Sabtu, 19 Januari 2019

 Headline

IM Mulai Tebar Ancaman

Diposting pada 08/01/2019, 13:09 WIT
SKUAD Indonesia Muda
SKUAD Indonesia Muda

TERNATE –  “Menolak Menyerah” itulah slogan yang melekat di hati dan pikiran pemain-pemain Indonesia Muda (IM), pada turnamen Wali Kota Cup III musim ini. Dengan modal semangat dan motivasi yang tinggi, IM membuktikan dirinya sebagai sang juara bertahan yang layak diperhitungkan. Itu setelah laga kedua pool A kemarin, IM sukses menekuk Toboleu dengan skor telak 4-0, di Stadion Gelora Kie Raha Ternate, (7/1).
Ya, tim asuhan Lodja Idrus ini sepertinya suda mulai menebar psywar (ancaman psikologi) bagi tim lain. Sebab, di laga pembuka tim yang hadir di turnamen tahunan Persiter yang ke-III ini dengan status juara bertahan tersebut malah keok di tangan Tunas Selatan dengan kekalahan 1-4. Namun, di laga kedua mereka kemarin, sang juara bertahan ini menjelma menjadi momok yang patut diwaspadai.
Bukan saja berstatus juara bertahan, tetapi tim ini juga dihuni punggawa-punggawa tenar yang punya jam terbang tinggi. Memang IM tidak menggunakan jasa pemain profesional seperti halnya tim-tim elite lainnya. Tetapi, klub yang bermarkas di kelurahan Kampung Pisang ini punya materi yang sudah kenyang pengalaman dan jam terbang di tingkat lokal.
Kekalahan perdana yang diraih pada laga pembuka memang diakui Lodja, bahwa anak asuhnya belum punya waktu yang cukup untuk jalani latihan. Usai kekalahan di laga perdana (30/12), Lodja berjanji akan melakukan pembenahan di semua aspek, terutama pada aspek fisik dan kekompakan tim. Ya, Lodja membuktikan itu dengan meramu tim asuhannya dengan sangat baik. Alhasil, di laga kedua kemarin mereka menegaskan dirinya sebagai juara bertahan yang siap menggenggam erat tropi yang sudah digenggamnya musim lalu.
Permainan yang ditunjukkan armada Lodja Idrus kemarin cukup memuaskan. Menjalankan instruksi pelatih dengan tepat dan mengena sasaran, membuat IM mengendalikan jalannya pertandingan. Sejak kick off dibunyikan, penguasaan bola dan sejumlah peluang diciptakan Indonesia Muda. Meski di sisi lain, Toboleu yang mengandalkan serangan balik sesekali merepotkan pertahan IM. Namun, kemenangan yang diraih IM bukan sekadar sebuah keberuntungan, tetap usaha dan kerja tim yang sesuai dengan instruksi pelatih. Empat gol kemenangan IM kemarin masing-masing dilesakan oleh Zulkifli Makahengkeng dua gol. Kemduain Gifar Marsaoly dan Jaka Setia Graha masing-masing mencetak sebiji gol.
“Saya bangga dengan permainan yang kami tunjukkan hari ini (kemarin, red). Saya memberi apresiasi pada mereka. Pasca kekalahan di laga perdana, kami kembali mengevaluasi dan hasilnya berjalan seperti yang kami harapkan yaitu menang,” tutur Lodja Idrus, kemarin.
Di partai terakhir pool A, IM akan menjamu Tunas Muda. Ini menjadi partai penentu untuk melanjutkan langkah IM ke babak 16 besar. Sebab, di grup A, ada tiga tim yang sementara sama-sama mengantongi tiga poin, yakni Toboleu, Indonesia Muda dan Tunas Selatan. Sebagai juara bertahan, IM tidak ingin langkahnya terhenti di babak penyisihan grup ini. Lodja tentu sudah mempersiapkan sejumlah strategi untuk kembali meriah poin penuh di laga terakhir mereka nanti.
Sementara itu, Toboleu yang mengalami kekalahan perdana kemarin masih punya peluang besar untuk melanjutkan langkahnya di babak 16 besar. Syaratnya, di laga terakhir nanti Toboleu harus bisa mencuri tiga poin dari Tunas Selatan. Ya, Toboleu dan Tunas Selatan yang akan bertemu di laga terakhir grup A sama-sama dituntut untuk menang agar bisa lolos ke babak selanjutnya. Namun, sebelum bertemu Toboleu, Tunas Selatan akan memulai laga kedua lebih dulu dengan melawan Tunas Muda pada Selasa (8/1) sore ini.
“Tim ini punya misi dan punya target. Semua ingin menang, begitu juga dengan kami. Di laga terakhir nanti, kami tentu ingin meraih tiga poin lagi untuk bisa lolos,” kata Lodja. (yun)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(83,09%)       :       (16,91%)

Dahlan Iskan