Rabu, 12 Desember 2018

 Headline

Ekspor Turun, Impor Melonjak

Diposting pada 06/12/2018, 11:59 WIT
Misfaruddin
Misfaruddin

TERNATE - Pada Oktober 2018, ekspor Maluku Utara (Malut) turun 12,35 persen dibanding dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malut Misfaruddin,  nilai ekspor Malut Oktober tercatat USD 52,30 juta, padahal September mencapai USD 59,67 juta. Komoditas yang diekspor adalah golongan barang besi dan baja (HS 72) dan bijih, kerak, dan abu logam (HS 26) ke Tiongkok dan Korea Selatan.
Secara kumulatif, ekspor Malut Januari-Oktober 2018 sebesar USD 546,24 juta, melonjak 201,11 persen dibandingkan periode Januari-Oktober 2017 yang hanya  USD 181,41 juta. “Secara kumulatif, volume ekspor Malut Januari-Oktober 2018 sebesar 9,46 juta ton, mengalami peningkatan  533,02 persen dibanding Januari-Oktober 2017 yang sebesar 1,49 juta ton,” katanya.
Selain itu sejumlah barang Malut juga diekspor melalui provinsi lain. Oktober lalu barang yang diekspor melalui DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan, antara lain golongan barang buah-buahan (HS 08), ikan dan udang (HS 03), lak, getah, dan damar (HS 13), dan paket pos, parsel, dan barang dikembalikan (HS 99). “Nilai ekspor asal barang dari Malut melalui provinsi lain pada Oktober 2018 sebesar USD 0,46 juta atau 0,87 persen dari total ekspor asal barang Malut,” jelasnya.
Dia menambahkan nilai ekspor Indonesia pada Oktober tercatat  USD 15,80 miliar atau meningkat 5,87 persen dibanding ekspor September 2018. Sementara dibanding Oktober 2017 meningkat 3,59 persen.  Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2018 mencapai USD 150,88 miliar, meningkat 8,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2017.
Sementara impor Malut Oktober 2018 sebesar USD 62,12 juta, mengalami kenaikan 110,90 persen dibanding September 2018 yang senilai USD 29,45 juta. Volumenya  122,76 ribu ton atau mengalami kenaikan sebesar 491,98 persen dibanding September 2018 yang sebesar 20,74 ribu ton. Malut Utara mengimpor 24 golongan barang dengan nilai impor terbesar pada golongan barang mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) senilai US$27,36 juta. “Impor Malut pada Oktober berasal dari Tiongkok, Australia, Rusia, dan Korea Selatan,” jelasnya.
Nilai ekspor Malut hingga Oktober  mencapai USD 234,53 juta, naik tajam 128,43 persen dibandingkan dengan impor Januari-Oktober 2017 yang senilai USD 102,67 juta. Volume impor Januari-Oktober 2018 sebesar 391,20 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 50,84 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2017.  “Nilai impor Indonesia Oktober 2018 mencapai USD 17,62 miliar atau naik 20,60 persen dibanding September 2018, demikian juga jika dibandingkan Oktober 2017 naik 23,66 persen” pungkasnya. (mg-02/onk).

 

Share
Berita Terkait

Harga Kopra Anjlok Lagi

16/11/2018, 12:18 WIT

Sarjana yang Menganggur Tinggi

11/05/2018, 12:55 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,20%)       :       (16,80%)

Dahlan Iskan