil melewati standar minimum ambang batas, yakni tes wawasan kebangsaan (TWK) 75, tes intelegensi umum (TIU) 80 dan tes karakteristik pribadi (TKP) 143. Dia meraih nilai 85 untuk TWK, 80 untuk TIU dan 146 untuk TKP. “Saya kerjakan TKP lebih dulu selama 25 menit. Setelah itu lanjut TWK dan TIU. Karena menurut saya yang paling mudah dikerjakan ya TIU dan TWK,” tuturnya kepada Malut Post.
Sebelum tiba pelaksanaan tes, kelahiran Manado, 22 November 1987 ini rutin mempelajari buku panduan tes CPNS selama sebulan. ”Saya pelajari saja buku CPNS sambil berdoa akhirnya bisa capai nilai PG,” ujarnya.
Berdasarkan hasil TKD selama sepekan belakangan, kebanyakan peserta yang lulus passing grade merupakan lulusan universitas luar Malut. Seperti yang terjadi di Kepulauan Sula. Memasuki hari kedua tes kemarin, sudah ada dua peserta yang lolos. Masing-masing sehari satu peserta lulus.
Pada hari pertama, Abdul Haris Putra Bela yang dinyatakan lolos TKD merupakan lulusan salah satu universitas ternama di Jakarta. Sedangkan peserta lolos hari kedua, Indra Pramana, adalah alumni Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta. Indra meraih nilai 75 untuk TWK, 90 untuk TIU dan 144 untuk TKP.
Pemerintah daerah lain yang melaksanakan TKD kemarin adalah Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Kemarin merupakan hari pertama, dan hanya ada satu peserta yang melampaui ambang batas.
Peserta sesi kedua, Indriyatna Rasyid, berhasil lolos dengan skor 120 untuk TWK, 95 untuk TIU dan 145 untuk TKP. Indri merupakan lulusan DIII Keperawatan.
Saat membuka pelaksanaan TKD, Wali Kota Capt. Ali Ibrahim mengingatkan peserta untuk mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, bila salah satu tes tak mencapai passing grade, otomatis tak lulus secara keseluruhan. “Mudah-mudahan kelulusan nanti sesuai dengan kuota yang disediakan,” katanya.
Senada dengan Pemprov, Pemkot Tikep juga bakal menyusul menyurat ke Kemenpan jika tingkat kelulusan jauh dari kuota. Formasi yang tersedia di Tikep sendiri sebanyak 250 dengan rincian guru 150, tenaga kesehatan 70, dan tenaga teknis 18. “Paling tidak ada kebijakan penurunan passing grade, atau dilihat urutan ranking, sehingga kuota yang 250 ini tetap terisi untuk kota Tikep karena memang ini sangat dibutuhkan,” ungkap Kepala BKPSDM, Sura Husain.(udy/tr-02/ikh/far/kai)

Hasil TKD CPNS di Malut

* TALIABU
Day 4
Peserta: 350
Lulus Passing Grade: 1
Akumulasi
- Peserta: 1.026
- Lulus: 6

* KEPSUL
Day 2
Peserta: 250
Lulus Passing Grade: 1
Akumulasi
- Peserta: 450
- Lulus: 2

* MOROTAI
Day 2
Peserta: 275
Lulus Passing Grade: 3
Akumulasi
- Peserta: 550
- Lulus: 3

*TIKEP
Day 1
Peserta: 244
Lulus Passing Grade: 1

Sumber: BKD SETEMPAT

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,29%)       :       (16,71%)

Dahlan Iskan