Kamis, 21 Februari 2019

 Headline
  • Pemkot Minta Tambah Rp 23 MiliarTERNATE – Meski banyak kegiatan 2019 belum berjalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate justru telah mengusulkan
  • Usulkan 219 KegiatanTERNATE - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ternate Selatan mengusulkan 219  program dan kegiatan. Usulan
  • Tender Terhambat Aturan TeknisTERNATE – Proses lelang proyek dalam lingkup Pemkot Ternate hingga kini belum berjalan. Pasalnya, Unit
  • Penegakan Perda Masih LemahTERNATE – Komentar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui akun tweeternya yang mengkritik sampah
  • Pastikan Ada Rotasi dan MutasiTERNATE – Hasil asessment yang diikut 23 pejabat eselon II di lingkup Pemkot Ternate sudah

Demokrat Malut Membelot

Diposting pada 04/02/2019, 13:01 WIT
DEKLARASI: Para kepala daerah di Maluku Utara ramai-ramai mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Minggu (3/2). Mereka didampingi Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto. FOTO INEWS.COM
DEKLARASI: Para kepala daerah di Maluku Utara ramai-ramai mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Minggu (3/2). Mereka didampingi Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto. FOTO INEWS.COM

JAKARTA – Kepala daerah (kada) di Maluku Utara mulai menunjukkan sikap politiknya pada Pemilihan Presiden 17 April mendatang. Semuanya kompak mendukung pasangan calon presiden petahana, Joko Widodo dan wakilnya Ma’ruf Amin. Ada pula kada yang nekat membelot dari perintah partainya dalam hal dukungan terhadap paslon.
Pernyataan dukungan terhadap paslon bernomor urut 01 itu dilakukan melalui deklarasi di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma’ruf Jl. Proklamasi, Menteng, Minggu (3/1). Enam dari 11 kada di Malut hadir dalam deklarasi tersebut. Yakni Bupati Halmahera Barat Danny Missy, Bupati Halmahera Utara Frans Manery, Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus, Bupati Pulau Morotai Danny Missy, Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes dan Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim.
Dilansir dari Beritasatu.com, tiga kepala daerah lain yang tidak sempat hadir telah menyatakan juga dukungannya ke Jokowi-Ma’ruf. Mereka adalah Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman, Bupati Halmahera Timur Muh Din Ma’bud, dan Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba. Sementara Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara yang juga kader Partai Golkar dan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba juga diketahui merupakan pendukung Jokowi-Ma’ruf.
Kehadiran Bupati Kepsul Hendrata Thes di antara para kada ini paling menarik perhatian. Pasalnya, Hendrata merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Malut. Seperti diketahui, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mendukung paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Dalam deklarasi kemarin Hendrata bahkan didaulat sebagai juru bicara para kada. Dia mengatakan, Malut ingin maju di bawah kepemimpinan Jokowi. "Kami komitmen Maluku Utara (memenangkan Jokowi-Ma'ruf, red) 90 persen. Kita dalam politik bicara dengan kerja keras. Demi kemenangan kita Indonesia," ucapnya di hadapan awak media.
Hendrata menjelaskan alasan mengapa mengambil sikap berbeda dari keputusan politik partainya. Ia menilai Jokowi belum tuntas membangun kawasan Indonesia Timur, khususnya Malut. Karena itu, ia berharap kepemimpinan Jokowi berlanjut dua periode agar pembangunan dapat dilanjutkan. “Saya adalah Ketua Demokrat Provinsi Maluku Utara. Mungkin bapak-bapak bertanya kenapa saya di sini? Ini adalah sikap politik dan pilihan politik saya. Menurut saya, Pak Jokowi masih harus melanjutkan lima tahun lagi. Apa yang dilakukan beliau belum tuntas dalam lima tahun, maka itu beliau harus lanjutkan,” jabarnya seperti ditulis Kumparan.com.
