Rabu, 20 November 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Masalah Klasik jadi Fokus Penanganan

Masalah Klasik jadi Fokus Penanganan

Diposting pada 28/11/2018, 12:16 WIT
Dok Malut Post
Dok Malut Post

Salah satu masalah kota yang cukup klasik adalah kawasan kumuh. Karena itu penangana kawasan kumuh di Kota Ternate menjadi fokus Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkim).

    Sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota, ada 17 kelurahan yang masuk pada kawasan kumuh dengan total luasan 61 hektar dari jumlah itu yang sudah tertangani sebanyak 29, 68 haktar.

    Kepala Disperkim, Rizal Marsaoly mengatakan dari 17 kelurahan yang belum tertangani menyisakan 31, 32 hektar. Dia menargetkan penataan kawasan kumuh rampung pada 2021 mendatang. Untuk anggaran selain dari APBD pihaknya juga melobi anggaran pusat. “ Penanganan kawasan kumuh dari APBD sudah dialokasikan sebesar Rp 15 miliar.  Sedangkan untuk APBN melalui Kementerian PUPera lewat program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS). Setiap tahun anggarannya bervariasi,” jelas Rizal saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (27/11).

    Menurut Rizal, dari seluruh kawasan kumuh yang memilki luasan paling besar adalah di  
kelurahan Makasar Timur. Tahun depan untuk penanganan kawasan itu dianggarkan sebesar Rp  
20 miliar. Jika sudah tertangani maka sudah sebagian besar kawasan kumuh yang berhasil ditata. “ Kita berharap berjalan sesuai rencana,” tandasnya.
      Pada kawasan Makassar Timur, pihaknya masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar.  Pada tahap I rencananya akan diperoleh sekitar Rp 20 miliar. “ Anggaran ini kita pakai untuk penataan tapak, sedangkan untuk tahap II baru penataan kawasan serta pembangunan rumah,” jelasnya.

    Dalam penataan kawasan kumuh bukan hanya penangan kawasan perumahan saja, namun juga akan dibuat ruang terbuka hijau, perbaikan saluran drainase dan  sanitasi. “ Selain di Ternate, kawasan kumuh di Moti dan Hiri juga menjadi target kami. Tahun depan melalui program BSPS dua kecamatan ini juga akan mendapat bantuan perumahan,” urainya.

    Tahun depan sambung Rizal, Kota Ternate mendapatkan jatah BSPS sebesar Rp 4,2 miliar (Rp 4.237.000.000) untuk penanganan 202 unit rumah tidak layak huni. “ Masing-masing rumah akan memperoleh Rp 19 juta termasuk di dalamnya ongkos tukang Rp 2.500.000,” terangnya.

    Rizal menambahkan, tahun depan Disperkim juga akan membenahi pedestrian di bagian selatan kota dengan luasan 1,7 kilometer dari Kelurahan Toboko hingga Bastiong melalui program KotaKu. “ Anggaran  yang disediakan sebesar Rp 3 miliar untuk penataan pedestrian dan drainase,” tandasnya. (cr-05/rul).

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan