Senin, 17 Juni 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Ngomongnya Turun, Nyatanya Tiket Masih Mahal

Ngomongnya Turun, Nyatanya Tiket Masih Mahal

Diposting pada 14/01/2019, 12:59 WIT
Aktivitas Pesawat di Bandara Sultan Babullah Ternate.Dok Malut Post
Aktivitas Pesawat di Bandara Sultan Babullah Ternate.Dok Malut Post

TERNATE - Menteri Perhubungan Budi Karya meminta seluruh jajaran direksi maskapai nasional untuk menurunkan harga tiket. Diakui Budi, kenaikan harga tiket penerbangan rute domestik beberapa hari ini sudah mahal. "Saya prihatin dengan adanya tarif-tarif yang relatif mahal. Beberapa hari yang lalu saya sudah minta kepada mereka (direksi maskapai) untuk menurunkan tarif itu," ujar Budi di Citra Garden City, Jakarta, Minggu (13/1).
Karena itu, Budi bakal memanggil seluruh direktur utama maskapai nasional ke kantornya untuk meminta penjelasan secara detail. "Saya memanggil semua dirut, saya akan pertanyakan mengapa Anda menaikkan (harga tiket). Saya sudah koordinasi dengan Kementerian BUMN, saya sudah koordinasi dengan pemilik Lion untuk menertibkan tarif-tarif itu," papar Budi. Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu menjelaskan, dalam penentuan harga tiket pesawat, pemerintah telah mengatur tarif batas atas dan bawah, di mana kenaikan harga tiket saat ini memang belum mencapai batas atas. "Tetapi saya minta mereka melakukan kenaikan secara lebih bijaksana, kami akan tertibkan dan akan kami selesaikan dalam waktu satu dua hari ini," ucap Budi.
Di satu sisi Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menyatakan akan menurunkan harga tiket pesawat. Penurunan harga itu bervariatif mulai dari 20 hingga 60 persen.
Ketua Umum INACA IGN Askhara Danadiputra mengatakan, penurunan tiket ini inisiatif dari asosiasi lantaran mendengar keluhan dari masyarakat. Dia menjelaskan penurunan harga tiket yang dilakukan bervariasi nilainya.  "Jadi yang kita lakukan variatif, nanti kita cek absolutnya, jadi sampai hingga 50-60 persen ada yang tertinggi seperti itu. Yang pasti di atas 20 sampai 60 persen," katanya seperti dilansir dari detikfinance. Dia memastikan, harga tiket akan kembali normal seperti sebelum masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018. Sebab, kenaikan tiket terjadi saat musim liburan natal dan tahun baru 2019 lalu. "Jadi kalau bisa sampaikan kita bisa kembali (ke) harga normal 2018 (seperti) sebelum Nataru," sambungnya.
Sementara PT Garuda Indonesia Group mulai berlakukan harga subclass moderat dan lebih rendah sesuai dinamisme supply and demand. General Manager Garuda Ternate, Agung Gunawan mengatakan Pasca Peak Season Natal dan Tahun Baru 2019, Garuda Indonesia Group telah menyesuaikan harga tiketnya sesuai supply and demand. “Garuda sudah menerapkan harga dengan lebih rendah karena demand mulai normal,” ujarnya.
Dia mengatakan pada jam dan rute tertentu dengan demand yang normal, Garuda Indonesia Group menerapkan subclass harga lebih rendah supply and demand. Rute yang mulai normal yaitu Denpasar, Jogjakarta, dan Surabaya. Ketiga rute ini sudah menerapkan harga lebih rendah dengan potongan hingga 50 persen, padahal sebelumnya dominan menawarkan harga yang terbatas. Para calon penumpang yang mau memesan tiket pesawat Garuda dapat mengunjungi web resmi Garuda Indonesia Group atau web online travel agent (OTA) atau melalui travel agent untuk melakukan transaksi untuk mendapatkan harga terbaik.
Tujuan menerapkan harga sesuai supply and demand karena untuk memenuhi tingkat isian pesawat dan memaksimalkan revenue di tengah cost penerbangan yang semakin meningkat. Garuda Indonesia memiliki program pemberian potongan harga khusus kepada veteran, manula dan pelajar. Garuda Indonesia memberlakukan potongan harga hingga 25 persen bagi penumpang manula, veteran dan pelajar tersebut. “Program ini merupakan bentuk keberpihakan Garuda kepada rakyat,” ucapnya.
Garuda Indonesia juga sedang membahas untuk memberikan potongan harga bagi para penjaga perbatasan dan para guru di pedalaman, sebagai apresiasi Garuda Indonesia atas dedikasi mereka.
Sementara itu hasil penelusuran Malut Post melalui Traveloka pukul 19.30 WIT malam tadi untuk penerbangan Sabtu (19/1), harga tiket Lion Air Ternate-Jakarta via Makassar pukul 08.30 WIT, harganya mencapai Rp 2.417.000. Batik Air Ternate-Jakarta transit Makassar pukul 14.35 WIT   Rp 2.417.000, dan pukul 16.20 WIT langsung Ternate-Jakarta juga Rp 2.417.000. Untuk Garuda penerbangan langsung Ternate-Jakarta pukul 08.15 WIT harga tiketnya Rp 3.808.500. Penerbangan Sriwijaya Ternate-Jakarta via Makassar pukul 14.55 WIT Rp 3.333.900.
Sedangkan penerbangan Selasa (15/1) Lion Air Ternate-Jakarta pukul 08.30 WIT Rp 2.219.000, Batik Air Ternate-Jakarta pukul 14.35 WIT Rp 2.417.000, pukul 16.20 WIT juga Rp 2.417.000. Sriwijaya Air pukul 14.55 WIT transit Makassar Rp 3.234.900.  Untuk Garuda penerbangan langsung ke Jakarta pukul 08.15 WIT Rp 3.808.500. begitu pula dengan penerbangan dalam provinsi Ternate-Morotai dengan Lion Air yang mencapai Rp 580.000.
Jika dibandingkan dengan penerbangan ke luar negeri khususnya Singapura, Selasa (15/1), harga tiket sangat murah. Tiket termurah hanya Rp 500.000. Begitu juga dengan penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur di hari yang sama, tiket termurah Rp 525.000. Bandingkan dengan tiket Ternate-Makassar pada Selasa besok dengan waktu penerbangan yang kurang lebih sama (ke Singapura-Kuala Lumpur) satu setengah jam, harga tiket termurah mencapai Rp 1.086.000. Untuk tiket Ternate-Manado di hari yang sama dengan lama penerbangan 45 menit, harga tiket termurah Rp 457.900.(jpnn/dtc/mg-02/onk)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan