Kamis, 20 Juni 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Demo Kopra, Mahasiswa Malut Ditembak

Demo Kopra, Mahasiswa Malut Ditembak

Diposting pada 07/12/2018, 12:56 WIT
DITEMBAK: Rian Mulyono, mahasiswa Malut yang menjadi korban penembakan saat mengikuti aksi menuntut kenaikan harga kopra di depan Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (6/12) ISTIMEWA
DITEMBAK: Rian Mulyono, mahasiswa Malut yang menjadi korban penembakan saat mengikuti aksi menuntut kenaikan harga kopra di depan Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (6/12) ISTIMEWA

TERNATE – Kelompok mahasiswa asal Maluku Utara (Malut) di Jakarta harus berurusan dengan rumah sakit. Demonstrasi menyuarakan tuntutan kenaikan harga kopra di ibukota negara kemarin (6/12) memakan korban. Satu mahasiswa ditembak, sementara satu lainnya menjadi korban pemukulan.
Demonstrasi dilakukan di depan kantor Kementerian Pertanian. Massa aksi menuntut pemerintah pusat turun tangan menangani harga kopra Malut yang terjun bebas.
Sayangnya, di tengah-tengah aksi, salah satu mahasiswa bernama Rian Mulyono asal Halmahera Tengah mendapat terjangan timah panas di lengan kirinya. Tembakan diduga berasal dari oknum aparat. Sementara mahasiswa lain bernama Adam Alfarabi asal Halmahera Timur menjadi korban pemukulan. Keduanya langsung dilarikan ke RS Jagakarsa.
Komunitas Jarod yang //concern// mengawal isu anjloknya harga kopra mengutuk keras peristiwa tersebut. Presidium Komunitas Jarod, Muhlis Ibrahim menyatakan, tindakan agresif terduga oknum aparat tak bisa dibiarkan begitu saja. “Atas nama putra Maluku Utara dan Komunitas Jarod, kami mengutuk keras aksi brutal yang dilakukan oknum aparat keamanan," katanya kemarin.
Komunitas Jarod juga mendesak Kapolda setempat dan Kapolri mengusut tuntas kasus tersebut. Pelaku harus diberi sanksi setimpal sesuai undang-undang yang berlaku. "Kami juga tidak akan tinggal diam. Sebagai putra Maluku Utara, kami merasa sakit jika tuntutan kemaslahatan masyarakat yang disampaikan putra-putri dari Maluku Utara dihadiahi timah panas. Apakah kalian tidak mau orang Maluku Utara menyampaikan hak mereka?" ujar Muhlis dengan nada kesal.
Dia menambahkan, penyampaian aspirasi di Kementerian Pertanian merupakan jalur yang tepat. Sebab masalah anjloknya harga butuh intervensi pemerintah. "Itu sudah sesuai jalurnya. Karena itu sekali lagi kasus ini harus diproses. Dan tetaplah berjuang teman-teman untuk kepentingan masyarakat Maluku Utara," tandasnya.(tr-01/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

Ayah Perkosa Anak Kandung

15/02/2018, 09:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan