Rabu, 24 April 2019

 Headline

Remisi Pembunuh Wartawan Akan Dibatalkan

Diposting pada 09/02/2019, 15:29 WIT
MENOLAK REMISI: Sejumlah jurnalis melakukan aksi damai menentang remisi yang dikeluarkan Presiden Jokowi terhadap pembunuh wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Narendra Prabangs (Mifathul Hayat/ Jawa Pos)
MENOLAK REMISI: Sejumlah jurnalis melakukan aksi damai menentang remisi yang dikeluarkan Presiden Jokowi terhadap pembunuh wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Narendra Prabangs (Mifathul Hayat/ Jawa Pos)

JAKARTA- Pembatalan remisi pembunuhan wartawan makin pasti. Presiden Joko Widodo sendiri akan menandatangani draft pembatalan remisi terhadap I Nyoman Susrama, pelaku pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Narendra Prabangsa. Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami.
Alasan pembatalan itu, karena banyaknya desakan dan keberatan dari masyarakat. "Ini tentu setelah memperhatikan keberatan masyarakat, asas pemerintahan yang baik menjadi dasar mengapa itu ditinjau oleh kami untuk kemudian kita usulkan untuk dibatalkan," kata Sri Puguh di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).
Yang menjadi dasar pembatalan remisi tersebut, kata Sri Puguh, karena tingginya desakan dari masyarakat. Selain itu, pihaknya melihat dari segi kepentingan umum dan rasa keadilan. "Kita berlandaskan kepada asas-asas umum pemerintahan yang baik, asas kemanfaatan, asas kepentingan umum, asas rasa keadilan. Ini menjadi dasar," ucapnya.
Kendati demikian, pemberian remisi Susrama sudah melalui prosedur sesuai Keppres 174 tahun 1999. Itu seperti narapidana lain dimonitor oleh pihak lapas, nantinya pihak lapas melakukan penilaian.  "Setelah disetujui pihak lapas kemudian dilakukan penilaian di tingkat kantor wilayah. Hal itu berjenjang baik di level Ditjen Pemasyarakatan, lingkungan Kemenkumham pusat, hingga akhirnya diserahkan kepada presiden," tegasnya.
Saat ini, pihak Kemenkumham sedang menganalisa isi Keppres 174 tahun 1999 dalam pemberian remisi. Di saat yang sama, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham juga menghimbau agar pihak lapas tidak serta-merta asal memberikan remisi. (jpg/jfr)  
"Kami sampaikan kepada jajaran, ketika ada perkara yang menarik perhatian masyarakat. Tolong hati-hati, harus mempertimbangkan berbagai aspek untuk diusulkan," kata Sri.
Untuk diketahui, Susrama adalah otak dibalik pembunuhan jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, 2009 lalu. Dia divonis bersalah dan mendapat hukuman penjara seumur hidup karena perannya di kasus tersebut.
Susrama bukan satu-satunya terpidana penjara seumur hidup yang mendapat perubahan pidana berdasarkan Keppres 29/2018. Ada 114 terpidana lain yang juga bernasib sama dengannya. (jpg/jfr)

 

Share
Berita Terkait

Prabowo-Sandi Kuasai Indonesia Timur

21/03/2019, 12:32 WIT

2019, Tukin PNS Bisa Naik

08/12/2018, 11:11 WIT

Buka Lowongan CPNS 200 Ribu

06/03/2018, 12:17 WIT

E-Paper

Berita Populer

Vote Pilpres

(82,46%)       :       (17,54%)

Dahlan Iskan