Kamis, 21 Februari 2019

 Headline

Perayaan Natal Harmoni Dibatalkan

Diposting pada 12/01/2019, 11:44 WIT
Hasby Yusuf
Hasby Yusuf

TERNATE – Perayaan Natal Harmoni yang dijadwalkan hari ini (12/1) diputuskan dibatalkan. Keputusan pembatalan diambil sendiri panitia Natal Harmoni. Keputusan ini sekaligus meluruskan isu adanya penolakan komunitas muslim terkait perayaan tersebut yang beredar di publik.
Ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Maluku Utara, Hasby Yusuf menuturkan, umat muslim di Kota Ternate tak menolak kegiatan tersebut. Warga hanya meminta pertimbangan tempat perayaan diganti. “Yang semula direncanakan di Lapangan Perikanan Bastiong warga sekitar meminta pertimbangan agar dipindah ke Grand Dafam atau ke gereja atau lokasi lain yang lebih representatif. Sebab lokasi di Perikanan selain berada di tengah pemukiman warga muslim, juga dekat dengan masjid,” tuturnya kepada Malut Post, Jumat (11/1).
Adanya pertimbangan warga tersebut kemudian ditindaklanjuti Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah ormas Islam. Sejumlah perwakilan komunitas muslim lantas bertemu langsung dengan pihak Polda, termasuk Wakapolda yang juga ketua panitia kegiatan. “Dalam pertemuan tersebut dibicarakan baiknya seperti apa. Saran kami, mungkin bisa dipindah ke Halut atau Halbar atau Sofifi, karena ini juga acaranya Provinsi. SK-nya dari Gubernur. Atau digelar dalam bentuk tertutup,” terangnya.
Keterangan Hasby diperkuat dengan surat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate untuk Kapolda. Dalam surat bertanggal 7 Januari 2018 tersebut, MUI menyampaikan 6 poin pertimbangan. Pertama, dengan menghargai sejarah dan kultur masyarakat Ternate, Polda diminta memperhatikan dinamika yang berkembang di masyarakat terkait rencana perayaan Natal Harmoni. Kedua, pada dasarnya umat Islam tak keberatan dengan perayaan Natal Harmoni oleh saudara-saudara Kristiani, hanya saja tidak dilaksanakan di lapangan terbuka di tengah-tengah komunitas umat Islam.
Ketiga, MUI mengharapkan pihak penyelenggara memindahkan kegiatan perayaan ke gereja atau aula hotel atau ke kabupaten lain di Malut di tengah-tengah komunitas Kristiani. Keempat, karena perayaan Natal adalah bentuk “Ibadah Ritual Umat Kristiani”, maka dimohon tidak melibatkan umat Islam. Hal ini berdasarkan Fatwa MUI RI tanggal 1 Jumadil 1401 Hijriah.
Kelima, meminta Kapolda menindaklanjuti beberapa sikap umat Islam demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antar umat beragama yang sudah berlangsung kondusif di Kota Ternate dan Malut. Keenam, bagi umat Islam, toleransi antar umat beragama sangat dijunjung tinggi. Namun toleransi yang salah kaprah dikhawatirkan akan mengganggu harmonitas umat beragama.(tim)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,90%)       :       (17,10%)

Dahlan Iskan