Hendrata yang maju sebagai bupati dengan dukungan dari Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa mengaku tidak khawatir jika nanti ditegur oleh partainya. Ia tetap menghormati keputusan Partai Demokrat mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Meski berbeda pilihan, tujuannya tetap sama dengan Partai Demokrat yaitu membuat Indonesia lebih baik. “Saya menghormati juga terkait sikap Partai Demokrat. Saya memiliki Ketua Umum yaitu senior kami Pak Susilo Bambang Yudhoyono beserta para petinggi partai tentunya kondisi sikap politik saya berbeda. Tapi tujuan kita tetap satu, ingin Indonesia lebih baik,” kata Hendrata.
Tak hanya itu, dukungan ke Jokowi juga diyakini Hendrata dapat meningkatkan elektabilitas Demokrat di Malut. Sebab saat ini masyarakat Malut sudah merasakan berbagai program yang diberikan oleh pemerintahan Jokowi seperti dana desa, Indonesia Terang, dan pembangunan infrastruktur. “Sangat. Sangat pasti (meningkatkan elektabilitas Partai Demokrat). Karena kita tidak bisa menabrak arus dari bawah yang begitu kuat karena program beliau yang menyentuh ke sendi-sendi masyarakat seperti dana desa, program Indonesia terang yang langsung dirasakan, infrastruktur, kita tidak bisa memungkiri hal tersebut,” ungkapnya.
Karena itu, menurutnya mendukung Jokowi-Ma’ruf akan memberikan dampak kemenangan untuk Partai Demokrat, terutama di wilayah yang ia pimpin. “Tugas saya sebagai Ketua Demokrat Provinsi sangat berat dan saya yakin kita juga berikan kontribusi untuk kemenangan Demokrat itu sendiri dengan kolaborasi antara partai,” papar Hendrata.
Hendrata sendiri tidak mengungkapkan apakah manuver politiknya itu sudah mendapat restu dari Ketua Umum Partai Demokrat. Namun ia menyimpulkan SBY bisa menerima keputusan tersebut. “Saya yakin beliau (SBY) senior saya, mentor saya, beliau berjiwa besar,” tutupnya.
Sementara Bupati Halteng Edi Langkara yang tak hadir kemarin sudah lebih dulu mengarahkan seluruh kader Golkar untuk memenangkan Jokow-Ma’ruf di Malut. Jauh sebelumnya, Gubernur Abdul Gani Kasuba juga terang-terangan menyatakan dukungannya pada paslon jagoan PDI Perjuangan itu meski ia sendiri merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera.
Selain para kada, deklarasi kemarin juga dihadiri Ketua DPRD Malut Alien Mus dan sejumlah anggota DPRD. Diantaranya adalah Ikram Haris, Junaidi Djafar, Risdon Sarpan, Ridwan Salama, Anjas Taher, Novino Lobiua, Jhen Merus Popana, dan Kaimuddin Hamzah.
Alien Mus yang juga Ketua Golkar Malut mengatakan, dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf adalah hal wajar. Sebab kepemimpinan Jokowi memang membangun dari desa. Perekonomian di desa-desa di Malut berjalan lancar. "Khususnya dengan adanya dana desa Rp 1 miliar per desa," kata dia.
Sebagai seorang perempuan, Alien mengatakan kepemimpinan Jokowi sangat memperhatikan isu perempuan. Pelayanan kesehatan untuk perempuan di Malut sudah sangat luar biasa. "Alhamdulillah, dokter-dokter sudah ada di desa-desa, yang tadinya tidak ada sama sekali sekarang sudah ada. Yang tadinya tak ada SD, TK, SMP, SMA sekarang semua sudah rata adanya," kata Alien Mus. "NKRI harga mati dan kami tidak terpengaruh hoaks dan perbedaan agama. Sebab kami mempercayai Pak Jokowi memperjuangkan semua."
Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto yang juga hadir kemarin menyatakan pihaknya berterima kasih atas dukungan para kepada daerah itu. Secara khusus, Hasto mengatakan Maluku dan Malut punya pengalaman pahit berupa konflik di masa lalu. Maka itu, ketika fitnah dan hoaks mulai berseliweran demi ambisi politik di pemilu, komitmen para kada menjaga kedamaian patut didukung. "Ini merupakan dukungan yang baik, positif, dan sekaligus menjadi energi positif bagi Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin sebagai pemimpin yang menggambarkan Indonesia kita. Persatuan umaro dan ulama, persatuan antara kekuatan nasionalis agamais," ujar Hasto.
Hasto mengatakan dukungan para kepala daerah itu datang dalam momentum yang tepat. Dukungan itu diharapkan lanjut ke kerja-kerja politik di lapangan. "Setelah ini, semua akan bergerak ke bawah, dan langsung kami akan keluarkan surat tugas untuk memimpin di daerahnya masing-masing sesuai target yang sudah disampaikan," kata Hasto. "Mereka juga mengatakan berbagai isu hoaks dan fitnah tidak lagi digunakan karena mereka merasakan sebuah konflik, sebuah perpecahan. Modal utama kita adalah persatuan bangsa itu sendiri.”

