Rabu, 24 April 2019

 Headline

Hanya 33 K2 Diakomodir untuk P3K

Diposting pada 06/02/2019, 12:20 WIT
Ilustrasi
Ilustrasi

SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara akhirnya mengumumkan jadwal rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Seleksi tahap pertama ini dikhususkan untuk formasi tenaga guru, kesehatan dan penyuluh pertanian. Untuk Pemprov Malut sendiri hanya 33 orang yang memenuhi syarat untuk diakomodir.
Kepala Bidang Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Malut, Fahri Fuad kepada Malut Post menuturkan, pada tahap pertama ini, seleksi P3K dikhususkan untuk tenaga honorer kategori dua (K2) saja. Formasi yang diakomodir adalah tenaga guru, kesehatan dan penyuluh pertanian. “Khusus untuk Pemprov, honorer K2 tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian tidak ada, sehingga yang terakomodir hanya tenaga guru,” tuturnya, Selasa (5/2).
Dia menjabarkan, honorer K2 tenaga guru yang diakomodir memiliki adalah sebanyak 33 orang. Mereka memiliki kualifikasi pendidikan S1 dan tersebar di SMA, SMK dan SLB di seluruh Malut. “Mereka ini memenuhi syarat untuk mengikuti tes seperti yang ditentukan Kemenpan. Tapi Kemenpan belum merinci 33 peserta ini siapa saja, sebab seluruh data K2 masing-masing daerah sudah ada di Kemenpan,” terangnya.
Menurut Fahri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi juga telah meminta BKD menyampaikan data kembali. Data tersebut terkait kepastian aktif tidaknya para honorer K2 yang namanya dinyatakan memenuhi syarat untuk ikut seleksi. “Setelah datanya fix baru ditetapkan sebagai kuota formasi. Bisa saja masih bertambah atau malah berkurang," tukasnya.
Tahapan penerimaan P3K yang telah dirilis Kemenpan diantaranya adalah pengumuman penerimaan pada 8-16 Februari 2019, pendaftaran dan verifikasi berkas pada 10-17 Februari 2019, pengumuman hasil verifikasi berkas pada 18 Februari 2019 dan pelaksanaan tesnya pada 23-24 Februari 2019.
Sebelumnya, Menpan Syafruddin meminta para penyuluh pertanian yang telah mengabdi sebagai tenaga honorer tak perlu risau atau merasa tak mendapat perhatian pemerintah. Pasalnya, pemerintah akan terus berupaya memperhatikan nasib mereka. “Perekrutan tenaga honorer penyuluh pertanian, akan dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan tenaga honorer dari bidang pendidikan, dan bidang kesehatan,” ujar Syafruddin seperti dikutip dari jawapos.com, Senin (4/2).
Pada tahap awal penerimaan P3K diarahkan untuk menyerap tenaga honorer pada tiga bidang tersebut. Tiga sektor itu merupakan bidang yang tenaganya banyak dibutuhkan oleh pemerintah. “Jadi tenaga honorer pada tiga sektor itu tidak perlu khawatir karena penerimaan P3K diprioritaskan bagi tenaga honorer yang sebelumnya sudah bekerja di bidangnya masing-masing. Penerimaan dilakukan karena pemerintah memang butuh banyak tenaga pada sektor itu,” tambah mantan Wakapolri ini.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bertemu Tenaga Pegawai Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TPHL-TBPP) di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (3/2) lalu. Pada kesempatan itu, para tenaga honorer penyuluh pertanian mempertanyakan status pengangkatan mereka sebagai pegawai negeri.
Presiden Joko Widodo berharap posisi penerimaan pegawai dapat diisi tenaga honorer penyuluh pertanian yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun. Sebab mengangkat tenaga penyuluh pertanian yang sudah berpengalaman jauh lebih baik. Presiden juga berjanji masalah tenaga honorer tenaga penyuluh pertanian sudah terjawab hari Rabu (9/2).
Seperti diketahui, Presiden telah menerbitkan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Aturan ini membuka peluang seleksi dan pengangkatan bagi tenaga honorer yang telah melampaui batas usia pelamar pegawai negeri sipil.(udy/jpc/kai)

Jadwal Penerimaan P3K

Pengumuman Penerimaan                    8-16 Februari 2019
Pendaftaran-Verifikasi Berkas               10-17 Februari 2019
Pengumuman Hasil Verifikasi Berkas    18 Februari 2019
Pelaksanaan Tes                                    23-24 Februari 2019

SUMBER: Kemenpan

 

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,46%)       :       (17,54%)

Dahlan Iskan