Kamis, 21 Februari 2019

 Headline
  • Pemkot Minta Tambah Rp 23 MiliarTERNATE – Meski banyak kegiatan 2019 belum berjalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate justru telah mengusulkan
  • Usulkan 219 KegiatanTERNATE - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ternate Selatan mengusulkan 219  program dan kegiatan. Usulan
  • Tender Terhambat Aturan TeknisTERNATE – Proses lelang proyek dalam lingkup Pemkot Ternate hingga kini belum berjalan. Pasalnya, Unit
  • Penegakan Perda Masih LemahTERNATE – Komentar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui akun tweeternya yang mengkritik sampah
  • Pastikan Ada Rotasi dan MutasiTERNATE – Hasil asessment yang diikut 23 pejabat eselon II di lingkup Pemkot Ternate sudah

Kepala Lab Tewas Dimangsa Buaya Peliharaan

Diposting pada 12/01/2019, 11:45 WIT
Buaya yang memangsa korban. POSKO MANADO
Buaya yang memangsa korban. POSKO MANADO

TOMOHON - Warga Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, dihebohkan dengan penemuan mayat yang teridentifikasi bernama Deasy Tuwo (44), warga Kelurahan Suluun, Kecamatan Suluun, Kabupaten Minsel, yang berdomisili di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri. Deasy diduga meninggal akibat dimangsa buaya berukuran kurang lebih 5 meter. Sebab korban ditemukan oleh warga dengan posisi terapung di kolam buaya peliharaan milik Mr Ochiai, warga Jepang, yang terletak Perusahaan Bibit Mutiara, tepatnya di Desa Ranowangko, Jaga VII, Kecamatan Tombariri, Jumat (11/1) kemarin, sekira pukul 08.45 Wita.
Menurut Erling Rumengan (30), yang diketahui sebagai Meweteng di Desa Ranowangko, Jaga VII, Kecamatan Tombariri mengatakan, sebelumnya ia bersama Vian Turangan (45) dan Audi Engkol (30an), yang tidak lain pekerja di perusahan pembibitan mutiara mendapat SMS dari pemilik perusahan tersebut sekaligus pemilik buaya. "Kami disuruh mengecek ke dalam lokasi perusahaan oleh Ko Ochiai. Saat masuk ke dalam areal perusahaan pembibitan mutiara, kami tidak menemukan seseorang di dalam perusahan tersebut," ujarnya.
Rumengan juga mengatakan, beberapa saat kemudian, kami bertiga melihat ada sesuatu yang terapung di kolam berisi buaya peliharaan. "Kami memastikan apa itu hanya benda atau manusia. Saat mendekat, kami melihat ternyata itu tubuh Deasy," bebernya, sembari menambahkan, korban sudah lama kerja di perusahan pembibitan mutiara sebagai kepala laboratorium dan korban tinggal di mess depan perusahaan.
Seketika peristiwa tersebut dilaporkan ke pihak berwajib. Warga sekitar lokasi kejadian pun langsung berdatangan ke TKP dan melihat korban yang masih di dalam kolam berisi buaya, dengan kondisi tubuh sudah tidak lengkap akibat dimakan buaya. Sementara itu, Kapolsek Tombariri Iptu Adrie Untu bersama anggotanya, langsung mendatangi lokasi kejadian, dan mengevakuasi korban bersama warga. "Awalnya warga takut karena buaya besar dan masih sempat menggigit korban saat jenazah korban akan dievakuasi dari dalam kolam," ujar Untu, sembari menambahkan, korban sudah dibawa ke rumah sakit, dan sementara menunggu persetujuan keluarga untuk autopsi.
Terpantau saat evakuasi, warga berteriak-teriak dan ada yang melempari buaya tersebut karena mengejar tubuh korban yang ditarik warga. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke ruang pemulasaran RSUP Kanado Manado.
Seorang ibu bernama Nasrah, warga setempat, saat ditemui wartawan Posko Manado (INN Group) mengatakan, korban memang sudah lama kerja di perusahaan tersebut. "Meski ia sebagai kepala laboratorium, namun ia sering memberi makan buaya tersebut saat pagi hari," jelasnya.
Sementara itu Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Nanti dipastikan dulu buayanya jenis apa. Apabila tanpa izin tapi tetap dipelihara, nanti pemiliknya harus bertanggung jawab," ujar Kapolres ke wartawan Posko Manado, sembari menambahkan, untuk kronologisnya, masih dalam penyelidikan karena belum ada saksi ditemukan yang melihat bagaimana peristiwa tersebut terjadi.(pm/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,90%)       :       (17,10%)

Dahlan Iskan