Terkesan Merestui
Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat tak mau buru-buru menyikapi tindakan Hendrata Thes. Sebaliknya, Demokrat bahkan terkesan merestui langkah Bupati Kepsul itu.
Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Max Sopacua yang dikonfirmasi Malut Post kemarin mengaku sudah mengetahui pilihan Hendrata yang berseberangan keputusan DPP itu. Namun, kata Max, DPP belum mengambil langkah tegas di sisa waktu jelang Pilpres ini. "Tidak mungkin kita mengambil sikap di injury time ini. Tentu kita akan evaluasi pasca Pemilu," katanya.
Politikus asal Ambon ini menuturkan, kemungkinan besar langkah politik Hendrata didasari aspirasi mayoritas pengurus partai di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan. "Dia mungkin lebih paham keinginan warga Demokrat di Maluku Utara. Mungkin juga pertimbangan suara partai untung atau tidak jika mendukung Prabowo-Sandi," ucap Max.
Dia menegaskan, sikap Hendrata yang bertentangan dengan keputusan DPP itu bukan karena kurang mantapnya koordinasi antar DPD dan DPP. "Bukan kurang matang koordinasi, tapi ini lebih pada pertimbangan keuntungan bagi partai," jelasnya.
Menurut pria 72 tahun itu, beda dukungan antar kader Demokrat dengan perintah DPP tidak hanya terjadi di Malut. Namun dia memastikan sikap tersebut bukan atas intervensi DPP. "Bukan hanya di Maluku Utara. Di daerah-daerah lain juga ada, termasuk para caleg juga ada yang tidak dukung Prabowo. Tapi itu bukan arahan DPP. Itu pilihan mereka atas pertimbangan keuntungan partai di masing-masing daerah," jabarnya.
Fenomena tersebut, sambungnya, bisa terjadi lantaran tidak diakomodirnya kader Demokrat dalam kompetisi Pilpres. Max mengacu pada keputusan Prabowo menggandeng Sandiaga alih-alih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "AHY sudah sangat siap, begitu juga timnya di daerah. Saya rasa itu alasan yang sah jika kader Demokrat memilih berbeda sikap politik. Karena ngapain juga mengampanyekan partai orang sementara tidak ada kader Demokrat di situ," tuturnya.
Meski demikian, lanjut Max, para kader yang berseberangan dengan putusan partai akan tetap dievaluasi pasca Pilpres. "Kita akan evaluasi mereka pada proses selanjutnya," tutupnya.(tr-01/brt/kum/kai)

Mereka yang Membelot

Gubernur Abdul Gani Kasuba
Asal Partai: PKS

Bupati Kepsul Hendrata Thes
Demokrat

 

Kata Mereka Soal Jokowi

HENDRATA THES
"Pak Jokowi masih harus melanjutkan lima tahun lagi. Apa yang dilakukan beliau belum tuntas dalam lima tahun, maka itu beliau harus lanjutkan,"

EDI LANGKARA
"“Saya menginginkan Golkar menjadi pemenang Pileg di Halteng bahkan meraih kursi Ketua DPRD Halteng. Sedangkan target untuk Dapil III DPR Provinsi, Golkar harus meraih 3 kursi. Lebih dari itu Golkar wajib memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Halteng,"

ABDUL GANI KASUBA
"Coba dilihat dan dicek di lapangan, mulai dari Kepulauan Sula, Taliabu, Halteng dan Haltim jalan sudah mulai tersambung karena merupakan jalan nasional yang dibangun oleh Balai Jalan dan Jembatan. Walaupun belum semua dilakukan, tapi buktinya sudah ada,"

 

Share
Berita Terkait

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

Bur-Jadi dan MK-Maju Gugat KPU

15/02/2018, 09:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,90%)       :       (17,10%)

Dahlan Iskan