Rabu, 12 Desember 2018

 Headline

Karapoto Beri Janji Manis Lagi

Diposting pada 04/12/2018, 12:05 WIT
Fitri Puspita Hapsari.HIZBULLAH MUJI/MALUT POST
Fitri Puspita Hapsari.HIZBULLAH MUJI/MALUT POST

TERNATE – Kesabaran ratusan nasabah perusahaan investasi PT Karapoto Teknologi Finansial sudah mulai menipis. Penundaan pencairan dana mereka selama beberapa bulan terakhir membuat nasabah mendatangi kediaman pemilik Karapoto di kelurahan Dufa-Dufa, Ternate Utara, Senin (3/12). Kedatangan nasabah untuk menagih janji pencairan pada Desember ini justru berbuah janji baru dari pengelola perusahaan.
Para nasabah mulai memadati kediaman Direktur Karapoto, Fitri Puspita Hapsari sejak pukul 9.30 pagi. Mereka menagih janji pencairan yang dicetuskan tiga bulan lalu, dimana dana mereka yang diinvestasikan di perusahaan tersebut akan cair Desember ini. Para nasabah tak hanya berasal dari masyarakat biasa, juga dari kalangan PNS yang datang masih dalam kondisi berseragam.
Salah satu PNS kepada Malut Post mengaku dia menyimpan uangnya sebesar Rp 80 juta. Sementara nasabah lain berinisial YS mengatakan total modal awal yang dia tabung sebesar Rp 135 juta. Jika dihitung bunga 70 persen seperti yang dijanjikan, maka dana yang ia terima seharusnya Rp 205 juta. Ini pertama kalinya dia berinvestasi di Karapoto dan belum menikmati hasilnya sedikit pun. “Saya dua kali kasih masuk uang di Karapoto. Tabung pertama 26 Juni sebesar Rp 100 juta dan kemudian tabungan kedua 2 Juli Rp 35 juta. Janji penarikannya pada tanggal 24 Agustus. Namun saat saya mau tarik malah tidak bisa,” tuturnya.
Pertama kali YS tertarik bergabung dengan Karapoto lantaran ada temannya yang sudah merasakan hasilnya. Bahkan setahunya pengusaha Cina juga ikut-ikutan berinvestasi di sana. YS pun nekat menjual kebunnya. “Tapi begitu jatuh tempo malah Karapoto mulai bermasalah. Dijanjikan ada pengembalian, tapi ini malah dapat janji baru lagi,” ungkapnya.
Nasabah korban lainnya, Julkifli Tamrin, mengatakan ia seharusnya mendapat Rp 57 juta. Ini berasal dari tabungan dan bunga yang dijanjikan. “Modal awal Rp 25 juta ditambah arisan Karapoto Rp 1 juta, namun pencairan tertunda 6 bulan maka totalnya Rp 57 juta,” ujarnya.
Para nasabah berkumpul di Dufa-Dufa lantaran mendengar kabar bakal ada penjelasan dari pihak Karapoto. Sayangnya, tak ada informasi apapun awalnya. Massa yang meradang sempat mengancam akan menghancurkan rumah tersebut.
Direktur Karapoto pun diamankan ke Mapolres Ternate untuk menyampaikan penjelasan di bawah pengawalan polisi. Massa kemudian menuju Mapolres untuk mendengar langsung penjelasan Fitri Puspita.
Pertemuan nasabah dengan pemilik perusahaan ini berlangsung alot. Fitri Puspita Hapsari dalam pertemuan itu sempat meminta maaf kepada para nasabah. Di hadapan pihak Polres Ternate dan nasabah, pimpinan PT Karapoto itu tak bisa mengelak jika janji pencairan Desember ini tak bisa ia tepati. Perempuan yang biasa disapa Upik ini pun kembali berjanji akan mulai melunasi uang para nasabah pada 31 Januari 2019 mendatang. “Hari ini, Senin 3 Desember 2018, atas nama Fitri Puspita Hapsari alias Upik dan suami saya Ardiansyah menyatakan akan segera melakukan pembayaran dana nasabah secara menyeluruh pada 31 Januari 2019. Apabila sampai pada tanggal yang ditentukan saya belum lakukan pembayaran maka saya siap diproses sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku,” katanya di hadapan Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda dan para nasabah.
Nasabah tak langsung percaya dengan omongan Fitri. Dia pun diminta membuat pernyataan hitam di atas putih terkait janji pencairan. Fitri yang didampingi kuasa hukumnya kemarin langsung menandatangani pernyataan bermaterai. Isi surat pernyataan itu menerangkan dirinya akan membayarkan seluruh uang nasabah sesuai nominal yang tertera dalam kuitansi nasabah mulai 31 Januari 2019 hingga selesai. Dia juga menyatakan siap diproses hukum jika janji tersebut tak terpenuhi. Surat itu juga ditandatangani 10 orang perwakilan nasabah.
Usai pertemuan tersebut, Fitri Puspita Hapsari langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut. Dia diperiksa sebagai saksi kasus investasi bodong yang terjadi di Dufa-Dufa sebelumnya. Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes (Pol) Masrur mengatakan, Fitri diperiksa untuk tersangka Anti. Pemeriksaan terhadap Fitri tersebut berdasarkan surat P-19 dari Jaksa Peneliti Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. “Dalam P-19 Jaksa itu, diminta agar Joko, Fitri dan Ardiansyah diperiksa dalam berkas perkara tersangka Anti. Anti ini investasi yang ada di Dufa-Dufa. Jadi yang baru diperiksa itu Joko dan hari ini (kemarin, red) Fitri diperiksa. Untuk Ardiansyah nanti ke depan kami akan periksa juga,” pungkas Masrur.(mg-02/cr-04/kai)

 

Share
Berita Terkait

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,20%)       :       (16,80%)

Dahlan Iskan